Karena keluarga Mark memang tak membatasi siapapun masuk sirkuit, jadilah sekarang sirkuit begitu ramai. Ada yang ingin melihat penampilan manly seorang Mark yang imut, ada yang ingin memandang ketampanan Jaehyun bahkan ada yang hanya untuk sekedar berfoto doang.
"Lha ngapa lu di mari? dan ini..." heran Jaehyun melihat Nayeon dari atas hingga bawah karena sangat berbeda dengan Nayeon saat di sekolah.
"Dia ikutan Jae" sahut Taeyong sebelum Nayeon berniat menjawab, Taeyong menepuk pundak Nayeon pelan " Good luck".
Jaehyun yang sedari tadi bengong melihat interaksi antara Taeyong dan Nayeon akhirnya bersuara "Lu temenan sama cewek tukang palak kayak dia bang?"
Taeyong mengangguk kemudian diikuti Jaehyun yang langsung berdecih sambil menggosok dagunya karena masih heran
"Semua orang pasti punya waktu sendiri buat berubah Jae,"
"STOP! Oke untuk Jaehyun, dulu gua akui emang gua salah, gua minta maaf lagian gua juga udah minta maaf ke Rosé juga kok dan untuk Taeyong, makasih udah belain gua tapi gua sebenarnya ga butuh! pertandingan selesai gua bakal usaha buat bayar sewa mobil lu" Nayeon menekankan kalimat terakhirnya lalu pergi tanpa pamit meninggalkan Jaehyun dan Taeyong yang masih tertegun di tempat.
Diharapkan setiap peserta segera bersiap di arena balap karena 5 menit lagi perlombaan akan segera dimulai, suara dari toa mulai terdengar.
Mark, Doyoung, Jaehyun, Taeyong dan tak lupa Nayeon telah bersiap di arena mereka masing-masing.
Ready...
3
2
1
GO!
Semua peserta mengerahkan semua kemampuan yang mereka punya, termasuk Nayeon, dialah satu-satunya pembalap wanita di perlombaan saat ini, dia terus menginjak gas dengan lihainya, dia ingin mendapatkan hadiah yang lumayan besar, dia harus bisa mendapatkan itu karena ini juga untuk keperluan operasi ibunya yang sampai sekarang melakukan rawat jalan.
Saling menyalip itu adalah hal yang wajar dalam balapan, tapi tidak untuk Nayeon yang sekarang posisinya memimpin. Dia melihat siluet mobil seseorang di kaca spionnya, itu mobil Jaehyun. Nayeon tak ingin kalah dia kembali tancap gas, Jaehyun juga tak menyerah dia bermaksud menyalipnya.
BRAK!
Taeyong menabrak mobil Jaehyun hingga mobilnya terpental, goresan panjang didapat di bagian kiri mobil Jaehyun, berbeda dengan mobil Taeyong yang sekarang remuk di bagian kanan karena usaha Jaehyun yang menjauhkan mobil Taeyong dari mobilnya karena Jaehyun juga menghindari akibat yang lebih parah. Petugas yang mengetahui mobil Jaehyun masih dapat dipakai akhirnya petugas itu menyuruhnya melanjutkan pertandingan. Mobil Taeyong berhenti di sisi pembatas dalam keadaan sedikit berasap, pelipisnya berdarah karena mendapat benturan keras di kaca samping yang saat itu sudah dalam keadaan remuk, petugas di sekitaran akhirnya membantunya keluar dari mobil.
"Tolong cepat anterin saya ke rumah sakit pak, kepala saya sakit banget" Taeyong memegangi pelipisnya yang berdarah. Tak lama ambulance datang dan cepat membawa Taeyong ke kasur dorong. Sebelum Taeyong masuk ke ambulance, kebetulan pertandingan selesai dan orang pertama yang menghampiri Taeyong adalah Jaehyun "Bang lu kenapa bang, maafin gua seharusnya tadi gua ga ninggalin lu, bang gua mohon bertahan.." tanpa ada jawaban Taeyong pun segera dibawa ambulance. Jaehyun yang berteriak ingin menemani Taeyong ke rumah sakit terus ditahan Rosé yang saat itu hadir disana, agar tak mempersulit keadaan.
