Itachi menghela nafasnya. Ia sedang melamun,memandang ke arah langit biru yang cerah. Ia masih teringat kejadian tadi malam.
“Itachi, bagaimana kencanmu dengan si Maksuri?”
“Namanya Matsuri,ayah...dan aku menolaknya. Sudah kubilang, aku tak tertarik dengan percintaan..”
“Itachi...” Fugaku memandang anak pertamanya dengan serius. Ia pun menepuk kedua bahu anaknya,kemudian menggenggamnya dengan erat. Itachi tertegun melihat tingkah bapak semata wayang(?)nya, ia pun menelan ludahnya,nervous ditatapi dengan mata onyx yang tajam.
“Kamu ini...selama ini,ayah bingung dengan kamu. Anak-anak seumuran mu pada pacaran dan nonton *tit*,sementara kamu? Pacaran belum pernah,nonton *tit* juga tidak...Ayah carikan cewek nolak,Ayah belikan kaset *tit* gak kamu sentuh...Kemarin ayah ajak nonton sama-sama kamu nolak...Dulu ayah seumuran kamu itu mainannya cewek...Kamu ini bagaimana ?!! Kamu tidak kelainan kan dengan sahabat mu itu?”
Itachi sweatdrop mendengarkan perkataan ayahnya.Ya iyalah,siapa yang mau nonton yang gituan bersama orang tuanya.”Aku normal yah...Cuma malas dengan hal percintaan dan lain-lain...”
“Kamu ini , jangan nanti kamu nyesal karena kurang pengalaman hidup...SMA itu masa yang paling indah...Gini aja, kalau kamu dalam bulan ini belum menemukan satu cewek pun, Habis lulus kamu lansung ayah nikahkan dengan tetangga kita,Hojidah...”
Fugaku memang orang yang peduli dengan anaknya. Saking pedulinya, ia pun mengamati pertumbuhan dan perkembangan anaknya. Jadi, saat umur Itachi sedang masa pubertas, Fugaku bingung, mengapa anaknya yang satu ini tak pernah melakukan perlawanan terhadapnya. Ia tak pernah memberontak, pacaran, maupun melakukan hal yang dilarang Fugaku.Fugaku ingat,bahwa masa puber adalah masa dimana ia memberontak dan melawan orang tuanya. Fugaku takut anaknya memiliki kelainan. Disaat dimana para orang tua sibuk melarang anaknya melakukan hal bejat, Fugaku justru mendorong anaknya melakukan hal bejat. Pernah suatu hari, ia mengajak Itachi nonton sama-sama.
Itachi pun bergidik ngeri mengingat masa lalunya yang kelam. Pernah satu kali ia berpikir, bahwa lebih gampang kalau ia membunuh semua orang, kemudian hidup sebagai buronan,lalu masuk ke organisasi mafia keren yang sedang booming saat itu .
Sebenarnya , gampang untuk mencari perempuan yang mau menjadi pacarnya. Banyak orang yang mau menjadi pacar Itachi Uchiha. Tetapi, Itachi tidak tertarik untuk pacaran. Pacaran itu adalah hal yang membosankan baginya.
“Itachi,un...Tolong antarkan absen ke ruang guru.” Seorang pria berambut pirang tiba-tiba muncul. Itachi menoleh ke arah temannya, kemudian menatapnya lama. Deidara menghela nafas, kemudian ia melemparkan buku absen ke Itachi. Secara reflek Itachi pun menangkapnya. “ Nanti kau akan kuberi imbalan , Itachi... dasar...” kata Deidara pelan. Itachi pun tertawa kecil,kemudian berjalan keluar kelas. Deidara cuma sweatdrop melihat tingkah laku kawannya.
Itachi pun berjalan menuju ruang guru sambil memegang buku absen. Tiba – tiba, ia melihat kerumunan di depan kelas. Ia pun menghampiri kerumunan itu, dan terkejut ketika melihat dua orang perempuan sedang berkelahi. Murid disekitarnya bukannya melerai, malah bersorak melihat mereka berkelahi. Itachi menelan ludahnya ketika melihat siapa yang berkelahi.
Karin. Dia adalah putri seorang boss yakuza, yang adalah “ sahabat “ ayahnya. Ayahnya adalah seorang mafia terkemuka yang menyeludupkan narkoba dan barang illegal lainnya. Karin sering berkunjung ke rumah mereka,dan menggoda Sasuke. Ayah mereka sangat menjaga relasinya dengan “sahabat”nya, sampai-sampai saat ia mengetahui bahwa Karin menyukai Sasuke, ia pun memaksa Sasuke untuk menjadi pacarnya. Bahkan,saat itu,kalau saja Sasuke tidak melawan secara “agresif”, mereka berdua akan dinikahkan. Maka dari itu, jika terjadi apa-apa dengan Karin, mereka berdua pasti akan disalahkan. Itachi pun dengan cepat menerobos kerumunan itu.
“Hei kalian,jangan berkelahi !!”
Itachi menghalang perempuan itu dari Karin. Ia pun terkejut melihat sosok di depannya. Rambutnya berwarna pink cerah yang lembut bagaikan bunga. Mata bulat berwarna Emerald yang menawan memandang ke arahnya. Itachi pun bengong melihat sosok jelita di depannya. Tanpa ia sadari, sebuah kepalan melayang ke mukanya. Itachi tersungkur,masih memandang wanita cantik di depannya itu,sambil memegang hidungnya yang berdarah.
“Yah...sepertinya aku sudah menemukan menantumu...”
Tanpa ia sadari, pandangannya berkunang-kunang. Hal terakhir yang ia ingat sebelum memejamkan mata adalah wanita cantik di depannya yang telah meninjunya sampai pingsan.

KAMU SEDANG MEMBACA
Life is Not A Fairytales
MizahHumor ItaSaku AU : High School. “Suatu hari...di sebuah desa terpencil, ada seorang gadis , tinggal bersama ibunya yang miskin... Ia bertemu pangeran, kemudian mereka jatuh cinta....Pangeran itu membawanya ke kamarnya, kemudian meng*TIT* gadis itu d...