Khaila tersenyum manis berjalan menuju rumahnya, jangan berfikiran jika keluarga Edlyn tidak membayar supir. Mereka tidak menggunakan itu, dan Khaila memilih untuk menaiki bus saja dan berjalan sedikit hitung-hitung untuk membakar lemak yang bersarang di tubuhnya, hari ini proposal skripsinya di terima oleh dosennya. Sambil memegangi tali selempang tasnya ia merasa lega setidaknya 4 kali di tolak dan revisi berakhir sudah.
Sraaaaak!
"PENCURII!!!" pekik Khaila ketika tasnya di ambil, ia tidak mempermasalahkan barangnya tapi file skripsinya ada di laptop itu.
Berlari sekuat tenaga mengabaikan lengannya yang sudah luka akibat pisau yang dibawa oleh si pelaku.
Tanpa menyerah lagi pencuri itu berlari keluar dari daerah perumahan menuju bangunan tak selesai alias bangunan sengketa yang terbengkalai.
Memegangi lututnya yang gemetar karena kelelahan. Khaila tak melihat pencuri bahkan siapapun disini.
Ia ingin menangis, bagaimana ia mencari lagi semua data yang ia kerjakan bahkan sampai tidak tidur.
Dirinya mulai ketakutan kala sebuah langkah kaki berhenti dibelakangnya.
Membulatkan matanya panik, Khaila sudah berfikir ini pasti pencuri tadi, pasti dia akan berakhir disini dengan kondisi mengenaskan.
Orang yang berada di belakangnya menepuk pelan punggung gadis itu yang tampak ketakutan dan bergetar.
Puk puk
"MOMMYY DADDY!!!!!" Pekik Khaila kemudian berlari sekencang mungkin meninggalkan tempat tadi.
Pria itu, mengernyitkan dahinya bingung ketika ia sudah berhasil merebut kembali tas gadis itu.
"Padahal mau di balikin ini". Pria itu mengamati tas bewarna hijau gelap itu. Kemudian kembali ke mobilnya yang berada di depan gedung.
"Baek, jadi mau di apain ni orang?" Tanya rekannya Jongin yang tengah mencengkram erat baju pencuri yang tak berbentuk akibat pukulan Chanyeol.
"Telfon polisi, langsung masukin penjara aja, beraninya sama perempuan". Baekhyun melewati pencuri itu begitu saja kemudian memasukkan tas perempuan tadi kedalam bagasi mobilnya.
"Udah di telfon sama si Taeyong tadi". Balas Chanyeol kemudian mengangguk. Kemudian Baekhyun masuk kedalam mobilnya.
"Bawa masuk aja bang ni orang". Balas Taeyong, dibalas anggukan oleh Jongin kemudian mendorong pelaku masuk.
Mereka pun akhirnya menyelesaikan penyelamatan tak terduga.
**
TOK TOK TOK
"Heh, pelan pelan honey, kamu kenapa sih sayang, astagaa.." Hanna sang Mama melihat kondisi sang anak yang berantakan tampak terkejut dan memeriksa kondisi sang putri.
"Mommy....hueeeeee". Khaila memeluk sang mama sambil menangis terseduk seduk.
"Hey hey, kamu kenapa, ayoo cerita ini juga kenapa kamu sampe kotor kayak gini".
Masih sesegukan, Hanna membawa putrinya masuk disambut oleh Bibi Jeon pekerja rumah tangga itu membawakan baskom dan kotak P3K.
Hanna mengobati luka kecil di pergelangan kaki Khaila, gadis itu baru saja merasakan nyeri di kakinya
"Kamu jatuh dimana sayang?" Hanna menutup kotak P3K. Putrinya masih menatapnya dengan sedih.
"Aku di rampok Mom, maaf tapi semua file skripsiku disitu" Khaila menangis menghapus air matanya sedangkan Hanna tampak terkejut setengah mati setelah mendengar cerita putrinya.

KAMU SEDANG MEMBACA
Adore You • Baekhyun Present
Hayran Kurgu"Aku menerimamu, sesingkat itu karena kehangatanmu dalam menerimaku"