Teman-temannya menghampiri Jaehyun dan Rosé yang masih menenangkan
"Jae daripada lu kayak gini mending ayo kita cepet susul Taeyong kesana, lu bawa Rosé, gua sama Doyoung bawa anak-anak" seru Johnny yang tak ingin menunggu lama
"Gua ikut!" Nayeon menyahut dengan nafas tersengal dan wajah terlihat bengkak seperti habis menangis. Mereka hampir melongo setelah Nayeon mengatakan itu tapi segera diakhiri Yuta yang saat itu memang tahu hubungan Taeyong dan Nayeon seperti apa
"Oke, lu bareng gua di mobil Doyoung aja Nay! Doy tebengin dia juga yak?"
Doyoung yang merasa terpanggil hanya mengangguk dan segera bergegas ke rumah sakit. Bersyukur banget karena malam ini jalan tak terlalu macet, mobil Doyoung telah sampai dulu dan segera menuju UGD, disana pintu UGD masih tertutup akhirnya mereka memutuskan menunggu di depannya. Tak lama teman yang lain datang, semua begitu cemas terutama Nayeon yang daritadi menutup wajahnya agar tangisnya tak terlalu mengganggu.
"Nay.." panggil Yuta kemudian Nayeon yang sedang berlutut mendongak melihat Yuta.
"Ikut gua, gua mau ngomong"
...
Setelah lama menunggu, akhirnya Taeyong sudah dapat dipindahkan di ruang rawat dan bisa dijenguk. Mereka yang sedari tadi menunggu di depan UGD kemudian masuk dengan teratur menghampiri Taeyong yang terlihat lebih baik namun masih lemas dengan perban di kepalanya.
Jaehyun ingin mengatakan sesuatu ragu karena masih merasa bersalah, tau kekasihnya merasa gugup akhirnya Rosé menyenggolnya mengisyaratkan Jaehyun agar cepat bicara
"Bang, maafin gua ya.. gua harusnya ga nurutin perintah petugas waktu itu, gua harusnya nolongin lu" ucap Jaehyun memberanikan diri menatap Taeyong.
Taeyong tersenyum lalu menepuk pelan bahu Jaehyun "ga masalah, lagian gua sekarang juga udah baikan"
"Untung masih cakep" sahut Haechan menatap Taeyong heran
"Dari lahir" jawab Taeyong singkat
"Maafin gua juga ya bang, coba aja sebelum lomba dimulai semua mobil peserta dicek dulu biar ga kejadian kayak gini" ucap Mark ikut menyesal
"Udahlah, jangan salah-salahan mulu, gua tau kok lu semua ga salah, gua aja yang ceroboh makasih juga buat yang udah nunggu gua dari UGD sampek gua bisa dirawat disini, cari makan dulu gih kalian ga kelaperan apa nunggu gua segitu lama, dibawa ada kantin kalo ga salah, kalian kesana aja" suruh Taeyong lalu memakan potongan apel yang telah dikupas oleh Rosé tadi.
Mereka tersadar karena memang dari sore tadi tak makan apapun, mereka ingin makan tapi tak tega meninggalkan Taeyong sendiri. Pintu ruang rawat Taeyong terbuka menampilkan Nayeon dan Yuta yang baru datang. Nayeon menghampiri Taeyong dengan wajah datar sedangkan Yuta mengode agar yang lain untuk meninggalkan ruang bersama dirinya.
"Dasar gila!" umpat Nayeon lalu meninju lengan Taeyong sedikit keras
"Aakh!" Taeyong memegang lengannya "lu kira gua habis ngapain njing, sakit tolol, akhh"
Tak menggubris omongan Taeyong, Nayeon pun beralih memeluknya "tolong, jangan sakiti diri lu sendiri demi gua atau seseorang siapapun itu, lo tau? gue pas tau kalo yang kecelakaan itu elu gua nangis dulu di mobil, gua malu mau tanya temen lu, apalagi saat itu ada Jaehyun, gue ngeberaniin diri banget tau ga lu, untung ada Yuta" ungkap Nayeon sambil terus menangis di pelukan Taeyong
"PD banget lu, orang mesin mobil gua pas itu emang error"
"Ga usah ngeles, gua udah tau semuanya"
Taeyong ketawa garing "yaudah i love u"
Nayeon kembali memukul punggungnya dan menangis terharu "i love u too"
Taeyong tersenyum
TBC.
KAMU SEDANG MEMBACA
(Boy)friendable | NCT #127
Fiksi PenggemarPara remaja labil yang dihadapkan perihal masing-masing kisah cinta mereka. [ft. Winwin] Started 2020, July 7th Cover by: ©Redbubble on Pinterest
