Hazel |05|

44 3 1
                                    

Tertulis Nama Raina di atas Kue itu dan Lilin berangka 18.

Laut, Revan, Brian, dan Erick menyanyikan lagu selamat ulang tahun

Dan Hazel baru sadar bahwa Gerald tidak datang. Hazel pun tidak begitu penasaran ketika Ia di hadapkan pemandangan Lelaki yang Ia cintai tengah mengungkapkan cinta kepada Perempuan yang Ia Cintai

"Happy birthday to my beloved sweetheart. I wish for your health, your happiness, your success, and all the best"

Ucap Laut

"Selalu jadi Raina yang Aku kenal, and I always pray that we can grow old together. I love you!"

Mata Hazel terasa panas. Wajahnya pun demikian, melihat Laut mengatakan kata-kata ucapan untuk Raina di depannya

Raina pun meniup Lilinya. Dan Laut meletakkan Kue itu lalu mengambil Gitar yang Ia letakkan di belakang Pintu

Laut mulai memetik Gitarnya, dan memainkan kunci-kunci Gitar lalu mulai menyanyi

I'm so in love with you

And I hope you know

Darling your love is more than worth its weight in gold

We've come so far my dear

Look how we've grown

And I wanna stay with you until we're grey and old

Just say you won't let go

Just say you won't let go

Saat itu juga, Air mata Hazel keluar melihat Laut menyanyikan Lagu untuk Raina

Raina pun menangis, namun bukan tangisan seperi Hazel yang Ia tunjukkan. Siapa pun tau jika Raina menangis bahagia

"Zel?"

Hazel tidak bergeming ketika Revan memanggilnya dan menepuk pundaknya pelan

Ia masih menatap Laut dan Raina yang tersenyum layaknya Orang paling bahagia di Dunia

"Hazel, Lo baik-baik aja kan?"

Tanya Revan sekali lagi

"Raina, selamat Ulang tahun. Gue pamit"

Ucap Hazel lalu berbalik dan menjauh dari Temannya itu

"Hazel makasih banyak ya!"

Ucap Laut dan Raina yang sedikit berteriak.

Hazel hanya melambaikan tangan tanpa berbalik, Ia berjalan lesu ke Rumahnya yang bersampingan dengan Rumah Raina

Kali Ini Hazel kembali bertemu dengan buku catatannya. Ia kembali mencurahkan isi Hatinya pada buku itu

Bagaimana rasanya di cintai begitu banyak?

Hazel menutup bukunya dan menengadahkan kepalanya ke atas.

Ia menatap Langit-langit kamarnya dan membiarkan Air Mata mengalir membasahi pipinya

Dengan keadaan kamar yang masih gelap, Hazel pun menangis semalaman.

---

Setelah kejadian Hazel mencoba akrab dengan Raina seperti yang di minta oleh Laut,

Kini Raina selalu bertukar sapa atau sekedar tersenyum ketika berjumpa dengan Hazel

Raina pun sering mengajak Hazel pergi yang tentunya Hazel tolak. Ia sadar perempuan seperti dirinya tidak pantas berpergian bersama Model Sekolah seperti Raina

HAZELTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang