Sekali tangan Jaehyun mengenai musuh, bisa dipastikan besok akan ada kabar seorang patah tulang tanpa alasan valid yang menjurus padanya.Dialah, Jung Jaehyun. Dia akan menumpas apapun itu yang menurutnya salah, terlebih masalah ketidakadilan, Jaehyun pasti akan maju paling depan. Hampir tak ada kekalahan dalam riwayat 'membela keadilan' nya itu. Terlebih lagi laporan kepada guru. NIHIL baginya masuk BK.
...
"Kembaliin atau lu berurusan sama gue" ucap Jaehyun pada segerombolan cewek yang sedang memalak temannya.
"Seberani itu lo, Jung Jaehyun?" tantang salah satu cewek yang bisa dibilang bosnya itu, Nayeon.
"Lu pikir gue kagak berani dengan seorang cewek pembully macem lu, huh?" balasnya dengan mencengkeram tangan cewek itu.
"Lepasin, apaan sih! lo itu psikopat apa!" hardik Nayeon mencoba melepaskan tangannya dari cengkraman Jaehyun.
"Kasih dulu tuh duit yang lu ambil" seru Jaehyun.
Nayeon memberikannya pada cewek korban bullyannya tadi. Setelah gerombolan mereka pergi, Jaehyun membantunya berdiri karena gerombolan itu mendorongnya ke lantai. Jaehyun melirik nametag nya, dia bernama, Rosé.
"Ga perlu, lo jahat!" sergahnya menepis tangan Jaehyun.
"Ha?" cewek bernama Rosé tersebut meninggalkan Jaehyun dengan tanda tanya besar.
Bukannya gua yang nolongin? kenapa gua yang jahat, aneh banget - batin Jaehyun
...
"Hai Rosé, ketemu lagi" sapa Jaehyun dengan senyumnya yang khas
Rosé menatap Jaehyun sinis lalu meneruskan mencari buku yang diperlukan.
Gue harus cepet pergi - batin Rosé
Jaehyun masih kebingungan.
Rosé telah menemukan bukunya dan akan bergegas keluar dari perpustakaan. Jaehyun menghadangnya.
"Hei, gua salah apa sih? apa di mata lo gue ini monster?" ucap Jaehyun
"Iya emang, lu ga sadar apa lu sampek main kasar gitu sama cewek"
Jaehyun mengangkat alisnya.
"Oh jadi maksud lo kejadian kemarin itu, hmm sebenarnya gue ga pengen juga ngasarin cewek, yaa gimana lagi, emang dia salah, pake omongan pun masih kagak mempan" jelas Jaehyun.
Rosé diam dan berlalu meninggalkan Jaehyun.
"Apa gitu doang? Lo ga pengen berterima ka.."
BUK!
"Brengsek, apaan sih bang" umpat Jaehyun yang tergeletak di tanah dengan seorang pria yang terus menonjoknya, Yuta.
Rosé menoleh lalu menghampiri Jaehyun yang telah penuh darah di mulutnya.
"STOP, PLEASE!!" teriak Rosé pada Yuta.
Seakan tuli, Yuta tak menghiraukan teriakan Rosé dan meneruskan pukulannya. Dengan berbekal separuh keberanian Rosé pun maju untuk menghadangnya agar tak memukul Jaehyun. Tapi semua tak berjalan mulus. Rosé terkena pukulan di wajahnya dan seketika pingsan di tempat.
Jaehyun melihat Rosé lalu segera bangkit untuk kembali memukul Yuta. Kali dia balas memukul Yuta atas nama Rosé yang sekarang masih tergeletak. Jaehyun memukulnya sampai Yuta setengah mau pingsan.
"Kita bisa selesein nanti bang, cepet pergi dulu atau gua laporin guru BK karna lu udah mukul cewek ga bersalah" ketus Jaehyun.
"Jangan berani-berani lu kabur dari gue Jae!" ucap Yuta sengit kemudian segera pergi.
Jaehyun seolah tak menggubris dan dengan segera membawa Rosé ke UKS.
"Apa dia tak apa bu?" tanya Jaehyun kepada dokter di UKS itu.
"Seharusnya tanyalah dirimu sendiri yang penuh luka itu, apa tak apa? Dasar kau ini. Dia tak mengalami luka serius, hanya memar di pipi dan luka di ujung bibirnya, udah ibu obatin, biar dia istirahat dulu" jelas dokter itu.
Rosé membuka mata perlahan dan melihat Jaehyun yang samar-samar terlihat penuh luka di wajahnya. Rosé menyentuh wajah Jaehyun dengan pelan.
"Lo gapapa?" ucap mereka bersamaan.
Mereka saling diam.
"Maaf" mereka berucap bersamaan lagi.
"Maaf karena gue nganggep lo jahat tanpa tau alasannya dan sekarang lo malah nolongin gua" ucap Rosé mengawali.
"Haha, buat apa, udah sewajarnya kali, gue juga minta maaf karena pertengkaran gue tadi lo jadi terluka" balas Jaehyun.
"Gue yang ngelibatin diri, Jae! Lo ga harus minta maaf, sebenernya gua juga.. awh" rintihnya karena luka di bibirnya belum kering benar.
"Nah kan, udah diem aja, kita sama-sama salah, lihat luka lo itu, berdarah lagi kan" tukas Jaehyun
"Lebih parah lo" balas Rosé tak kalah ketus.
Jaehyun tak menghiraukan dan berlalu mengambil tisu untuk membersihkan luka Rosé yang kembali berdarah.
...
Setelah kejadian itu, Rosé dan Jaehyun berteman dekat. Tak heran kadang mereka sering kemana-mana bersama, bahkan di toilet pun mereka kadang saling menunggu, bisa dibilang mereka ini ttm.
"Udah?" tanya Rosé yang sedari tadi menunggu Jaehyun keluar dari toilet.
"Yoi,.." jawab Jaehyun
"Yok ngantin" ajak Rosé menarik tangan Jaehyun.
"Eh Rosé, tunggu bentar" tahan Jaehyun dan menarik Rosé kembali ke toilet pria.
"Jae! lo sinting? kalo kebelet lagi bilang kali, ga usah ajak-ajak gue" ketus Rose pelan
"Halah, lagi sepi juga. Gue cuma mau ngomong kalo gue suka sama lo" ungkap Jaehyun
WHAT?! Apa ga salah, nembak di toilet, ga sweet banget nih orang - batin Rosé
"Ha? Sejak kapan sukanya?" tanya Rosé agak geli karena suasananya sangat tak mendukung.
"Udah lama sih, lupa pas kapan, jadi.. diterima ga?" tanya Jaehyun balik dengan mata berbinar
Rosé diam cukup lama
"Hei, lo mikir jawaban apa mikir utang, lama bener" tukas Jaehyun karena tak sabar
Rosé tertawa lalu mengangguk mantap yang berujung berpelukan dan tak lupa Jaehyun mencuri kesempatan dengan mencium bibir Rosé singkat.
"WOI, UDAH NGAPA PACARANNYA, DARITADI GUA DENGER KAMPRET" sela seseorang tiba-tiba muncul dari bilik kamar mandi yang membuat Rosé terkesiap untuk segera keluar.
TBC.

KAMU SEDANG MEMBACA
(Boy)friendable | NCT #127
FanfictionPara remaja labil yang dihadapkan perihal masing-masing kisah cinta mereka. [ft. Winwin] Started 2020, July 7th Cover by: ©Redbubble on Pinterest