Semua makanan sudah tertata rapi dimeja makan.Lengkap Empat sehat lima sempurna.
Saatnya makan malam.
"Alan,Alin..!!!!"panggil wanita paruh baya dari ruang makan.
Selang beberapa menit terdengar suara gaduh.
Gedhubrak..gedhubruk..
Wanita paruh baya itu kebingungan mencari asal kegaduhan tersebut.
Tiba-tiba terlihat kedua putra-putri nya yang berlari-lari an.Mereka masih berada ditangga menuju lantai satu.
"Hati-hati jangan lari-lari,nanti jatuh sakit!!"peringat wanita itu,karena ngeri sendiri saat melihat kedua putra-putrinya berlarian ditangga.
"Iya ma.."jawab Alan dan Alin kompak.
"Wlek..gue di depan kali ini ayam goreng jatah Lo buat gue.."teriak Alin mengejek.
Alan pun tidak mau kalah dia menambah laju larinya hingga,mereka berdua sampai meja makan dengan bersamaan.
Ketika sampai di meja makan mereka berdua masih saja memperebutkan tempat duduk.
"Alan Lo ngalah.. kemaren kan udah Lo yang duduk di sini..!!"cibir Alin tak mau mengalah.
"Gak mau..Lo aja yang ngalah."ujar Alan yang sudah menduduki kursi tersebut.
"Mama heran deh apa sih keistimewaan dari kursi itu perasaan sama aja.."ucap Alfia perempuan paruh baya yang selalu lembut dalam bertutur kata.
Padahal sebenarnya Alfia tahu apa alasan kedua anaknya memperebutkan kursi itu,dan Alasannya simpel kursi itu adalah kursi yang selalu di duduki oleh Allifan Arefaq Ryonaldion,sang kakak yang telah pergi beberapa tahun yang lalu,sang kakak yang selalu menjadi anak kesayangannya papa mereka yaitu Almin.
"Hehehe"Alan dan Alin hanya nyengir, menanggapi pertanyaan mamanya.
Kemudian Alfia memutuskan untuk mengambil minuman terlebih dahulu.
Alan ,Alin pun mengangguk karena mereka kehausan saat lari-lari tadi.
Mereka kembali memulai perdebatan yang berawal dari Alin yang memaksa Alan agar pindah.
Almin papa dari Alan dan Alin kini sedang berjalan menuju meja makan.
Almin berdehem agar kedua anaknya berhenti berebut.
"Kosongkan kursi itu..,setiap kali mau makan kalian pasti rebutan..!!!"
Alan Alin membulat kan matanya sambil menggeleng pelan,agar tak terlalu terlihat kalau mereka menolak perintah papanya.
Sebelum papanya kembali marah Alin mencari tempat duduk yang lain sambil mencomot satu ayam goreng.
Ayam goreng itu kini telah berada di genggaman Alin, kemudian Alin mulai memakannya.
Alan pun dengan cepat mencari tempat duduk yang lain.
Almin pun sudah duduk dan tidak lagi menegur putrinya.biarlah..dia sudah hafal dengan sikap putrinya yang nakalnya kebangetan.
Alfia perempuan paruh baya itu membawa nampan yang berisi empat gelas susu,kemudian Alfia meletakkan gelas susu itu di depan setiap orang yang akan meminumnya.
"Alin kebiasaan deh..,belum dimulai acara makan malamnya,udah makan dulu,gak berdoa lagi.."ujar Alfia penuh penegasan.
Alin malah tersenyum cengengesan tak merasa bersalah.
Alfia menghela nafas dengan pasrah melihat kelakuhan putrinya.
Mereka semua duduk dan mulai menikmati makanan tersebut,hanya terdengar suara sendok,garpu dan piring yang beradu.
KAMU SEDANG MEMBACA
ALAN & ALIN
Jugendliteratur"Alan Lo baru pulang...??"tanya Alin yang sedang duduk di sofa depan tv. Alan berjalan kearah sofa kemudian duduk sambil merangkul kembaranya. "gak bisa..na..pas..gue..Lan.."gerutu Alin sambil berusaha menyingkap tangan Alan. "gue kan sayang sama Lo...
