6b

69 14 7
                                    

"Jadi apa rencana pertama mas, untuk merekrut banyak orang gitu?" tanya Taeyong yang memecah keterdiaman mereka karena terkejut.

"Tentu saja membuat kalian setuju jadi salah satu anggotanya," jawab Taeil tersenyum.

"Kalian, maksudnya kita bertiga?" tanya Johnny

"Tunggu, termasuk gue juga berarti?" tanya Jaeffry menunjuk dirinya.

"Yups, betul sekali. Tapi, tenang! Aku milih kalian jadi anggota juga bukan asal pilih, dan jika kalian penasaran. Bukalah file yang sudah aku kirim ke komputer di depan kalian," jelas Taeil.

Taeyong, Johnny, dan Jaeffry pun menatap komputer dihadapan masing-masing. Ketiganya kompak mengernyit, membaca judul tulisan file yang dikirim Taeil.

"Gue masih gak paham deh mas, sama maksud lo ini" ucap Taeyong bingung--lebih tepatnya pura-pura, setelah membaca isi file tersebut.

"Aura, terus kemampuan, maksudnya gimana coba?" sambung Johnny

Hanya Jaeffry yang tanpak diam, tidak memprotes atau pun bertanya akan maksud dari Taeil.

"Lo kok diem, Jef? Paham maksudnya mas Tama ini?" tanya Johnny menatap Jaeffry

"Kalau yang aura-aura itu gue juga gak paham, tapi kalo soal kemampuan gue paham dan percaya," jawabnya

Taeil tanpak tersenyum mendengar jawaban Jaeffry, satu orang sudah ada yang percaya.

"Maksud lo, lo percaya gitu sama kemampuan six sense dan apalah itu sebutannya?" tanya Johnny memperjelas

Jaeffry mengangguk, "iya, jujur gue punya kemampuan itu"

"Lo punya kemampuan itu?" Taeyong tanpak terkejut, ada juga yang punya kemampuan sepertinya "kemampuan apa yang lo punya?" tanyanya

Jaeffry menatap telapak tangannya, "Healing,"

"Uwaah, ternyata kamu sudah bisa mengendalikan aura dan kemampuan mu, ya?" Taeil menatap takjub tangan Jaeffry yang mengeluarkan cahaya kehijauan.

"Apakah kalo kita sudah bisa mengendalikan aura di tubuh kita, kita bisa punya kemampuan seperti itu?" tanya Johnny, ia menatap tak percaya tangan Jaeffry

"Tentu saja, iya!" jawabnya, "kalian masih gak percaya? Lihat ini,"

Taeil mencoba memfokuskan dirinya menatap telapak tangannya yang terbuka, lalu mencoba mengalirkan energi yang ia punya pada telapak tangannya itu.

Daaannn

Wuuusss

Tangan Taeil mengeluarkan cahaya berbentuk seperti bola berwarna biru.

"Kalian lihat! Kalian hanya perlu memfokuskan diri, dan menyalurkan energi kalian pada telapak tangan kalian. Kalian bisa seperti ini," ujarnya yang tanpak bangga karena berhasil mengeluarkan energi dari aura yang dimilikinya.

Tiga orang disisinya, menatap takjub.

"Jadi lo juga ada aura, mas?"

Taeil menetralkan kekuatannya kembali lalu menatap ketiganya tersenyum, "Seperti yang kalian lihat, auraku biru dan aku punya kemampuan melihat aura. Karena itulah aku bisa mengajak kalian bergabung."

Ketiga orang itu saling tatap, mencari jawaban apakah mereka harus menyetujui atau tidak. Sampai sini mereka bertiga paham, maksud dari Taeil membuat organisasi ini, tapi mereka bertiga sedikit ragu.

"Aku tau kalau kalian ragu, tapi, aku harap kalian mau membantu " ucap Taeil dengan wajah sendu.

Melihat itu Johnny menghela napas, ia sudah memutuskan. "Baiklah, gue akan gabung mas." ucapnya, "astaga! Kenapa gue gak bisa nolak?" gumamnya

Atmosphere (NCT)- On GoingTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang