Hola!!
Dah ya, jan banyak intro^^
Happy reading♥
"Terkadang orang yang paling kita benci kelak akan menjadi orang yang paling kita sukai. Dan orang yang dulu kita sukai kelak bisa saja akan menyakiti. "
__________________________________
"Awas aja tu anak. Ketemu gue garuk tu muka biar gak rata!" ucap Naya kesal sambil memunguti kertas kertas yang hampir semuanya rusak.
"Eh lu kenapa?" Tanya sorang gadis dari belakang sambil menepuk pundak Naya. Naya pun berdiri dan menoleh untuk melihat orang yang menepuknya, yang ternyata kedua sahabatnya.
"Kesel gue del, ris!" gerutu Naya, Adel dan Risa mengernyit.
"Kesel kenapa?" tanya Risa.
"Itu si Manusia aspal! Masa formulir gue di lindes!" kesal Naya sambil menunjukan kertas di tangannya yang kebanyakan lecek dan kotor.
"Di lindes? Tunggu. Manusia aspal? Siapa tuh?" tanya Adel. Naya mendengus.
"Itu, siapa lagi kalo bukan si Dafa!" ketus Naya.
"Yaudah lu ceritanya sambil jalan aja." ucap Risa, lalu di angguki kedua sahabatnya.
****
Kini mereka tengah berjalan menuju kelasnya.
"Jadi tadi lu kenapa?" tanya Adel pada Naya.
"Kenapa apanya?" Naya malah nanya balik.
Yaampun ingin Adel memukul kepala Naya yang otaknya gesrek itu. Padahal tadi dia yang mau cerita eh malah nanya balik dasar si Naya, belinya otak ayam si jadi gesrekan tu anak-_-#
"Yakan tadi lu yang mau cerita bambang!" ketus Adel sambil menyentil jidat Naya.
Naya meringis "Adaw! Kalem dong! Sakit tau!"
"Jadi?" kata singkat itu keluar dari mulut Risa. Seperti biasanya Risa membawa beberapa buku tebal di tangannya.
"Jadi tuh tadi gue kan..
Flashback on!
"Aduh ngapain juga si gue yang megang formulir anak anak. Kenapa gak si Ayla atau si Vika aja. Ngeribetin aja! Kan gue ketuanya ngapain gue ngurus beginian?! Inikan tuganya sekertaris!" gerutu Naya pada diri sendiri, sambil berjalan memasuki gerbang.
Pak satpam yang berjaga pun sampai terheran dengan sikap siswi yang satu ini yang terus ngomong sendiri dah kek orang gila.
Tiba tiba terdengar suara keras klakson dari belakang.
TIT! TIT! TIT!
"EH AYAM!" latah Naya terlonjak kaget sampai menerbangkan kertas yang ia pegang. Alhasih semua kertasnya beterbangan dan jatuh berserakan.
Naya pun cepat cepat menepi dan lupa akan kertas kertasnya karena kaget.
Naya menganga tak percaya begitu melihat sebuah mobil berjalan di hadapannya dan melindas kertas kertasnya yang berserakan.
"Anjir kertas kertas gue tuh! WOY! BERHENTI LO!" setelah mobil itu berhenti, Naya cepat cepat menghampiri mobil itu dan mengetuk keras kaca mobil itu.
Tampak seorang cowok keluar dari mobil itu dengan mengenakan seragam yang sama dan kacamata yang sepertinya minus bertengger di hidungnya.
Cowok itu menghampiri Naya. Naya yang melihat cowok itu menghampirinya pun melotot sambil tolak pinggang seperti akan mengajaknya ribut.
"Eh lo! Liat tuh. Kertas kertas gue pada ancur semua gara gara lo!" ketus Naya setelah cowok itu tepat berdiri di hadapannya. Karena tinggi Naya hanya sampai dagu cowok itu, Naya pun harus mendongak.
KAMU SEDANG MEMBACA
AZLAN
Fiksi RemajaAzlan ravindra, cowok populer di SMA Pasundan. Selain terkenal akan kegantengannya, Azlan memiliki sifat tengil, petakilan, biang rusuh bahkan sering kali para guru di buat pusing olehnya. Hingga suatu hari Azlan jatuh hati dengan seorang gadis ber...
