Hai guyss
Gimana kabarnya?
Setelah sekian lama tak jumpa :)
Baru bisa up sekarang
Yok di gas saja
Jangan lupa vote dan komennya
Typo bertebaran
Happy reading
#####################################
Keesokan harinya, masih berasa di apartement Jimin.
Terlihat dua insan manusia yang masih tertidur di ranjang King size bewarna abu-abu yang merupakan milik Jimin. Kemarin malam Jimin memaksa Minji untuk menginap di apartementnya dengan alasan sudah malam.
Jimin terbangun lebih dulu daripada Minji karena dirinya menghadap ke arah jendelah yang langsung terpapar sinas matahari.
Pagi ini yang Jimin lihat pertama kali adalah Minji yang masih tertidur pulas menghadap kearahnya. Jimin tersenyum tipis saat melihat wajah polos Minji saat tertidur.
Jimin merasa sangat bahagia sekarang, bisa melihat wajah gadi yang dia cintai. Rasanya Jimin ingin menghentikannwaktu agar bisa berada di posisi untuk waktu yang lama.
Tangan Jimin menjulur kearah anak rambut yang menutupi wajah Minji sembari tersenyum kecil. Jimin mengusap pelan pipi lembut Minji membuat sang empu terusik. Minji membuka matanya perlahan.
Minji melihat Jimin tengah menatapnya sembari tersenyum kecil.
"Selamat pagi" ucap Jimin tersenyum kecil.
"Pagi, jam berapa sekarang?" Balas Minji serak masih enggan untuk bangun.
"Jam 7, ini masih pagi" balas Jimin memeluk pinggang ramping milik Minji mendekatkan tubuh Minji kearahnya agar mudah untuk memeluk.
"Lebih baik kau kembali tidur saja" ucap Jimin mengeratkan pelukannyan.
"Aku harus pergi ke kantor, jika kau lupa Jimin-ssi" kekeh Minji.
"Waee? Aku masih ingin bersamamu" ucap Jimin cemberut layaknya anak kecil membuat Minji gemas.
"Kau juga harus ke agensi sekarang, jadi lepaskan pelukanmu" balas Minji mendorong dada Jimin agar melepaskan pelukannya.
"Aku akan melepaskamu tapi morning kiss terlebih dahulu" ucap Jimin tersenyum nakal. Dan Minji menghelah nafas memutar bola matanya malas.
"Arraseo, tutup matamu" ucap Minji malas.
"Jinja?! Baiklah aku menutup mataku" kekeh Jimin senang lalu menutup matanya tak bisa menahan senyumnya.
Minji tersenyum geli saat melihat Jimin menuntup mata
"Ayoo, kenapa kau lama sekali" sungut Jimin tak sabar.
"Arraseo" kekeh Minji menempelkan dua jari tangan ke bibirnya lalu menempelkanmya pada bibir Jimin.
"Eoh, bagaimana bisa begitu?!" Ucap Jimin kesal membuka mata saat merasakan bukan bibir Minji melainkan kedua jari Minji. Sementara Minji hanya tertawa.
"Itu sama saja Jimin-ah" kekeh Minji.
Jimin yang merasa kesal langsung saja merengkuh pinggang Minji dan menarik tengkuknya.
Cup . . .
Jimin mencium Minji tepat dibibirnya, sementara yang mendapatkan serangan tiba-tiba hanya terpaku diam.
"Chagi sadarlah" kekeh Jimin mencubit pipi Minji.
"Ya! Jimin-ssi kau menyebalkan eoh" pekik Minji tersadar mencubit perut jimin.
KAMU SEDANG MEMBACA
Illegal Girl (Park Jimin Bts/ Pjm)
FanficKim Minji, gadis berumur 23 tahun dipaksa menikah dengan anak rekan bisnis Appanya. Namun Minji tidak ingin karena dia masih ingin melajang dan hidup bebas. Hingga akhirnya Minji memutuskan untuk kabur dari rumah Appanya sampai Minji tidak sengaja b...
