Hai balik lagi dengan author
Jangan lupa vote dan komen
Happy reading
Sayang readers
Typo bertebaran
####################################
Minji bingung apa yang harus dilakukan sekarang, dia tidak tau dimana Jimin sekarang. Minji seperti anak itik yang kehilangan induknya, dia tidak tau area gedung Bighit karena ini pertama kalinya Minji menginjakkan kaki di Bighit.
Dan akhirnya Minji memutuskan duduk di kantor yang biasanya menjadi tempat santai Bangtan dan TXT. Minji memainkan ponselnya menjelajahi jejaring sosial miliknya.
"Kenapa wifi bighit jelek sekali" ujar Minji kesal bahkan Wifi di rumah jauh lebih bagus. Minji jadi ragu apakah ini agensi yang terkenal memilki pendapatan paling besar diantara agensi lainnya.
"Ish, iblis itu kemana sih?" Dengus Minji kesal, Minji masih kesal dengan Jimin, jika bukan karena Minji menumpang diapartementnya sudah dipastikan Minji sudah membunuh Jimin jika perlu Minji akan membuang mayat Jimin ke laut.
"Siapa yang kau panggil iblis?" Ucap Jimin menatap datar Minji dan seketika tubuh Minji membeku.
Minji mendongakkan kepalanya "ani, aku tidak memanggilmu iblis" ucap Minji menggelengkan kepalanya cepat.
"Jadi kau memanggilku iblis" sungut Jimin dan Minji menepuk bibirnya merutuki dirinya sendiri.
"Miane, tapi kau memang seperti Iblis saat kau marah" cicit Minji dan Jimin menghelah nafas lelah.
"Hari ini akan ada pemotretan dan ini kau harus mengingatnya" ucap Jimin memberikan buku catata berukuran kecil pada Minji.
"Ini apa?" Tanya Minji.
"Itu berisi jadwalku dan kau harus mengingatnya" ucap Jimin lalu berjalan keluar dari kantor sementara Minji masih duduk.
"Ck, cepat berdiri, kita sudah terlambat" decak Jimin kembali.
"Ah, ne!" balas Minji dan segera mengejar Jimin yang sudah jauh didepannya.
Sesampainya di tempat pemotretan, Jimin menyuruh Minji untuk menunggunya di ruangan Bangtan selama mereka melakukan pemotretan.
Minji melihat Bangtan tengah di rias oleh stylish noona. Minji kagum dengan keahlian stylish noona yang bekerja dengan bangtan dan Minji sangat penasaran bagaimana mereka merias Bangtan. Minji sebenarnya seorang beauty vlogger juga di channel Youtubenya yang sudah memiliki suscribe lebih dari satu juta suscriber, namun hampir setahun ini Minji vakum menjadi beauty vlogger.
"Tolong ambilkan power bank di tas" peruntah Jimin yang selesai dirias pada Minji dan Minji segera mengambilkan apa yang diinginkan Jimin.
"Terima kasih" ucap Jimin lalu duduk di samping Minji dan mulai mencharger ponselnya.
"Jimin-ssi" panggil Minji.
"Hm" balas Jimin masih fokus dengan ponselnya.
"Apa Bighit sedang ada lowongan untuk menjadi make up artis?" Tanya Minji dan Jimin langsung menoleh kearah Minji.
"Entahlah, memangnya kenapa?" Tanya Jimin penasaran.
"Aku ingin melamar menjadi make up artis" ucap Minji dan Jimin langsung tertawa.
"Apa kau yakin? Mau jadi make up artis bighit?" Tanya Jimin dan Minji mengangguk cepat.
"Jika kau ingin menjadi make up artis Bighit, kau harus menikah terlebih dahulu" jelas Jimin dan senyum Minji seketika luntur, pupus sudah harapanya untuk belajar make up dari stylish noona.
KAMU SEDANG MEMBACA
Illegal Girl (Park Jimin Bts/ Pjm)
FanfictionKim Minji, gadis berumur 23 tahun dipaksa menikah dengan anak rekan bisnis Appanya. Namun Minji tidak ingin karena dia masih ingin melajang dan hidup bebas. Hingga akhirnya Minji memutuskan untuk kabur dari rumah Appanya sampai Minji tidak sengaja b...
