12. Tempat Aneh

2.3K 517 54
                                        

Setelah melewati banyak rintangan, mereka akhirnya sampai di tempat Madam melakukan ritual. Letaknya tak jauh dari ruang penjara tadi dan seperti yang sudah dikatakan di awal, banyak sekali alat penyiksaan.

Bahkan ketika masuk ke sini saja, bau darah yang amis langsung menyambut kedatangan mereka bertiga. Sampai membuat Seungmin hampir muntah kalau gak ditabok Haechan.

Yeji yang sekiranya paling 'peka', merasakan pusing karena banyak sekali energi negatif di sana. Kemarahan, kecewa, sedih, tidak terima, kesal, semua bercampur jadi satu.

Gadis itu mencoba untuk tidak menyentuh satu pun alat penyiksa di sini karena takut akan melihat hal-hal sedih dan keji kembali.

"Cuy, ini bakarnya gimana? Kita gak bawa korek lho," ujar Haechan ketika melihat di sekeliling mereka tidak ada api atau obor sama sekali.

"Dih, gak ada salahnya gue jadi anak IPA." Seungmin langsung mengambil dua batu yang berukuran sedang, kemudian menggeseknya satu sama lain hingga timbul percikan api. Sedangkan Yeji dan Haechan hanya bengong meskipun di dalam hati sudah mencibir Seungmin habis-habisan

Melihat Seungmin masih berusaha membuat api, Yeji mencari lambang lingkaran setan tempat nantinya buku itu dibakar.

Karena ia tidak mau memegang satupun barang di sini, Yeji meminta tolong Haechan untuk mencarinya. Diawali dengan mendorong bak mandi sampai lemari tempat penyimpanan tulang, hasilnya nihil. Sampai Yeji frustasi sendiri karena takut lingkaran itu sudah bercampur dengan debu.

Sampai akhirnya Haechan tidak sengaja mendorong alat penyiksa yang dalamnya penuh paku.

Sampai akhirnya Haechan tidak sengaja mendorong alat penyiksa yang dalamnya penuh paku

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

"Aduh!" Karena ceroboh, Haechan tidak sengaja tertusuk salah satu paku. Membuat darah keluar dari jarinya.

Yeji yang melihat itu langsung membersihkan tangan Haechan dengan kain lengan bajunya. Sampai tiba-tiba keduanya terkejut melihat apa yang terjadi.

Di bawah alat itu tiba-tiba muncul cahaya yang sangat menyilaukan. Dan ketika Haechan berusaha mendorong kembali, akhirnya muncullah sebuah lingkaran setan.

"Chan!" Yeji terkejut ketika melihat Haechan tiba-tiba terjatuh di sebelahnya. Badannya panas dan mukanya pucat pasi. Sampai akhirnya ia sadar kalau darah di jari Haechan tadi menetes ke bawah mengenai lingkaran ini. Berarti kesimpulannya, lingkaran setan tersebut tidak akan muncul jika tidak ada darah yang menetes.

"Ji, Haechan kenapa?" Seungmin yang baru saja selesai membuat api terkejut ketika melihat Haechan sudah terduduk dengan nafas yang tersengal-sengal.

"Kayaknya dia jadi tumbal ritual bakar buku, Min." Seungmin terkejut bukan main mendengar jawaban Yeji. Bahkan ia tambah kaget melihat Haechan sesak napas sampai wajahnya berubah menjadi merah padam.

"Bakar... Bakar bukunya cepet!" Yeji dan Seungmin terkejut mendengar Haechan berteriak dengan napas yang sudah tersengal-sengal. Tanpa pikir panjang, keduanya langsung membuang buku tersebut ke kobaran api.

"AAAARRRGGGGHHHH!!!" Tiba-tiba Haechan berteriak seperti orang kepanasan dan seketika alat-alat penyiksaan di sana terangkat di udara dengan sendirinya.

Entah dapat ide dari mana, Yeji tiba-tiba meludah sedikit ke wajah Haechan kemudian membacakan beberapa doa. Karena seingatnya, orang kalau mau kerasukan harus dibacakan doa agar setan tidak bisa masuk ke dalam tubuh.

"Ji, ludah lo bau pete."

Yeji tersenyum jengkel melihat Haechan yang sudah pulih seperti sedia kala. Ingin sekali menonjok laki-laki itu, tapi dia ingat kalau situasi sekarang sedang tidak mendukung.

"Lo tadi kenapa bisa teriak-teriak sama sesak napas?" tanya Seungmin sambil mengibaskan tangannya berusaha memberi udara sejuk ke Haechan.

"Hah? Emang iya? Gue dari tadi berdiri deket lingkaran setan ngeliatin lo berdua yang tiba-tiba panik gak jelas."

Yeji dan Seungmin terdiam dan saling bertukar pandang. Wajah keduanya saling menggambarkan kebingungan yang tersirat di sana.

***

Setelah keluar dari ruang ritual, mereka bertiga merasakan atmosfer yang tenang dan tidak tegang seperti tadi. Seperti mereka merasa kalau Madam tidak akan lagi berulah karena buku ritualnya sudah dibakar.

Eits, tidak semudah itu Mbak Yeji, Mas Seungmin, dan Le Haechan yang tercinta.

Ternyata Madam masih hidup dan sedang melihat mereka dari balik tembok. Tidak lupa dengan seringai seram andalannya juga.

***

Q : "Kak, kapan Madam mati?"

A :

A :

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Madam ✔️Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang