Aku dan kamu akan selalu berjarak.
Bagai ada dinding tebal.
Sayangnya perasaan ku juga terpecah terbagi.
Dan aku kehilangan segalanya, hanya karena perasaanku padamu
JANGAN LUPA VOTE GAIS MAKASIH
Mama belum bangun saat aku bangun. Sepertinya sangat lelah, aku tidak tega membangunkannya.
Begitu sampai di sekolah, terlihat Jungkook dan Taehyung asik mabar PUBG sambil teriak teriak. Namjoon dan Joy lagi main hape sambil pegangan tangan. Ga bisa ngehargain yang jomblo emang.
"Asik sendiri sendiri semua ye emang" sahutku.
aku duduk di bangku, joy dan namjoon senyam senyum malu. Taehyung melihat ku dan langsung mematikan Handphone nya.
"Anjir bego, kok lu out sih tae?" Jungkook marah marah.
"Ada Rinai, kasihan dia di kacangin."
Aku tersenyum dan mengacak rambut taehyung. Itu sudah biasa aku lakukan. Perasaan hangat menjalari tubuhku.
"Edan, iya iya dah. Bertepuk sebelah tangan." Jungkook kembali bermain.
Namjoon dan Joy sedang memperhatikan aku yang masih mengacak rambut taehyung.
"Kagak bangsat" taehyung menjitak jungkook. Yang di jitak masih asik bermain.
Aku berhenti mengacak rambut taehyung. Lalu wajahnya menghadap ke arahku.
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
"Lagi" suara beratnya mengalihkan segalanya.
Hatiku berdetak, lalu ku acak rambutnya. Aku merasa senang hanya dengan melakukan itu.
Ah, ini semua hanya karena gua sama dia berteman udah lama. Batinku.
Taehyung tertawa dan dia mundur kembali.
"Eh, pulang sekolah kita main main yuuk udah lama kagak main bareng!! Jungkook ajak Lisa aja!!" Joy nyeletuk.