Kau jangan takut
Aku punya rencana
Kau jangan takut
Walau semua masih ada di kepala*
Tidak banyak yang tahu bahwa Yena dan Yohan sudah kembali dekat kecuali para guru di playgroup Haneul yang kerap memergoki mereka dan beberapa teman dekat mereka masing-masing. Tidak ada alasan pasti mengapa mereka memilih untuk tidak menyebar luaskan kedekatan mereka lagi, mungkin karena di umur yang bisa dibilang dewasa dan matang, tidak ada sebuah keseharusan untuk semua orang tahu tentang mereka.
Untuk orang tua sendiri, Ibu Yohan sudah tahu kalau anak tertuanya kembali dekat dengan mantan kekasihnya. Meski paling tua dan sudah punya anak, Yohan masih termasuk mommy's boy yang apa-apa pasti cerita sambil tiduran di paha Ibunya. Di sisi lain, hanya Kakak Yena yang tahu tentang Yohan, itu juga karena tidak sengaja melihat keduanya bersama ketika Seungmin sedang menghampiri rumah orang tuanya. Seungmin sih tidak ada masalah, selama Yohan bisa membahagiakan Yena, Seungmin tidak mempersalahkan status Yohan yang sudah menjadi Ayah sekarang, malah ia dengan senang berkata: Kan! Gue bilang lo berdua itu udah harga mati!
Tapi kebahagiaan Seungmin saat tahu hubungan mereka tidak membuat Yena menjadi lebih tenang. Dia masih sangat takut bercerita tentang Yohan ke orang tuanya, terlebih lagi, tentang keberadaan Yura di tengah mereka berdua sekarang. Ha, Yena selalu merasa ingin menangis setiap Yena memikirkan apa yang masa depan punya untuk Yena dikala sebenarnya dia bisa memikirkan tentang apa yang terjadi sekarang.
"Na, lama ya?" Hyewon mengambil duduk di depannya sembari menggelengkan kepalanya, "Resto lagi rame banget tadi! Bener-bener kayak gak dikasih nafas."
Kang Hyewon, perempuan cantik yang sudah bertahun-tahun menjadi sahabat Yena dan tentunya, salah satu orang pertama yang Yena jadikan tempat untuk menangisi Yohan dan lainnya. Tapi paling sering Yohan sih. Lucunya, Hyewon ini ternyata berjodoh dengan Hangyul, iya, sahabat Yohan slash intel yang selalu siap siaga memberikan info-info terbaru tentang Yena kepada Yohan saat mereka berpisah.
"Keluarga lo bisa dateng kan minggu ini?" Dan iya, akhir minggu ini Hyewon akan menikah, setelah bertahun-tahun menjalin hubungan.
Ah, Yena juga ingin menikah dan membangun rumah tangga. Tapi masih banyak tapi yang Yena pikirkan di dalam kepalanya dan Yohan sendiri belum mengatakan apapun tentang kelanjutan hubungan mereka, maklum keduanya masih mode rindu dengan satu dan lainnya.
"Tenang, orang tua gue juga udah gak sibuk apa-apa." jawab Yena sebelum meminum jus yang dipesannya tadi.
"Lo juga harus jadi yang dapet bouquet pernikahan gue nanti, titik." ucap Hyewon santai sambil membola-balikan buku menu di depannya, seakan itu hal paling wajar yang dia bisa katakan kepada Yena.
"Gue aja baru deket lagi," Yena memainkan sedotannya pelan, "Lagian dibilang pacaran aja gue gak tau bisa apa enggak."
Hyewon memutarkan kedua bola matanya, "Heh, umur lo bukan 17 tahun lagi kali. Emang harus banget Yohan nembak lo lagi kayak dulu?"
Ya, bener juga sih. Rasa-rasanya akan sedikit canggung dan lucu jika Yohan menembaknya seperti dulu, meski kalau diperlakukan seperti itu, Yena tidak akan menolak asalkan Yohan melakukannya tanpa ada orang lain yang memperhatikan, tidak terkecuali jika penonton satu-satunya itu Yura. Bisa jadi anak itu trauma melihat kelakuan Ayahnya saat menyatakan cintanya.
"By the way, lo dateng bareng Yohan kan?" tanya Hyewon.
Yena hanya mengangguk tanpa berbicara dan malah memilih untuk mengambil satu kentang goreng pesanan Hyewon yang baru saja sampai di meja mereka.

KAMU SEDANG MEMBACA
HALF OF ME | yohan x yena.
FanfictionYohan harus sadar kalau alasannya selama ini tidak bisa kembali memberikan cintanya kepada wanita lain adalah karena Yena membawa sebagian dirinya meski setelah mereka berpisah dan keadaan tak lagi sama.