Tentang Haechan dan Seungmin yang diganggu oleh sosok madam. Hingga suatu hari mereka mendapatkan bantuan dari Yeji, teman sekelas Haechan untuk menghentikan semua gangguan ini.
Haechan kaget ketika dirinya tiba-tiba bangun di kamar mandi. Tidak ada Yeji maupun Seungmin, hanya dirinya saja yang di sini.
Setelah bangun, Ia lantas berusaha membuka pintu kamar mandi namun naas, tidak ada pergerakan satu pun dari sana. Membuat Haechan terduduk lemas sambil menundukkan kepala.
Ia menyesal kenapa pulang Maghrib waktu itu, ditambah juga dengan asal nyeletuk. Tau gitu, dirinya menahan Seungmin untuk tidak pulang dulu dan menunggu waktu Maghrib selesai.
CURRRR...
Haechan terkejut ketika melihat kran yang sudah tua tiba-tiba menyala sendiri mengisi bath tub. Membuat bulu kuduknya makin merinding dan langsung saja ia menggedor pintu semakin kuat agar bisa keluar dari sana.
Berkali-kali percobaan ia lakukan dan akhirnya bisa keluar dari kamar mandi. Sontak, Haechan langsung berlari tak tentu arah mencari keberadaan kedua temannya. Ditambah firasatnya tidak enak dengan tempat ini.
"Wauw, je kunt uit mijn val komen. (Wah, kau bisa keluar dari jebakanku.)" Lagi-lagi suara Madam terdengar dari belakang. Haechan makin kalang kabut hingga terjatuh berkali-kali.
Ia berlari tidak tahu dan tidak peduli dengan ruangan yang dia lewati, karena hal penting adalah Yeji dan Seungmin harus ketemu. Pikirannya kalut dengan penuh rasa bersalah jika kedua temannya itu tidak ditemukan.
"SEUNGMIN, YEJI, LO DI MANA!?"
"SEUNGMIN!"
"YEJI!"
Haechan makin menggila dengan teriakan super lantang memanggil nama Seungmin dan Yeji. Namun hasilnya sia-sia, tidak ada seorang pun yang menjawab.
BRUKKK
Karena tidak melihat jalan, ia terjatuh dari tangga dan terperosok di sebuah ruangan yang seperti gua.
"Ini di mana?" gumam Haechan ketika melihat ruangan itu. Langkahnya tertatih menahan sakit akibat jatuh tadi.
Untung saja ada obor sebagai sumber cahaya di kanan dan kiri dinding ruangan. Membuat Haechan tidak kesulitan melihat karena gelap.
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Hingga tiba-tiba, matanya menangkap sosok seseorang yang dia kenal sedang berlari kencang sambil meneriaki namanya.
Menyadari ada Haechan di sana, sosok itu makin cepat berlari dan tersenyum sumringah seperti menemukan sesuatu yang dicarinya selama ini.