09. Lorong

2.5K 547 81
                                        

"INI DI MANA!?"

Yeji terpekik kaget ketika ia bangun di sebuah lorong sepi nan gelap. Ditambah hawa dingin dari lantai menyerap masuk ke dalam tubuhnya, membuat Yeji sedikit menggigil.

Dengan hati-hati, ia meraba dinding lorong untuk mencari jalan keluar. Penerangan yang sangat minim ini menghambat perjalanan Yeji. Belum kalau dia di-jumpscare oleh penampakan-penampakan seram di sini.

"Anyink!" Yeji berseru kaget ketika ada gaun pengantin tergantung di depan pintu kamar.

Dirinya ngedumel tidak jelas sambil menarik-narik gaun pengantin itu. Sampai tiba-tiba, lantai yang dipijaknya terbuka hingga membuat Yeji terperosok ke bawah.

SRAKK BRUKK

"ADUH!" Setelah terjatuh sampai bawah, Yeji merasakan kalau badannya hampir remuk dan banyak sekali luka lecet di kulitnya.

Namun bukan itu saja yang Yeji rasakan, ruangan tempatnya sekarang sangat aneh dan terkesan menyeramkan. Berbagai peralatan sihir, tulang-belulang bergantungan, dan jangan lupa bau anyir menusuk hidung, membuat perutnya mual ingin muntah.

Tempat ini seperti ruang penyiksaan lorong ruang bawah tanah. Terbukti dari banyaknya sel-sel penjara dan alat penyiksaan tergeletak dimana-mana.

Yeji bergidik ngeri menahan rasa remang di tubuhnya. Sesekali ia mencoba tidak menatap penjara-penjara itu karena banyak penampakan dilihatnya. Bahkan ada juga mayat yang masih utuh dengan kulitnya dikerubungi belatung.

"Hahahahahaha..."

Dari kejauhan, ia dikagetkan dengan suara ketawa Madam. Yeji langsung panik kalang kabut dan segera mencari tempat bersembunyi. Namun hasilnya nihil, yang dirinya temukan hanya penjara. Dengan berat hati, gadis itu langsung masuk ke salah satu sel kemudian bersembunyi di bawah tempat tidur.

'BGST!' Yeji berusaha menahan jerit ketika dirinya kaget melihat mayat yang matanya melotot di bawah tempat tidur.

'Lo kalo gerak, gue pukul! Madam, cepet minggir dong!' Gadis itu makin panik ketika mayat itu bergerak karena tertendang kakinya sendiri.

"Where are you, girl?"

Suara Madam yang kian mendekat makin membuat Yeji panik. Ia menutup mulutnya rapat-rapat sambil menahan tangis. Ditambah mayat di sampingnya bergerak-gerak sendiri.

Setelah dirasa Madam telah pergi, Yeji keluar dari tempat persembunyian dan langsung berlari meninggalkan tempat itu.

Di tengah berlarinya, Yeji melihat cahaya dari sebuah pintu. Kemungkinan besar itu jalan keluar dari ruangan penjara ini. Sampai akhirnya dirinya berhasil keluar dari sana dan bertemu dengan Haechan.

"HAECHAN!" seru Yeji senang sambil berlari mendekati temannya itu.

"YEJI, AWAS!"

Tiba-tiba Haechan berlari cepat ke arahnya kemudian langsung memukul dan menendang sesuatu di belakang.

BRUKKK

Ketika menoleh ke belakang, ia kaget melihat mayat yang tadi dirinya temui, tergeletak kaku setelah dihajar Haechan.

"Lo gapapa kan?" Setelah menghajar mayat tersebut, Haechan langsung menenangkan Yeji yang kelihatan masih shock.

Yeji hanya mengangguk lemah kemudian menangis di dada Haechan. Membuat laki-laki itu makin bersalah karena melibatkan orang lain ke dalam masalahnya.

"Seungmin di mana?" tanya Yeji dengan nada masih sesunggukan.

"Makanya, ayo kita cari Seungmin. Tuh anak pasti ada di sekitar sini," ujar Haechan dengan mantap.

Sebenarnya Yeji masih trauma kalau harus kembali masuk ke dalam lorong penjara itu, tapi firasatnya mengatakan kalau Seungmin ada di sana juga.

"Ya udah, A--"

"HUWAAAAA!!!!!"

Belum selesai Yeji ngomong, mereka berdua dikagetkan dengan suara teriakan Seungmin dari arah lorong penjara.

"SEUNGMIN!"

***

[A/N]

Part siapa yang paling serem dan bikin takut?

Haechan

Seungmin

Yeji

Madam ✔️Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang