Mina yang terlebih dahulu turun dari motor. Ia masih kesal dan tidak ingin berbicara dengan. Chaeyoung
Sang pria segera berlari mendahuluinya untuk membuka kan pintu
"Assalamualaikum"
Chaeyoung melempar tas sembarang ke kursi dan meninggalkan Mina di ruang tamu sendiri
Ia berkeliling melihat seisi rumahnya.
Sepi, seperti itulah kondisi rumah Chaeyoung saat ini. Sebab tidak ada siapa siapa di rumah
"Pada kemana ya? Mana engga di kunci" Chaeyoung menanykan hal itu kepada Mina dan tentu saja tidak akan ada jawaban dari gadis itu
"Aku harus gimana?" Chaeyoung mulai frustasi karena Mina masih enggan berbicara dengannya
"Setahun doang. Aku pasti balik lagi ke Bandung kan aku bakalan kuliah di sini" jelasnya namun Mina tetap saja tidak menghiraukan Chaeyoung
"Aaargh!" Chaeyoung mendudukan tubuhnya kasar di kursi
Kini hanya sunyi yang tercipta di kediaman keluarga Chanyeol
Mina menghapus air matanya yang beberapa kali jatuh ke pipinya
"Jangan nangis. Jangan bikin semuanya jadi sulit!" Chaeyoung bngkit dari kursinya dan berjongkok di hadapan Mina sembari memegang kedua lutut gadis itu
"Sulit? Yaudah, mending putus aja kalo gitu"
"YA SALAM!" Chaeyoung berdiri dan ia terkejut saat membalikan tubuhnya
Mino, Chanyeol dan adiknya sedang menonton drama percintaan mereka
Chanyeol terkekeh, sementara Mino? Ia tertawa puas melihat ekspresi Chaeyoung yang kaget dan malu secara bersamaan
"Kak Mina......" Adik Chaeyoung berlari menghampiri calon kakak iparnya tersebut
"Dede, main yuk" ekspresi sedih yang tadi tergambar seketika hilang saat adik Chaeyoung memeluknya
"Anjir, ayang Chaeng kenapa?" Mino mencubit pipi Chaeyoung gemas.
Mina memberi salam kepada Chanyeol dan melewati kedua orang pria menyebalkan menurutnya lalu membawa adik Chaeyoung ke ruang keluarga
"Mina bantuin Om aja. Kita bikin sayur asem" Chanyeol menunjukan barang belanjaannya dan pergi menuju dapur, di ikuti Mina dari belakang bersama Chaenie
Kedua orang pria itu masih duduk di ruang tamu
"Rumah tangganya engga pernah tenang ya, kayak Ryujin" ucap Mino san mulai menyalakan rokok
"Dari pengamatan gue barusan, kayaknya lu kurang santuy ngasih penjelasan ke dia. Ajak ngobrolnya pas dia engga emosi coba" Chaeyoung mengambil bungkus rokok namun segera Mino membawanya dari tangan Chaeyoung
"Di rumah ini!" Bisiknya dengan penuh penekanan
"Oh iya, lupa. Sorry mumet. Ke kamar dulu ah. Kalo Mina nyariin bilang aja di kamar"
"Dih pede banget, mana mungkin dia nyariin. Lagi gedeg gitu ke elu"
"Arrh" Chaeyoung mendengus dan pergi meninggalkan pamannya yang terus menggodanya
Chaeyoung mencoba memejamkan matanya. Ia terus berguling di atas kasur namun tetap tidak menemukan kenyamanan. Pikirannya sibuk mencari alasan yang bisa di terima oleh Mina.
Gadis itu keras kepala, membuat Chaeyoung begitu frustasi. Di sisi lain ia tidak ingin kehilangan Mina
*Toktoktok*
