A Short Journey to Muan-gun

20 2 0
                                        

Muan-gun (무안군) merupakan salah satu kabupaten yang berada di Provinsi Jeolla Selatan (Jeollanam-do -- 절라남도), Korea Selatan. Terletak di ujung barat Semenanjung Korea, dan berjarak 265 kilometer dari kota Seoul, Muan-gun memiliki luas area kurang lebih 448.95 kilometer persegi. Selain itu, kabupaten Muan sendiri juga menjadi penghubung utama antara wilayah Sinan dengan seluruh daratan di Korea. Di sana juga terdapat banyak sekali pantai-pantai indah yang bisa dijadikan sebagai tujuan wisata. Kota ini juga memiliki tiga simbol utama, yakni bunga krisan, pohon zelkova, dan burung bangau putih.

Muan-gun kini menjadi ibukota provinsi Jeollanam-do semenjak kantor pemerintah provinsi berpindah dari Gwangju ke desa Namak, Samhyang-eup, di bagian paling selatan dari kabupaten itu pada tahun 2005. Pada 8 November 2007 dibuka Bandara Internasional Muan, dan menjadi satu-satunya bandara internasional di wilayah Jeollanam-do, menggeser bandara yang ada di Gwangju dan Mokpo.

Muan-gun berbatasan langsung dengan Sinan-gun di sebelah barat, barat daya Mokpo-si, sebelah utara Hampyeong-gun dan Sungai Yeongsan, sedangkan di sebelah timur Yeongam-gun dan Naju-si

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

Muan-gun berbatasan langsung dengan Sinan-gun di sebelah barat, barat daya Mokpo-si, sebelah utara Hampyeong-gun dan Sungai Yeongsan, sedangkan di sebelah timur Yeongam-gun dan Naju-si. Lingkungan ini jua yang telah mempengaruhi struktur industri dan budaya di sana.

Muan sendiri ditunjuk sebagai kota perusahaan untuk wilayah Honam (barat daya) oleh pemerintah Korea Selatan. Sebagai salah satu buktinya, pemerintah Korea Selatan telah sepakat untuk bekerja sama dengan Cina untuk mengembangkan kompleks industri dalam usaha patungan. Dilaporkan juga bahwa pemerintah Cina telah resmi berjanji untuk berinvestasi dan membantu membangun daerah yang kompleks, meliputi pembangunan sebuah perguruan tinggi hingga gudang distribusi dan hal-hal lain seperti Chinatown untuk ekspatriat.

Sebagian besar daratan di kawasan Muan merupakan tanah yang berlumpur. Wilayah barat semenanjung Korea memang terkenal memiliki banyak lumpur berkat pantai Rias . Namun, banyak tanah berlumpur telah dihancurkan atau direklamasi untuk keperluan memperluas wilayah kota dan kompleks industri. Tanah berlumpur di sana ditunjuk sebagai salah satu lahan basah Konvensi Ramsar.
Selain itu para wisatawan juga tidak diperkenankan memasuki area pantai atau laut tanpa izin, demi menjaga keasrian lumpur yang ada. Tetapi, wisatawan masih bisa melihat jalan yang terbuka seperti sebuah "Mukjizat Musa" untuk mengungkapkan wajahnya ketika gelombang jatuh dua kali sehari.

Muan terkenal dengan beberapa produk terkenal yang menjadi ciri khas daerah tersebut. Sebagian besar masyarakatnya memiliki aktivitas bertani, mulai dari bawang hingga produk lotus. Muan sendiri mengeluarkan 16% dari produksi bawang merah nasional sehingga volume produksinya menjadi yang terbesar di Korea Selatan. Kabupaten Muan juga secara resmi dilaporkan menjadi tuan rumah kelompok tani ubi jalar, bawang merah dan tanaman lotus. Bubuk tanaman lotus yang mereka hasilkan dapat digunakan untuk salah satu bahan membuat mie.

Mengunjungi Muan kurang lengkap rasanya jika belum menjamah beberapa area wisata di dalamnya. Berikut beberapa rekomendasi destinasi wisata yang wajib dikunjungi bila berlibur ke sana.

RisettopiaTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang