🍁🍁🍁
Bel istirahat berbunyi nyaring membuat para murid yang kelaparan bersorak ria dan berbondong-bondong menuju kantin.
Sani, ia belum beranjak dari bangkunya teman barunya Indah ia suruh pergi duluan. Sesekali matanya melirik kearah Aska dengan ragu.
"Uufftt.. lo harus berani Ray, itu buku diary lo. Oke,"ujarnya pelan perlahan ia bangkit lalu berjalan kebangku Aska.
"Kantin yok,"ajak Gio. Mereka pun beranjak menuju kantin namun urung saat Sani berdiri dihadapan mereka tepatnya Aska.
"Lo.. yang dirumah sakit itu kan?"tanya Sani basa-basi.
"Oo gw tau, lo yang salah kamar kan?"tanya Arfan.
"Heheh.. kenalin nama gw Sani,"kata Sani sambil mengulurkan tangannya kepada Aska.
"Bukannya lo Raya ya klo gw ga salah denger,"ujar Gio.
"Itu cuma orang yang deket sama gw yang manggil gw Raya,"jawab Sani.
"Aska,"balas Aska tanpa membalas uluran tangan tersebut.
"Ou oke, mmm.. buku diary gw ketinggalan dikamar lo, mm dan pastinya ada di lo kan? Gw minta balik,"pinta Sani.
#eh.. Sani Raya itu sama orangnya ya. Ngertilah ya. Emm.. Ita pake nama Raya aja ya biar ga pusing.
"Gw ga pegang,"kata Aska.
"Lo pasti liat lah.., ayo dong balikin,"pinta Raya.
"Gw bilang gw ga pegang. Lo coba cari aja ke rumah sakit sana,"
"Udah. Tapi ga ada, pasti lo yang ambilkan?"tanya Raya sedikit memaksa.
"Ga. Dibuang kale ke tong sampah, udah ah bang ayo kekantin,"ajak Aska lalu pergi meninggalkan Raya sendiri.
"Iii Aska... Askaaa.. wooyy..,"teriak Raya. Tak mau menyerah Raya menyusul Aska.
"Askaa..,"panggil Raya sambil menarik tangan Aska membuat Aska berbalik menghadapnya.
"Setidaknya kasih tau gw kalo buku diary gw ada di lo,"ucap Raya.
Aska merotasikan matanya malas. "Iya iya diary lo ada di gw tapi dirumah ga gw bawa,"kata Aska.
"Yaudah deh, besok lo bawa ya,"perintah Raya dibalas gedikan acuh oleh Aska.
"Kita nyamuk nih bro,"kesal Arfan.
"Kita? Lo aja kale,"ledek Gio.
"Sialan lo,"umpat Arfan.
Tak
"Lo ngomong kasar lagi gw bunuh lo," ancam Gala setelah menjitak kepala Arfan. Ya kalo lagi eling Gala bakal marah kalo ada yang ngomong kasar apa lagi ada Aska.
"Iya maappp..,"
Mereka kembali berjalan namun baru beberapa langkah Gio membuka suara membuat mereka menghentikan langkahnya.
"Lo, ngapain ikut kita?"tanya Gio yang tertuju pada Raya.
"Gw? Gw ga ada temen ga kenal juga. Gw cuma tau Aska jadi gw ikut dia,"jawab Raya polos.
"Idih.. gw kenal lo aja kagak, pergi sana,"usir Aska.
"Lo manis-manis ga ada hati ya, gw kan baru disini. Oh ayolah gw ga punya temen,"ucap Raya.
"Ya temenan lah sana,"suruh Arfan.
"Udah, kan sama kalian,"jawab Raya.
"Ya gak sama kita juga neng," sarkah Arfan.
"Emang kenapa sih?"kesal Raya.
"Liat mereka,"ucap Gala dingin sambil mengangkat dagu menunjuk sekeliling mereka. Banyak mata yang menatap mereka tajam lebih tepatnya ke arah Raya.
KAMU SEDANG MEMBACA
Cerita Aska✔end
Teen FictionIni hanya cerita tentang seorang anak yang tiba-tiba menjadi sebuah bayangan dikeluarganya. Ada namun tak dilihat, bersuara namun tak terdengar apa keluarganya ini buta dan tuli? 🚫kekerasan dalam keluarga (KDRT) 🚫setelah baca jangan durhaka, ingat...
