Ruby mulai membuka matanya pelan pelan , ia merasa sangat pusing dan sesak nafas . Ia melirik ke sekelilingnya dan melihat mark yang tengah berdiri di dekat sofa memandanginya
" k-kamu siapa " tanya ruby lemas
Mark mendekat pelan pelan menuju ruby
" aku mark "
" kamu siapa kok ada di sini ? , yang bawa aku s-siapa ? " ruby mulai terlihat panik
" k-kkamu- " mark terlihat ragu karena dia takut membuat ruby teringat kejadian sebelum nya
" aku tenggelam ya ? "
Ucapan ruby membuat mark tidak bisa menjawab apa apa
" kamu yang nolongin aku ? " tanya ruby lagi
Mark menggerakan tangannya menandakan bukan " bukan bukan , paman aku yang nolongin kamu "
" sekarang dia dimana ? " ruby menengok ke seluruh ruangan
" dia kerja "
Ruby hanya menganggukan kepala " makasih udah jaga aku "
Mark tersenyum " sama sama "
" kamu lapar ? " tanya mark
Ruby menggelengkan kepalanya " engga , aku mau lanjut tidur aku pusing "
Mark mengangguk kemudian kembali ke sofa dan merebahkan tubuhnya
—
Kak jaehyun is calling
Jeno melihat layar ponselnya dan berdecak kasar
" kenapa si lo daritadi gua liatin gelisah banget " tanya felix
" gua balik deh " jawab jeno sembari memasukan ponsel nya ke tas
" lah tumben " jawab chenle
" balik aja daripada lo disini ga nyaman " kata jaemin sembari memakan snack
" sorry bukan gitu maksud gua , gua lagi ada masalah , nanti kalo udh lega gua ceritain ke lo pada , gua cabut. " jeno langsung keluar kamar chenle untuk pulang
" gara gara wendy kali ya ? " ucap felix
" dia dari dulu mau berantem kek gimana sama wendu juga kayanya gak begini deh " chenle mengerutkan dahi nya
" dia cuma butuh waktu kali " jawab jaemin santai
—
" iya ini mau pulang elah "
" awas kamu ya jen ke bar gajelas itu! " ancam kak jaehyun
" iya ini pulang kerumah kok! "
" ke rumah sakit aja sana temenin mark , besok kan sabtu libur "
" ogah! "
" ini perintah papa! "
Jeno diam tidak bisa jawab apa apa
" y-yyaudah iya "
" bagus , nanti kakak nyusul , lagi rapat organisasi di kampus jadi agak malem kayanya "
" serah "
Jeno mematikan telfonya , dia memukul stir di depan nya , berteriak kecil dan menghela nafas kasar
" kenapa jadi sial begini sih! " jeno mengumpat
Hyunjin is calling
" ini orang mabok ngapain pake nelfon lagi?! "
Jeno memilih untuk mengabaikan telfon hyunjin
Hyunjin is calling
" apaansi woy?! "
Jeno berdecak
" gua gaboleh ke bar sialan itu lagi! " ucap jeno
" lah ? " hyunjin terdengar bingung
" buruan lo nelfon mau apa ? "
" ohh , engga elah bro gua gak ngajak lu ke bar , gua mau minta tolong "
" paan "
" gua nginep dirumah lo ya berapa hari aja please lo tau kan kenapa "
" gatau "
" jen "
" iya iya "
" oke gua kerumah lu sekarang ya ? "
" gua nginep di rumah sakit hari ini , lo mau ikut ? "
" yaudah gapapa , gua nyusul , alamatnya dimana "
" rumah sakit valerie , nomor 12 kamar tulip "
" oke "
Hyunjin mematikan telfonya
Jeno memutuskan untuk mematikan ponsel nya agar tidak ada yang menelfonnya lagi
