Tentang Haechan dan Seungmin yang diganggu oleh sosok madam. Hingga suatu hari mereka mendapatkan bantuan dari Yeji, teman sekelas Haechan untuk menghentikan semua gangguan ini.
Haechan ketawa ngakak melihat Seungmin yang salah sangka ketika ia mengatakan kalau Yeji akan membantunya.
"Gue udah ganteng belum? Rambut gue udah rapi? Gigi gue ada cabe nyempil gak? Aduh Chan, lo kok gak ngomong sih kalo Yeji yang ke sini."
PLAKK
Haechan saking gemesnya langsung menabok pipi Seungmin berkali-kali. Mau ketemu gebetan aja heboh setengah mampus.
TIN!
Pandangan mereka berdua langsung tertuju pada Yeji yang sudah tiba di rumah Haechan dengan sepeda motor matic kebanggaannya. Haechan tersenyum menyambut, sedangkan Seungmin tersenyum kikuk.
Mereka bertiga duduk di teras rumah Haechan dengan posisi Seungmin dan Yeji duduk bersebelahan, sedangkan si pemilik rumah di depan mereka berdua.
Yeji tersenyum ketika melihat Seungmin kelihatan malu-malu. Membuat Haechan makin gemes dan ingin sekali menjedotkan kepala Seungmin ke dinding.
"Jadi gue pertama kali tahu kalian diikutin waktu Haechan masuk ke kelas, dan gue merasakan ada hawa gak enak dari sana."
"Waktu gue lihat, ternyata di belakang lo itu ada noni-noni yang gue maksud tadi pagi. Dia senyum ke lo nyeremin banget, sampe bikin gue ketakutan setengah mati."
"Kalo Seungmin, waktu itu gara-gara gue gak sengaja papasan sama lo di kantin. Dan secara gak langsung, gue lihat noni yang ngikutin Haechan juga. Jadi intinya, dia di belakang kalian di manapun berada."
Haechan dan Seungmin yang awalnya biasa saja mendengarkan penjelasan Yeji, langsung merinding ketakutan. Berarti selama ini, mereka diikuti oleh Madam dimana pun dan kapan pun.
"Jadi, gue sama Haechan harus ngapain? Sakit tau, terus-terusan diikutin sampe mimpi buruk," ujar Seungmin yang sepertinya sudah menyerah dan tidak peduli dengan rasa takutnya.
"Lo pertama kali ketemu noni-noni itu di mana?" tanya Yeji penasaran.
"Rumah tua deket pos kamling, RT sebelahnya Seungmin." Yeji mengangguk mengerti kemudian menghembuskan napas pelan karena kasihan dengan nasib temannya ini.
"Mungkin dia ganggu lo soalnya cari perhatian. Kalo gak gitu, lo nya yang cari gara-gara kayak nyeletuk asal atau gak salam dulu waktu lewat sana."
Baik Seungmin maupun Haechan menunduk membenarkan ucapan Yeji. Memang sih, waktu itu mereka tidak salam ketika lewat sana ditambah pulang di waktu Maghrib.
"Ya udah, karena gue pernah diganggu kayak kalian, dengan senang hati bakal gue bantu tanpa imbalan. Sekarang rencakan, kapan lo pada ke sana minta maaf?"
Seungmin dan Haechan langsung sumringah kembali dan mengusak rambut Yeji saking berterimakasihnya. Bahkan Haechan sampai ingin memeluk gadis itu, namun langsung ditabok oleh Seungmin.
Tanpa mereka bertiga sadari, Madam berada di belakang memperhatikan setiap detail rencana yang dibuat.
***
Let's meet with the team!
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Behind the scene
"GAK USAH DEKET-DEKET GUE,CHAN!" "SEUNGMIN, LO TERLALU MEPET!" "JI, GAK USAH GAYA KEK GITU DONG!" "SUKA SUKA GUE LAH!" "LO KOK BACOT BANGET SIH,CHAN!"