13 - TAK PERNAH TERPIKIR

63 5 2
                                        

{JANGAN LUPA FOLLOW VOTE DAN COMMENT YA, ITU IBARAT VITAMIN NYA AUTHOR TAMBAH SEMANGAT}❤️

Halo guys?? Welcome back to my channel, eh bukan deng. Selamat datang di part 13 ini semoga kalian tambah suka dengan cerita ini, maafin ya kalo lanjutan part-nya gak sesuai harapan kalian.

Happy Reading


[TAK PERNAH TERPIKIR]
Indra menegur dengan halus menegur Dev "Dev, dengerin dulu Ara dong inikan bagian dia yang bicara." Tegurnya pada Dev dan menatap Ara

"Tapi apa Ara?" Lanjutnya pada Ara

Ara menjawab dengan sopan pada Indra"Tapi gimana soal status kita yang masih pelajar om."

Indra yang menyimak pertanyaan Ara,dengan spontan menjawab "Kalo soal itu kamu tenang aja Ra, om juga sudah memikirkan itu. Kalian akan melangsungkan pernikahan pada saat Dev sudah lulu." Jelas nya

"Gak nungguin Ara lulus juga om? Mah?" Tanyanya sambil menatap Indra dan Nasya bergantian

"Jadi gini Ra, kan menunju kelulusan Dev cuma tinggal 2 bulanan lagi, kalo nungguin Ara lulus berarti harus nunggu lagi setahun."

"Iya sayang itu kan kelamaan." Saut mama Ara
"Sekarang ini kita fokus buat ngebahas pertunangan aja ya? Jadi mau gimana nih besan? Eh calon maskudnya." Lanjut Nasya

"Kalo Minggu depan gimana jeng?" Tanya Selina, Ara dan Dev mendongakan wajahnya karena menurut mereka itu terlalu cepat

"Minggu depan, apa itu gak kecepatan?" Tanya Ara sambil menatap Selina, Nasya, dan Indra bergantian

"Iya mah, pah, Tante, itu kecepatan banget loh!" Dev yang mendukung pertanyaan Ara

Nasya menjawab pertanyaan keduanya yang diawali dengan senyuman "Enggak sayang, kalian tenang aja ya, ini semua biar para orang tua yang ngurus jadi kalian gak perlu mikirin apa-apa lagi."

Setelah mendengar kan bujukan-bujukan dari mamanya, om Indra dan Tante Selina akhirnya Ara menyetujui itu, begitupun dengan Dev. Walau keduanya masih sama-sama gak percaya tapi itu memang nyata.

Ara berdecak "Tapi pesta nya sederhana aja ya mah om?" Ara yang menatap harap pada mereka agar mengangguk dan menyetujui keinginan

"Iya sayang tenang aja." Jawab mamanya yang membuat Ara menghempaskan nafanya lega

                                           ****
Tepat seminggu setelah dinner

Ara yang memang meminta agar pesta nya itu tidak dilaksanakan dengan kemewahan, tapi tetep saja sesederhana apapun pesta itu sangat tampak mewah hanya saja tamu undangan yang tidak begitu banyak, hanya keluarga inti dari masing-masing, beberapa rekan bisnis dan teman terdekat dari Ara maupun dari Dev.

Ara hanya mengundang Naila pada malam itu karena dia bingung harus mengajak siapa lagi, dan Dev? Dia pun hanya mengundang Heri dan Riko. Memang tampak aneh jika di jaman sekarang ini acara anak muda yang biasanya dipenuhi oleh teman-temannya tapi disini tidak!

Riko yang memang datang bersama Heri dan Naila, mereka semua masih belum percaya bahwa sahabat-sahabat nya itu akan melaksanakan pertunangan. Belum lagi dengan dekorasi nya sangat mewah yang membuat mereka beruntung bisa menjadi sahabat dan bagian dari Ara dan Dev.

Heri yang menatap atap langit gedung tersebut menggelengkan kepalanya lagi-lagi dengan alasan yang sama yaitu belum percaya "Gila sih jodoh emang gak ada tau, perasaan baru kemarin-kemarin gue liat mereka cek cok eh sekarang udah gini." Ujar Heri yang langsung meneguk minumannya

"Iya sayang aku juga sama, kita kapan sayang bisa tunangan?" Pertanyaan Naila yang membuat Heri hampir tersedak.
"Kamu gak papa sayang?" Tanya nya kembali pada Heri.

"Enggak kok sayang aku baik-baik aja, kita ya??? Eummm_"
"Eh sayang itu acara nya bentar lagi mulai, Ara nya udah dateng." Heri yang mengalihkan pembicaraan

Ara menggunakan gaun putih berbalut berlian yang berkilau, dengan make-up yang simple dan ditambah rabut yang tergerai rapih yang membuat pandangan semua orang tertuju padanya.

Naila yang memang terpesona melihat Ara dia tidak lagi memperdulikan Heri, dan langsung menghampiri Ara.

Heri membuang nafasnya kasar"Huuuhhh selamet, selamet" ucapnya sambil mengelus dada

Riko yang melihat hal itu terkekeh dan merasa punya celah buat ngeledek si bucin alay itu "Makan tuh bebep, giliran di tanyain tunangan aja keok, buka tuh mata lo liat di Dev pacaran aja enggak tapi langsung tunangan." Ledek Riko yang membuat Heri kesal

***
"Baiklah kita mulai ke acara inti yaitu pertukaran cincin." Ucap MC

Dev yang masih tidak menyangka dan sangat merasa beruntung karena telah dipertemukan Tuhan dengan wanita secantik Ara "Cantik!" Bisiknya pada Ara yang membuat detak jantung Ara lagi-lagi tak beraturan.

Acara pertukaran cincin pun telah selesai dan dihadiahi tepukan dan doa-doa terbaik untuknya.

Riko menepuk pundak Dev "Wih congrast ya bro, udah punya calon istri nih."

Dan Heri melakukan tos ala cowok dan mengucapkan selamat juga " Selamat ya bro, jaga cewek Lo baik-baik."

"Thanks bro." Ucap Dev pada kedua sahabatnya itu

Naila memeluk erat sahabatnya itu "Selamat ya Ara!!" Ucap Naila yang juga sangat bahagia

"Makasih Baik." Yaudah yuk kita makan-makan dulu


Acara berjalan dengan sukses dan Ara masih tak menyangka dengan cincin yang sudah melingkari jarinya itu, begitupun dengan Dev. Contrast Ara&Dev





Makasih banyak ya, jangan lupa komen bagian mana yang paling kalian suka, follow juga ya makasih ❤️


The SeniorCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang