Chapter 5
Seperti yang kalian tahu. Kemarin axel berkata, kita akan pergi saat subuh. Dan sebagai orang yang mempercayai perkataannya;
Setelah sholat subuh, aku bergegas packing lalu menunggu di ruang tamu.
Tapi nihil.. axel tidak juga kunjung datang. Aku berusaha menelfon hpnya tapi tidak ada di angkat. Aku coba sms tidak ada jawaban.
Sebenernya nih cowok resek kemana sih?!
Aku masih menggurutu, ketika ibu duduk di sampingku.
"Eh, pagi-pagi anak gadis ibu kok ngerengut gitu sih mukanya?" Ujar ibu sambil mengelus rambutku lembut.
"Itu lagian si axel, janjinya subuh jemput. Tapi udah setengah jam aku disini, dia gak ada kabar juga." Ibu yang mendengarnya hanya tertawa kecil saja. Gak ada supportifnya banget nih ibu sama anaknya.
"Mungkin dia ketiduran? Kecapekan kemarin habis kalian nge date," kata ibu di beri penekanan saat beliau bilang date.
Aku memutar kedua bola mataku dengan malas, " yah, kalau misalnya dia orangnya ngaret kayak gitu. Dia mending gak usah janji pergi subuh kemarin. Dan ibu satu lagi, bina dan axel kemarin itu cuman jalan sebagai teman. Gak lebih gak kurang."
Ibu seperti tidak memedulikan perkataan ku. Memilih untuk berdiri lalu berjalan ke dapur.
5 menit kemudian, ibu berteriak dari dapur, "Bina! Bantuin ibu sini buat sarapan."
Aku mengehela nafasku dengan malas, dan pergi menyusul ibu ke dapur.
+ + +
Pukul 7, aku mendengar suara klakson mobil. Aku sudah tau pasti itu axel, tapi aku lebih memilih tidak menghiraukannya.
Beberapa menit kemudian aku mendegar devan berteriak dari depan rumah, "Kak bina!! Ada kak axel di depan tuh!"
Dengan masih emosi yang tinggi, aku menutup laptop ku dan pergi ke depan rumah.
Aku melihat axel dengan baju lusuh dan rambut yang berantakan berdiri di depan rumah. Aku menaikan satu alisku, kaget dengan penampilan axel. Ini yang di depan rumah axel atau gembel ya?
"Mana,dev? Kata lo ada axel disini? Disini cuman ada lo,gue, sama gembel." Kataku sedikit sadis, aku memang kayak gini kalau sudah emosi tinggi. Ngomong sebelum di filter dulu perkataannya.
"Ha ha ha , lucu lo." Tawa axel hambar dan main masuk ke dalam rumah.
Saat masuk ke dalam rumah, aku sudah tak heran lagi melihat ibu yang langsung menghambur ke arah axel dan menanyakan berbagai pertanyaan.
"Maaf tante sebelumnya, bukan maksud axel gak jadi buat jemput bina. Tapi tadi subuh axel ada urusan dari kantor yang gak bisa di tunda." Jelasnya yang di sambut anggukan oleh ibu.
"Iya gak apa-apa tante ngerti, sekarang kamu udah sarapan belum?" Dia menggeleng.
Lalu tanpa babibu ibu langsung mengajak axel ke ruang makan. Aku hanya memutar kedua bola mataku melihat tingkah ibu.
Setelah dia sarapan, dia langsung mencoba mengajak aku untuk mengobrol. Tapi tentu saja tidak ku gubris sama sekali omongannya.
"Lo masih marah ya sama gue?" Tanyanya pelan. Aku hanya memberikannya tatapan 'menurut lo?'
Dia menghembuskan nafasnya pelan, "Kan udah gue bilang ada masalah urgent tadi, sekali maaf ya." Ucapnya sambil memberi ku tatapan puppy eyesnya.
Dia pikir aku bakalan meleleh sama puppy eyes nya itu?
Ofcourse no!
Aku terus saja mengecek laptop ku, tidak memedulikannya.
KAMU SEDANG MEMBACA
Mantan Terindah
RomanceBagaimana jika kamu bertemu lagi dengan mantanmu? Tapi ini mantan bukan sembarang mantan, melainkan ini adalah mantan terindahmu. Mau tau kelanjutanya? come follow my journey. copyrights © 2014 by may1710
