Tanpa menunggu kelas kosong, Jungwoo dengan cepat menuju ke gerbang sekolah untuk menunggu perempuan yang selama ini dia cari dan mungkin akan dia lupakan juga kalau-kalau dia sebelumnya tak kembali. Tapi Jungwoo yakin, perempuan yang memberi dia hadiah kemarin adalah Sakura, teman masa kecilnya yang ia sayang bahkan lebih dari teman.
Sekolah mulai sepi, hampir semua murid telah keluar. Jungwoo menajamkan penglihatannya siapa tau dia melewatkannya.
DUK!
"Maaf kak, ngga sengaja" seseorang menabrak Jungwoo karena saat itu jalan terlalu sempit hingga membuat buku si penabrak jatuh berserakan. Jungwoo membantunya, dia perempuan itu.
"Ngga perlu kak, biar aku aja" perempuan itu buru-buru membereskan bukunya dengan posisi kepala yang terlalu menunduk. Seperti sebelumnya, wajahnya terhalang rambut. Telah beres dengan bukunya, wanita itu pergi ke parkiran, yang dengan segera diikuti oleh Jungwoo karena Jungwoo yakin dialah orangnya.
"Ra!" panggil Jungwoo sedikit berteriak, merasa namanya dipanggil, dia terdiam tanpa menoleh, dia adalah Sakura.
"Sampai kapan kamu terus sembunyi? Apa kamu yakin bisa sembunyi sehebat itu? Cih. Bahkan aku gak lebih buruk dari kamu" ungkap Jungwoo yang selama ini menahan luapan hatinya. Sakura terlihat terisak dari belakang punggungnya. Jungwoo mendekatinya, kondisi parkiran sebelumnya memang sepi, Jungwoo bahkan berjalan dengan cepat sambil terus menatap Sakura, Jungwoo membalik badan Sakura agar menghadapnya. Ternyata Sakura telah sembab sedari tadi
"Iya emang, aku yang buruk kalo sembunyi dari kamu, kalo kangen kamu pun aku cuman bisa natap dari jauh, lihat kamu yang selalu seneng-seneng sama hampir semua perempuan di sekolah ini hiks-" Sakura berniat melanjutkan bicaranya jika air matanya tak terus mengalir seperti ini.
"Maafin aku Woo, aku gak bermaksud pergi tanpa pamit saat itu, aku takut kalo kamu tau kepergianku kamu malah akan sedih dan gak semangat, jadi aku pergi tanpa sepengetahuan kamu hiks~ hiks~ Maafin aku.. aku kangen banget sama kamu sampai-sampai aku gak tahan ngeliat kamu sama cewek lain hiks~" Sakura terus menangis tanpa bisa ditahan, Jungwoo yang sedari tadi mendengarkan celotehan imutnya itu lalu memeluknya, Sakura membalas pelukan Jungwoo erat. Jungwoo sebenarnya ingin tertawa karna gaya bicara Sakura yang berubah jadi gitu, tapi hal tersebut tak menjadi halangan untuk mereka berdua saling merindu.
"Apa kau menyukaiku?"
"Tidak"
Jungwoo dengan pelan melepas pelukannya tapi hal itu ditahan Sakura.
"Lebih dari itu, bodoh. Aku cinta banget kamu"
Senyum Jungwoo merekah, dia kembali memeluk Sakura
"Aku juga, jangan pergi lagi! kau tau? aku hampir aja nyerah nyari kamu kalo kamu gak menghadiahiku kotak berisi lipatan kertas bunga dan arloji impianku itu. Terimakasih"
"Hal itulah yang aku lakukan untuk inget kamu, aku lipet banyak kertas berbentuk bunga sakura hasil belajar sama kamu dulu, dan itu emang sedikit ngeringanin kangenku sama kamu sih. makasih juga ya" Jungwoo membalasnya dengan mengelus puncak rambutnya.
"Woo! sepeda lu pinggirin dulu aelaah"
TBC.
KAMU SEDANG MEMBACA
(Boy)friendable | NCT #127
FanfictionPara remaja labil yang dihadapkan perihal masing-masing kisah cinta mereka. [ft. Winwin] Started 2020, July 7th Cover by: ©Redbubble on Pinterest
