-Awali dengan Bismillah dan akhiri dengan Alhamdulillah-
🌼🌼
"Sebaik-baiknya kamu ialah saat kamu bisa bersyukur dan bermanfaat untuk orang lain."
Indahnursf~
🌼🌼
Allah Subhanahu Wa Ta'ala berfirman:
"Sesungguhnya agama di sisi Allah ialah Islam. Tidaklah berselisih orang-orang yang telah diberi Kitab kecuali setelah mereka memperoleh ilmu, karena kedengkian di antara mereka. Barang siapa ingkar terhadap ayat-ayat Allah, maka sungguh, Allah sangat cepat perhitungan-Nya."
(QS. Ali 'Imran 3: Ayat 19)
Jonathan menatap layar monitor dengan begitu serius. Saat ini dia tengah menonton YouTube dari laptop. Lebih tepatnya menonton ceramah dari ustad yang memang sudah terakui tentang ilmunya. Jonathan tahu, banyak sekali PR yang harus dia lakukan mulai sejak dia resmi menjadi seorang mualaf.
Bukan Nathan namanya jika hanya berpikir tanpa mempertimbangkan. Atau, memutuskan sesuatu tanpa mencari tahu dahulu konsekuensinya. Jonathan adalah orang yang selektif dan tidak tergesa-gesa. Dia harus meyakini sesuatu itu dengan seyakin-yakinnya.
Seperti saat ini, apa pun itu yang belum di ketahui Jonathan akan mencari tahunya via YouTube atau membaca dari google. Jonathan memang belum sempat untuk membeli buku seperti buku Sirah Nabawiyah, dan lainnya. Tetapi untuk urusan buku tuntunan salat wajib dan sunah, buku iqra, buku tajwid, dan buku doa-doa pendek yang harus di hafal untuk sehari-hari. Terlihat simpel dan sepele, tetapi diam-diam Jonathan telah membaca bahkan menghafal sebagian dari itu jauh sebelum dia menjadi seorang mualaf.
Tidak mudah bagi seseorang untuk berpindah keyakinan. Dia harus menyelidiki dulu kebenarannya hingga hatinya benar-benar Allah ketuk dan Allah beri keyakinan yang seyakin-yakinnya. Barulah seseorang itu bisa berpindah agama seperti menjadi seorang mualaf.
Hari ini, Jonathan akan menemui ustad yang kemarin membimbingnya untuk bersyahadat. Ustad yang sering menjadi tempatnya bertanya sesuatu yang memang belum dia ketahui. Jonathan juga sudah mengatur jadwal untuk bertemu dengan ustadnya setelah selesai salat Zuhur.
Sudah hampir lima halaman kertas bermerek Sidu itu dipenuhi dengan coretan dari Nathan. Lebih tepatnya itu Nathan menulis, tetapi karena tulisan Arabnya Nathan sangat buruk dan masih terkesan amburadul, jadi Nathan coret-coret kertasnya.
Belajar sendirian memang rumit. Tidak ada tempat untuk bertanya ataupun membantu Nathan untuk mencerna semuanya lebih cepat. Tetapi semua itu tidak akan menyurutkan rasa semangat yang membara seorang Nathan untuk menjadi muslim sejati. Muslim yang taat pada Allah dan mencintai Rasulullah.
🌼🌼
"Hukum nun mati dengan tanwin bila bertemu dengan huruf hijaiyah maka hukumnya ada lima," ucap Jonathan bermonolog.
Jonathan menyebutkan apa yang dia bacakan agar dia mudah mengingat. Ditambah lagi dengan alternatif menghafal pakai jari-jari tangan seperti yang saat ini sedang Jonathan lakukan.
Tidak ada yang salah dalam belajar. Semua orang pintar bukan berarti dia langsung menjadi pintar. Di balik seseorang yang pintar itu tersimpan perjuangan dan kerja kerasnya untuk belajar dan menekuni sesuatu. Seperti itulah juga yang saat ini sedang Nathan lakukan.
"Diminum dulu, Nak Nathan kopinya. Biar hilang ngantuk dan bisa fokus menghafal," tegur Bi Iyem seraya memberikan secangkir kopi di samping Nathan. Sementara Nathan masih tetap fokus dan merespon ucapan Bi Iyem dengan anggukan dan senyuman saja.
KAMU SEDANG MEMBACA
Madani (END)
EspiritualNamanya Alissa Zunaira Madani. Perempuan berusia dua puluh tahun yang baru ingin memulai langkahnya dengan menulis. Karya pertama telah rilis dan berhasil di terima oleh khalayak. Hari di mana karya itu terbit, di sana kisah Madani di mulai. "Apa pu...
