🐣

110 16 6
                                        

Pagi sekali Jinanie sudah siap karena dia akan kembali ke sekolah untuk mendaftar, sudah hampir 2 bulan dia tidak sekolah karena kecelakaan yg menimpa nya itu.

Hanbin yg sekarang jd walinya Jinanie pun ikut mengantarkan Jinanie ke sekolah dan kebetulan sekolah nya milik kerabat Hanbin jadi Hanbin tidak sulit untuk mengurus kepindahan Jinanie padahal kalau di sekolah lain tidak akan bisa menerima siswa pindahan karena ujian yg hanya beberapa bulan lagi.

" Kau yakin akan kembali bersekolah? Apa sebaiknya kau homeschooling saja? "

" Aku ingin seperti anak2 lain, jadi tidak usah mengekang ku!"

" Baiklah kalau itu mau mu. Tapi kau harus tetap mengikuti beberapa test agar bisa di terima di sekolah ini, karena aku tidak ingin nantinya siswa di sini menganggap kalau kau di perlakukan istimewa."

" Tak masalah, itu mudah bagiku. "

Jinanie pun pergi ke ruang kepala sekolah tanpa menunggu Hanbin, Hanbin yg mengikuti dari belakang hanya bisa menggeleng2kan kepalanya saja melihat sikap Jinanie yg makin dingin seperti es batu.

Setelah mengurus berkas2 dan tes yg dilewati Jinanie dengan sangat mudah, kini Jinanie diantar ke kelas oleh wali kelas nya. Sedangkan Hanbin langsung ke rumah sakit karena ada jadwal operasi.

" Murid2 kita kedatangan murid baru pindahan dari Busan, silahkan perkenalkan diri mu. "

" Annyeonghaseyo, Jay imnida. "

" Kau duduklah di kursi yg kosong dekat jendela itu. "

Jinanie langsung menuju tempat duduk yg di tunjuk oleh wali kelasnya itu, dia sangat bahagia karena bisa kembali bersekolah. Tapi jauh di dalam lubuk hatinya dia merasakan nyeuri, melihat sekolah itu tapi dia tidak ingat ada apa sebenarnya.

Kelas pun jadi riuh karena keberadaan Jinanie, ya ada yg memuji penampilan Jinanie dan ada juga yg mengejek Jinanie. Tapi Jinanie tidak mau ambil pusing dan dia hanya fokus dengan papan tulis yg ada di depannya karena itu lebih menarik baginya dibandingkan dengan sekitar kelas yg baginya menganggu.

Jam istirahat pun tiba, anak2 yeoja yg ada dikelas mulai caper dan mulai berusaha menggoda Jinanie, tapi Jinanie yg melihat itu malah merasa jijik dan berusaha mengabaikannya.

" Hey!! Anak baru siapa tadi nama mu? "

" Kau ini yeoja atau namja sih?? Tapi mukamu seperti tidak asing bagi ku. "

" Aku tidak mengenal mu, dan tolong kau belajar sopan santun. "

Jinanie pergi meninggalkan yeoja yg tiba2 menghampiri nya dan menanyakan banyak hal itu.

Ya yeoja itu adalah Jenie, dan sekarang Jenie hanya bisa berdecak kesal karena merasa diabaikan oleh murid baru yg baru pindah ke kelasnya itu.

Jinanie pergi ke kantin untuk membeli minuman karena tenggorokan nya terasa kering tapi belum juga dia sampai di kantin, tapi dia sudah di hadang oleh seorang namja yg tidak dia kenal.

" Hey, Jinanie kau kemana saja kenapa baru masuk sekolah lagi? "

" Maaf apa kita pernah bertemu? "

" Ehh.. Tunggu kau namja!! Kau bukan Jinanie, maaf maaf! Kau mirip sekali dengan orang yg aku kenal. "

" Tidak masalah. "

Jinanie meninggalkan namja itu tapi tangannya ditarik oleh namja itu hingga tanpa sengaja Jinanie memeluk namja itu.

" Sialan!! Apa yg kau lakukan? " Jinanie langsung mendorong namja itu.

" Eh maaf, aku Jung Chanwoo. Kau? "

I'm not Lucky (LAKI)Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang