Chaeyeon POV
Berita tentang pergantian ketua kelas di kelas berbakat telah tersebar di telinga para siswa SMA 48. Bahkan tentang anak taekwondo terutama anak perempuan yang kehilangan baju kaos mereka juga sudah tersebar.
Kemudian kejadian aneh terjadi dari klub taekwondo, iya, klub yang aku ikuti.
Tiba-tiba mereka semua menggila layaknya zombie. Ketua taekwondoku juga sempat kebingungan.
Mereka kemudian menculik beberapa anak, bahkan anak klub yang tidak pernah datang tiba-tiba kembali lagi dengan kondisi yang berbeda. Pak Lee memberitahukan kepadaku kalo penyebabnya ada pada diriku, tapi aku merasa tidak melakukan apa-apa....
Sebenernya.... Apa yang terjadi?
Chaeyeon POV End
* * * * * * * * * * * *
2 hari sebelum kejadian...
"Seperti yang kalian ketahui, Eunbi mundur posisinya sebagai Ketua Kelas, jadi bapak akan memilih ketua kelas berbakat yang baru. Saya dan kepala sekolah memilih berdasarkan daftar yang diajukan sebelumnya. Ketua kelas yang baru adalah... Miyawaki Sakura" kata Pak Lee ditengah pembelajaran mereka seperti biasa.
Sakura tengah memainkan ipadnya di depan kelas saat diperkenalkan oleh Pak Lee di depan murid kelas berbakat.
"Sakura, ada yang ingin kamu sampaikan?" tanya Pak Lee
Sakura yang menyadari namanya dipanggil menghentikan permainannya di ipad, dan menghela nafasnya dengan pelan.
"Sebagai ketua kelas yang baru, ada sesuatu yang ingin aku lakukan. Aku ingin melihat kita berkembang. Aku ingin memaksimalkan potensi kalian." Kata Sakura
"Ini beneran Sakura ga sih?" tanya Yena ke Yujin.
"...Pertama, kita harus membereskan masalah di kelas ini. Contohnya, mereka yang suka membolos.."
Sakura menunjuk ke arah salah satu kursi yang ternyata adalah tempatnya Chaeyeon.
"Nah ini baru Sakura yang gw kenal" jawab Yena.
"Okee.. selanjutnya?" tanya Pak Lee.
"Selanjutnya orang yang belum menemukan potensinya" jawab Sakura sambil menunjuk ke arah Yujin dan meja Chaewon yang saat ini sedang tidak bisa hadir karena kejadian beberapa hari yang lalu.
Yujin menatap ke arah Sakura dengan tajam dan tidak suka.
"Agar mereka belajar lebih keras, aku ingin mereka yang belum menemukan potensinya untuk mengurus kelas." jawab Sakura. Yujin hanya berdecih kesal karenanya.
"Membersihkan kelas setiap hari, sampai mereka menemukan potensinya." Lanjut Sakura.
Yujin kaget karena peraturan yang diajukan menurutnya hanya untuk balas dendamnya Sakura kepada dirinya.
"Ahh anjirlah" jawab Yujin pelan.
"Kenapa begitu?" tanya Pak Lee
"Ya.. untuk memotivasi mereka. Kalo gak mau beres-beres, mereka harus fokus nemuin potensi mereka masing-masing. Siapa tahu, potensi mereka adalah bakat untuk bersih-bersih." Jawab Sakura
Yena dan Yuri menatapnya tak percaya karena peryataan yang dibuat oleh Sakura itu. Yujin memutar bola matanya tak peduli dan menggelengkan kepalanya.
"Ahh, atau...mereka udah sadar...kalo mereka ga punya potensi. Agar mereka sadar kalau ini bukan tempat mereka dan mundur dari kelas ini." jawab Sakura sinis. Yujin hanya menatapnya dengan tajam.

KAMU SEDANG MEMBACA
The Gifted (IZONE Ver.)
Fiksi PenggemarSetiap kelas mempunyai siswa berbakat. Tapi siswa berbakat disini lebih special dibanding sekolah lain. Mereka akan mendapatkan fasilitas yang lebih disbanding siswa biasa. "Semakin gw pahami sistem di kelas ini, gw ngerasa ini bukan kelas biasa,se...