08. Kamar Tidur

2.6K 562 62
                                        

Seungmin terduduk lemas di pinggiran kasur setelah bangun tadi. Pikirannya pusing setelah dibuat tidur oleh Madam, dan tiba-tiba sudah di sini.

Di tengah kebingungannya, mata Seungmin tak berhenti melihat dekorasi sekaligus suasana kamar. Benar-benar aesthetic dan terawat dengan baik meskipun sudah dimakan oleh zaman.

"Kok gue malah ngeliatin desain kamarnya sih? Nasibnya Haechan sama Yeji gimana?" gumam Seungmin sambil menggelengkan kepalanya.

Sampai tiba-tiba pandangannya melihat ada seonggok buku diary yang sudah usang, tergeletak di atas meja samping tempat tidur.

Tangannya meraih buku itu dan perlahan membuka lembar demi lembar isinya. Sebenarnya Seungmin tidak tahu arti dari bahasa yang ditulis di sini karena berbahasa Belanda, namun ada banyak hal misterius yang terselip.

Seperti simbol-simbol pemujaan setan, dan tulisan kuno. Tetapi ada satu halaman yang membuat Seungmin penasaran.

Halaman tersebut kertasnya lebih putih ketimbang yang lain, tulisannya rapi, dan berbahasa Belanda. Ia merasakan kalau ada sesuatu di halaman ini. terbukti ketika Seungmin membukanya, hawa sangat panas mulai menggelitik leher.

Karena tidak kuat, Seungmin menutup buku itu kemudian beranjak pergi keluar dari sana. Namun sebelumnya, ia tidak lupa membawa buku aneh tersebut siapa tahu berguna nanti.

KLEK KLEK

"Lho?"

Seungmin mengerutkan dahinya ketika pintu kamar tidak bisa dibuka. Berulang kali ia mencoba mendobrak bahkan menggedor pintu itu, namun hasilnya nihil.

Sampai tiba-tiba ia teringat dengan buku di tangannya. Meskipun Seungmin tidak bisa berbahasa Belanda, dirinya membaca lembar per lembar siapa tahu kalau kunci membuka pintu ada di sana.

Dan ternyata hasilnya berhasil, setelah Seungmin membaca sebuah kalimat bertuliskan, "open de deur" pintu terbuka dan menampilkan sebuah ruang rahasia yang penuh dengan penjara.

Dan ternyata hasilnya berhasil, setelah Seungmin membaca sebuah kalimat bertuliskan, "open de deur" pintu terbuka dan menampilkan sebuah ruang rahasia yang penuh dengan penjara

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

Bulu kuduk Seungmin makin merinding ketika berjalan melewati tempat ini. Ditambah hawa mistis yang sangat kuat, membuat dirinya makin ketakutan.

"HAECHAN! YEJI! KALIAN DI MANA!?"

"HAECHAN!"

"YEJI!"

Berulang kali Seungmin berteriak nama Haechan dan Yeji namun nihil dan tidak ada balasan. Ditambah penerangan yang sangat minim membuat dirinya harus lebih berhati-hati.

"Waar wil je heen? (Mau pergi ke mana?)" Seungmin terkejut ketika ia melihat sosok Madam berada tepat di hadapannya sambil tersenyum mengerikan.

Dengan langkah kaki seribu, Seungmin berlari meninggalkan tempat itu dan pergi tidak tahu ke mana. Ditambah Madam yang mengejarnya dari belakang, makin membuat ia menggila dalam larinya.

"geef het boek terug! (Kembalikan buku itu!)" Seungmin tidak mempedulikan seruan madam dan terus berlari.

Sampai dirinya tiba di suatu tempat dan langsung bersembunyi di sana. Ia masuk ke dalam lemari sembari menunggu madam pergi.

Seungmin mengatur detak jantungnya yang sudah sangat kencang dengan napas ngos-ngosan. Keringatnya bercucur deras karena kelelahan berlari.

"Waar is die slechte jongen gebleven? (Ke mana perginya bocah nakal itu?)" Seungmin menahan napas dan suara ketika Madam berada di sekitar tempat persembunyiannya.

'Jangan ke sini, Jangan ke sini, jangan!' Ia makin tak karuan dan berdoa di dalam hati ketika Madam mengintip barang-barang yang ada di sana.

Setelah dirasa Madam telah pergi, ia keluar dari tempat persembunyian, dan tidak lupa mengecek kanan-kirinya. Sampai tiba-tiba dirinya menemukan sesuatu yang tidak asing di sana.

"Ini kan gelangnya Haechan?"

***

[A/N]

Kalau kalian ada di posisi Seungmin, apa yang bakal kalian lakukan?

Madam ✔️Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang