my juli

21 3 0
                                    

Petir menyambar dengan keras.
Tiba-tiba aku terbangun.
Berusaha menggapai-gapai ingatanku
Ini bukan kamarku.
"Aku dimana?"
"Kamu lupa? Ini apartemenku!"
Sosok besar menjulang tinggi di depanku

"Kamu"
"Kamu terbangun! Tenang lah. Aku ada disini."
Sembari menyingkapkan selimut dan tenggelam didalamnya.
Aku bersandar
Ia pun ikut bersandar dan mencoba menggapai pipiku.
"Kamu takut?"
Dia pun mengambil tanganku dan menarikku dalam pelukannya.
Aku membeku.

Ini hangat dan menenangkan jiwaku yang rusak.
Aku mendengar detak jantungnya memacu
Feeling butterfly in my stomach
"Kenapa?"
"Aku ingin berbaring"
Kami pun tertidur tetapi sekarang dia tidak memelukku.
Aku tidak bisa tidur
Waktu menunjukkan pukul 2 pagi kota New York

"Kenapa kamu gelisah?"
"Ah, tidak. Aku cuma tidak bisa tidur lagi setelah terbangun"
"Tidak apa-apa, itu cuma petir"
Lalu dia menarik ku dalam pelukannya.
Aku tidak mau munafik, ini nyaman.
Apakah aku sudah benar-benar. Ah.. tidak
Tapi ini menyenangkan tidur dalam pelukannya, membuatku aman. Aku sudah menghabiskan massa dewasaku tanpa melakukan ini dengan siapapun.

Green-eyed MonsterTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang