Seperti hari biasa, setelah Jungwoo menyelesaikan kelasnya dia bergegas ke ruang siaran, tak lupa dia juga menyapa teman-temannya, semua tak ada yang luput dari sapaan Jungwoo.
Jungwoo memang sangat ramah dengan temannya, dia sering mengencani teman perempuannya tanpa ada satupun yang dipacari, karena hal itu terkadang temannya banyak yang minta pertanggungjawaban karena terbawa perasaan dengan kebaikannya, meskipun begitu, Jungwoo tak terlalu mempermasalahkannya dia mencoba enjoy dengan kehidupannya yang sekarang dan akan terus berbuat baik walau dia tau akan berujung baper oleh yang lain.
Saat siaran pun dia tak tanggung-tanggung membuat para cewek menjerit karena logat bicaranya yang begitu imut
"Thanks kalian udah sempetin denger suara Jungwoo yang imut ini, see u next time" Jungwoo telah mengakhiri siarannya untuk hari ini tanpa Johnny, dia memilih waktu lebih awal karena dia ingin menyempatkan makan sebelum kelas selanjutnya dimulai.
"Astaga, siapa lu? sejak kapan disini?" Jungwoo terkejut karena tiba-tiba di ruang siaran ada cewek dengan rambut sebahu membungkuk di depannya memberikan sebuah kotak kado untuknya.
"Buat kamu! Tolong diterima" setelah bicara begitu si cewek tadi kabur tanpa melihat ekspresi muka Jungwoo sekarang.
Jungwoo terlihat tegang dengan sebelah alis mengangkat keatas mengikuti arah cewek tadi kabur. Jungwoo tak sempat melihatnya karena cewek tadi terlalu membungkuk hingga rambutnya menutupi wajahnya dan sekarang dia malah pergi.
"Woo, makan kuy" WinWin datang dengan menepuk bahu Jungwoo lumayan keras
"Eh iya apa bang? Makan? Ah iya ayo"
"Lha, lu ngelamun? mikirin apaan sih" mata WinWin beralih pada kotak kado yang dibawa Jungwoo
"Gua tau, pasti dari cewek kecengan lu kan?" tebak WinWin dengan menyenggol bahu Jungwoo.
"Ga bang, gua juga gatau nih tiba-tiba ada cewek yang kayaknya daritadi nungguin gua disini tapi guenya ga nyadar terus dia ngasih ini ke gua eh sekarang dianya kabur"
"Halah bukanya nanti aja di kantin, lu habis ini juga ada kelas kan?"
"Iya sih, eh tapi lu tumben bang ngajak gua, biasanya juga sama Bang Jaehyun"
"Si Jaehyun lagi nyebokin pacarnya tuh di toilet"
"Eh anjir, yang bener aja lu bang"
"Beneran gua, si Rosé tadi tiba-tiba kedatangan tamu tak diundang, dia gaada persiapan, terus karena toilet lagi sepi gaada kaum cewek jadi Jaehyun dah yang repot sendiri nyariin buntelan buat tamunya Rosé" jelas WinWin enteng
"Lho tamunya Mbak Rosé kenapa dikasih buntelan bang? Apa ga dikasih makan aja gitu" tanya Jungwoo polos
"Harusnya ya.."
Karena obrolan receh di lorong, tak terasa mereka akhirnya sampai di kantin kemudian memesan makanan, selagi menunggu, Jungwoo berinisiatif membuka kotak yang diberi cewek rambut sebahu tadi. Dia melepas pita yang terikat di kotaknya, setelah terbuka Jungwoo maupun WinWin kembali dibuat bingung perihal isi kotak itu yang ternyata penuh dengan lipatan kertas berbentuk bunga, Jungwoo teringat pada sesuatu tapi dia tetap meneruskan menggeledah kotak di depannya. Arloji impiannya beberapa bulan yang lalu tapi tak pernah terwujud, dia tak menyangka akan menerima barang itu di tangannya sekarang, padahal ulang tahunnya telah lewat bersamaan dengan arloji impiannya.
"Rolex bre, doi tajir bener" takjub WinWin mengelus arloji di tangan Jungwoo.
Jungwoo membalik badan WinWin sembari mencengkeram lengannya "Oke bang, sekarang gua tau dia siapa", WinWin yang merasa risih itu langsung menepisnya bersamaan dengan pesanan mereka yang telah datang. Mereka makan dengan lahap, terutama Jungwoo.
TBC.
KAMU SEDANG MEMBACA
(Boy)friendable | NCT #127
FanfictionPara remaja labil yang dihadapkan perihal masing-masing kisah cinta mereka. [ft. Winwin] Started 2020, July 7th Cover by: ©Redbubble on Pinterest
