(6) Teman-teman Brownies.

41 9 4
                                        

Hari ini Brownies mengajak Dami untuk bertemu dengan teman-temannya. Gadis itu sangat bersemangat karena ingin segera melihat bagaimana teman-teman Brownies. Dami mengira kalau makhluk seperti Brownies ini hanya hidup sendiri. Tapi ternyata mereka juga memiliki teman seperti manusia pada umumnya. Intinya mereka hidup berkelompok dan jumlahnya juga tidak bisa di bilang sedikit.

Kini Dami sedang membersihkan kamarnya agar nanti teman-teman Brownies merasa nyaman.

"Nggak usah se-spesial ini kali. Mereka itu gila. Nanti kamu nyesel loh," Brownies memberi peringatan.

Dami tak menggubris peringatan Brownies, ia malah balik bertanya dengan semangat.
"Kapan mereka datang?"

Brownies menghela napas.
"Sebentar lagi."

Tak lama setelah itu, terdengar suara  percakapan banyak orang. Dami tersentak kaget karena suara itu muncul tiba-tiba. Namun setelah Brownies menjelaskan kalau itu adalah teman-temannya, gadis itu jadi tenang.

"SATU DUA SATU DUA SATU DUA! BERHENTI GRAK!"

Teman-teman Brownies nampak lucu dengan menggunakan pakaian warna-warni. Mereka berbaris layaknya sedang mengikuti lomba paskibra. Pipi mereka berwarna merah seperti menggunakan blus on. Sangat menggemaskan.

"Hormat grak!" seru salah satu dari mereka yang membuat Dami terkikik geli.

"Tuh kan mulai ga jelas," ucap Brownies sambil menepuk dahinya.

"Hallo Brownies! Dah lama kita nggak ketemu. Kami kangen banget sama kamu," ucap yang berkulit paling coklat dari yang lain sambil memeluk tubuh Brownies.

"Jangan peluk-peluk Black forest!"

Mendengar itu Dami langsung bingung.
"Black forest?"

Lelaki tadi menatap Dami dengan riang.
"Oh! Hallo namaku Black forest. Aku adalah yang paling ganteng dari mereka, aku juga imut, manis, dan baik hati," katanya dengan kepercayaan diri yang di atas rata-rata sama seperti Brownies.

"H-hallo juga. Aku Dami Rawnie," balas Dami seadanya.

Lelaki yang bernama Black forest tadi berseru kembali.
"GEMASNYAA! Pantesan Brownies suk--"

Kalimat Black forest terputus karena tiba-tiba Brownies membekap mulutnya.
"Diam!"

Black forest terus berusaha lepas dari Brownies. Tidak ada cara lain selain menggigit tangan Brownies, batin Black forest.

"ADUUUUUUH!!"

"Kurang ajar! Sini kamu Black!" teriak Brownies yang wajahnya sudah merah padam.

"Nama aku Black forest! Inget, Black forest yang paling ganteng-- et et gak kena."

Brownies melemparkan buku Dami pada Black forest, tapi dengan gesit Black forest menghindar. Terjadilah aksi kejar-kejaran.

"Selamat siang tuan putri. Kenalkan namaku Lamington, aku suka dengan gadis manis kaya kamu. Aku ramal kita akan berteman."

Lamington melemparkan senyum menawan pada Dami. Hal itu membuat pipi Dami merah. Dami akui kalau Lamington ini sungguh manis. Senyumannya yang lebar ditambah dengan giginya yang rapi, membuatnya semakin menawan.

"Lamington gercep banget kaya the flash. Beda kaya kamu Brow, lambat kaya siput," celetuk yang badannya paling kekar.

Dami bingung kemana arah pembicaraan mereka. Gadis itu menundukan kepalanya malu. Ternyata mereka sungguh jauh diluar ekspektasi Dami. Dami kira mereka akan diam dan tak banyak tingkah, eh malah sebaliknya.

Makhluk aneh [End]Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang