Pengakuan

29 5 0
                                    

Follow akun wattpad aku sebagai dukungan. Terimakasih. Selamat membaca.
-------------------

Aku bukan wanita yang suka bangun pagi. Namun, aku suka berolahraga pagi hari untuk terkena sinar matahari pagi yang menyehatkan.

Gordenku sudah dibuka. Mom berdiri menjulang di hadapanku.

"Sayang, kamu sakit?"
"Seperti bukan dirimu. Bangun tengah hari"

Aku mengerjapkan mataku. Menyipitkannya. Sinar matahari begitu terang masuk kedalam ruang tidurku. Hidungku tersumbat. Sepertinya aku akan terkena flu. Aku harus terkena sinar matahari supaya virus flu tidak menjangkitiku, lalu membuat hariku jadi lengkap.

Kakiku sudah baik-baik saja. Aku bersyukur. Aku berpikir dimana Carry. Namun, mom seperti bisa membaca pikiranku.

"Carry sudah menunggumu dibawah. Mom sengaja membuatnya menginap"

Aku mendengus "Aku mandi dulu"

"Jangan biarkan dia menunggu lama sayang"

"Iya mom"

Aku memilih berendam di bathtube. Menambahkannya dengan minyak wangi Chanel 05 untuk fragrance. Dan memberi sabun pada bathtube untuk memberi busa. Ini mengingatkanku pada saat aku kecil. Aku suka mandi dengan banyak busa.

Aku bersantai sejenak. Merenungkan kembali hari-hariku sebelum aku bertemu dengan Carry. Aku tidak pernah memiliki hubungan atau dekat dengan seorang pria sebelumnya. Ini baru. Pengalaman baru bagiku.

Aku menjadi pulau asing yang tak terjamah setelah mengetahui aku sudah dijodohkan. Bahkan sejak aku lahir kedunia. Ini sangat mengganggu. Aku tidak yakin. Aku dengan seorang pria, akan cocok dengan waktu yang lama. Aku selalu ragu terhadap pria. Nah, sekarang aku mengakuinya.

Aku membasuh tubuhku dan mengeringkannya. Berharap ini cepat. Aku memakai jeansku dan hoodie. Dengan rambut ekor kudaku. Aku memakai dior addict warna merah muda, untuk bibirku dengan eyeliner kurasa ini cukup.

Aku menuruni tangga. Tidak ada siapapun di meja makan selain Dad. Ini sudah waktunya sarapan. Mom melintasiku.

"Mom bolehkah aku sarapan duluan" Dad fokus dengan celana pendek kaos oblong yang duduk di depanku.

"Dad bagaimana kasus persidangan kemarin yang sudah terkenal seantero Paman Sam, tentang kecurangan pemilu itu?" Tanyaku pada ayah tiriku yang sedang menatap Koran New York Time edisi hari Minggu, dengan kacamata yang bertengger pada hidung elangnya.

"Banyak tekanan sayang" jawabnya dengan tatapan masih tertuju pada Koran.

Dad adalah seorang pria pendiam dan dingin. Mungkin karena dia seorang Ketua Hakim Mahkamah Konstitusi di Negara Adidaya Paman Sam. Yang mendominasi dan menancapkan kekuasaan pada Negara lain. Dan Rusia adalah Negara yang sensitif. Karena perbedaan ideologi. Tidak heran penguasa begitu saling menatap tajam. Untuk mengumpulkan Negara yang pro pada ideologi mereka keduanya. Dan ada satu Negara lagi yang menjadi sensitif penguasa Paman Sam yaitu Cina. Dan kakekku seorang Amerika yang pro Cina. Buktinya dia menjodohkanku dengan keturunan Cines. Ada apa dengan dunia ini.

Aku menggeleng-gelengkan kepala "Dad, aku diganggu pria asing namanya Carry" ucapku setelah tiba-tiba aku lihat pria itu berjalan menuju arahku. Daddy mulai tertarik kearahku dan menyimpan korannya.

"Whats going on baby?" Tanyanya dengan nada khawatir.

"Mr Harrold, selamat pagi. Bisakah saya bicara dengan putri anda" ucapnya sopan setibanya disampingku.

"Sayang daddy pergi dulu. Kalian silahkan bicara" dad berlalu meninggalkan kami. Dan Carry duduk disebelah kananku di meja makan dan berkata "Miss Miyura Keyli Harrold"

Green-eyed MonsterTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang