[GTae | Freelance]
End: 12 September 2020 [✓]
Memiliki rahasia besar yang konyol, membuat Taeyeon benci dirinya sendiri. Kupu-kupu bisa keluar dari mulutnya saat berbicara ketulusan? Terdengar tidak masuk akal, bukan?
Namun, rahasia itu diketahui Kw...
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Menghindar dari Jiyong dan Taeyeon yang bermesraan, Seungri lebih baik kembali ke kamar saja. Tapi, sudah membuka pintu kamar, ia memutuskan kembali ke ruang tamu. Ingin tahu apa yang terjadi pada mereka selanjutnya. Penasaran.
Maka, Seungri pun mengintip mereka hati-hati dari balik dinding. Kenapa mereka tampak berubah menjadi serius?
Gertakan Jiyong pada Taeyeon membuat Seungri terkesiap. Mereka bertengkar? Padahal baru saja mereka baik-baik saja.
Tunggu. Sebenarnya apa yang mereka bicarakan? Kenapa Jiyong menyebut-nyebut mimpi Taeyeon yang menghilang? Kemampuan Taeyeon apa yang Jiyong maksud? Siapa Kim Hyunjoong?
Kecewa, Taeyeon melangkah pergi melewati Jiyong begitu saja menuju pintu apartemen. Dan seketika itu air matanya jatuh.
Seungri heran, kenapa Jiyong tidak mencegah Taeyeon? Sebenarnya siapa yang berhak marah? Melihat Taeyeon menutup pintu yang menimbulkan bunyi keras sebab marah membuat Seungri merinding. Ia belum pernah melihat seorang Kim Taeyeon semarah itu.
Susah payah Seungri menelan ludah melihat kejadian tak terduga dari couple romantis nan manis ini.
Cukup untuk menguasai dirinya dan merasakan situasi hening serta kemarahan Jiyong mereda, Seungri melangkahkan kaki menghampiri Jiyong. Ada perasaan takut karena mungkin ia akan jadi pelampiasan. Tapi, sudahlah, ia juga sudah biasa menerima ini dari member-member lain. Nasib menjadi anggota termuda.
Jiyong menoleh membuat Seungri membeku. Tatapan G-Dragon yang menakutkan terlihat sekarang di matanya. Kata-kata yang ia siapkan untuk mencairkan suasana hilang semua sudah.
“Kau....”
Diabaikan.
Jiyong malah melenggang pergi meninggalkan Seungri yang berusaha setengah mati mencari cara menghibur Jiyong.
Apa salahnya? Ia salah bicara? Padahal belum juga satu kalimat.
Sedang memakai arloji di pergelangannya dalam kamarnya kala Yuri masuk dengan mood yang sangat baik. Pasti. Karena, Youngbae baru saja mengobrol dengannya.
“Oppa, mana Taeyeon eonni? Aku cari tidak ada.”
“Pergi duluan.”
“Aku ditinggal?” kaget Yuri. “Ah, jahat sekali. Dia janji akan pergi ke SM bersamaku.”
“Minta antar Youngbae kalau begitu,” datar Jiyong yang menyibukkan diri memakai jaket dan mengambil kacamata.
“Tidak mau, pasti dia lelah. Kau saja, ya?” rayu Yuri manja dengan senyum ringisnya.