Be careful!
Mohon maaf typo mungkin saja bertebaran.
•••
Apa itu psikopat?
Psikopat adalah orang dengan ganguan kepribadian antisosial. Orang dengan gangguan kepribadian ini memiliki kondisi mental yang cenderung untuk memanipulasi dan melukai orang-orang di sekitarnya.
Beberapa tanda-tanda yang bisa ditunjukkan oleh psikopat:
𒊹︎Perilaku yang tidak bertanggung jawab terhadap lingkungan sosial. 𒊹︎Kesulitan membedakan hal yang baik dan yang buruk.
𒊹︎Kecenderungan untuk sering berbohong.
𒊹︎Melanggar hak orang lain.
𒊹︎Memanipulasi dan menyakiti orang lain.
𒊹︎Sulit memberikan empati.
Emi mendekap ponselnya di dada. Matanya menatap ke langit-langit kamar. Pikirannya sibuk merangkai kejadian-kejadian dengan artikel yang barusan ia baca di internet.
“Memanipulasi, melukai orang lain di sekitarnya.” Emi berpikir keras, berusaha menolak kebenaran informasi yang ia baca.
Gadis itu menyingkirkan ponsel ke sisi kiri tubuhnya. Ia berguling, tengkurap sambil menenggelamkan wajah di bantal.
“Kenzo beneran psikopat?”
Manik coklat berbulu mata lebat itu menatap ke jendela kamar yang memberi sorot lampu dari luar. Emi tak percaya bisa bertemu dengan tokoh fiksi di novel yang biasa ia baca. Kenzo benar-benar terasa seperti ilusi bagi Emi.
Malam itu, untuk pertama kalinya. Emi memikirkan seseorang sebelum dirinya terlelap. Persis seperti orang yang tengah jatuh hati.
രരര
Hari ini, Emi akan menjenguk Feral. Teman sekaligus sepupunya. Yah...meski dia dan Feral kerap melontar cacian. Tapi jujur saja, Emi sudah menganggap Feral sebagai kakaknya. Dua hari yang lalu entah karena apa, Feral masuk rumah sakit. Ada yang bilang dia habis berkelahi.
Ia sangat terkejut saat mendengar berita ini. Emi tak yakin dengan itu. Setahu Emi, sepupunya ini bukanlah tipe laki-laki brandal atau sok jagoan yang suka berkelahi. Dulu sewaktu SMP saja, Feral memilih melarikan diri ketimbang berkelahi dengan temannya.
“Nino, pulsek nanti lo mau ikut gue jenguk si Feral gak?” tanya Emi pada kapten tim basket Feral.
“Waduh, sori Mi. Gue nanti sore ga bisa. Lo ajak temen yang lain aja, ya.”
“Hem, oke-oke gak papa.”
Sepintas saja, Emi melihat tatapan tajam tertuju ke arahnya. Tepat di belakang Nino duduk, Kenzo ada di sana. Tak berkata apa pun. Namun, Emi rasa sepertinya Kenzo tak suka dengan interaksi Emi dan Nino.
“Mending lo sendiri aja deh Mi yang jenguk si Feral. Kita semua pada sibuk sama ekstra kita,” celetuk seseorang yang disetujui oleh yang lain, Andra rekan tim basket Feral juga.
“Iya, Mi. Gue titip salam ya buat Feral. Sampein maaf juga dari gue ke dia. Karenan sohibnya yang ganteng ini gak bisa ikut jenguk, hari ini ada sparing buat lomba besok.”
Yang barusan bersuara itu Bimo, dia temen mainnya Faral dari kecil. Emi hanya mengangguk samar, lalu kembali sibuk dengan tugas bahasa inggrisnya. Baiklah, nanti sore ia bisa naik angkot untuk ke rumah sakit.
–Pukul 15.43 WIB–
“Duh, ini angkot pada ke mana sih?” gerutu Emi.
Sudah hampir lima belas menit ia menunggu. Satu pun tak ada yang lewat. Hais, sudah pasti ia akan pulang malam hari ini. Saat ini saja Emi belum membelikan apa pun untuk Feral.
KAMU SEDANG MEMBACA
Mikenzo
Fiksi RemajaKalau ada pangeran yang jatuh cinta ama si upik abu, itu pasti palsu. Hati-hati ya, kamu. Dia ada maunya, tuh. രരര MikenzoㅣComplete Teen Fiction-ThrillerㅣCreaWiLi Project Novelet by Hanavanka Copyright © 2020
