kebongkar

759 54 24
                                        

Seseorang menarik pergelangan Vanea.Untuk duduk di kursi panjang depan kelas.

"Nih..uang buat Lo..,gue salut sama kerja Lo.."Ucap orang itu dengan bahagia.Senyumnya tak lepas dari bibirnya yang merah,seperti habis makan darah.

"Hmm..i..iya, makasih."ujar Vanea tak bisa menutupi kebahagiaannya saat ini,hasil membully emang..cukup besar.

"Iya sama-sama"jawab orang lagi,dia masih saja tersenyum ,yang bikin author pengen muntah.

"Kalau begitu gue pergi dulu"orang menepuk bahu Vanea dengan lembut,sudah seperti dua anak ayam yang saling menyayangi.

Huekksh..

Setelah bercakap-cakap dengan orang itu,Vanea segera memutuskan untuk membolos,dan membantu kakeknya untuk jualan.

"Ketoprak.. ketoprak"teriak Vanea menawarkan dagangannya dengan semangat 45.

"Nih.."Vanea menyodorkan satu piring ketoprak kepada seorang pembeli.

Setelah itu Vanea melihat kearah jam tangan yang melingkar manis di pergelangan nya.

"Pukul 15:00,gawat bentar lagi teman-teman gue pasti pada lewat jalan sini"posisi nya saat ini sangat strategis untuk di pergoki teman satu sekolahnya.

Saat ini dia tepat berada di tepi jalan ,yang cukup ramai,banyak siswa Seangkatan Vanea yang melewati jalan itu.

Meski dia takut ketahuan,tapi dia tetap harus melanjutkan pekerjaan nya.

Vanea menghela nafas panjang.

"Pelanggan nya lagi rame lagi"

"Van bantu Kakek!!"suruh kakek Vanea ,mau tak mau Vanea segera melanjutkan pekerjaan nya,tanpa memikirkan resiko yang akan di tanggung setelah nya.

👶👶

Meski di dalam mobil AC nya udah di nyalakan hawa panas sore ini memang tidak bersahabat.

Mia..membuka sedikit kaca mobil nya,dan memelankan laju mobilnya kala melewati beberapa stan penjualan makanan.

Perutnya menggelitik meminta jatah.

Matanya tertuju pada gerobak yang bertuliskan Ketoprak Oppa,Matanya langsung berbinar.

Dia berharap yang jual itu Oppa- oppa Korea.

Setelah memarkirkan mobilnya,Mia segera mendatangi gerobak tadi.

Bukan gerobaknya ,atau makanannya yang membuat Mia membulatkan matanya,tetapi ketika matanya bertemu dengan manik mata kejam yang sering berkeliaran di sekolahnya.

"Hah ..gue ngak salah lihat kan. ,Dia Vanea si ratu bully,jualan ketoprak di pinggir jalan"monolog Mia sangat terkejut.

Mia segera berjalan cepat kearah Vanea.

Sedangkan Vanea,terkejut dengan kedatangan Mia yang tiba-tiba.

"Lo"tunjuk Mia dengan tatapan tak percaya.

"Em..Mi.. Mia.."Vanea berusaha,menjauh dari Mia berniat melarikan diri,tetapi suara Mia mampu menghentikan langkah Vanea yang sudah berjalan dua langkah.

"Van..Lo mau kemana... identitas butut Lo udah ketangkep basah,ngak bisa ngelak lagi Lo..,gue baru tau kalau ternyata ratu bully di sekolahan adalah seorang penjual ketoprak di pinggir jalan,gayanya aja yang sok Sokan"Suara Mia yang biasanya lembut entah mengapa menghilang,kini yang ada hanya suara penuh kebencian.

Hiks..hiks..

Isak Vanea tak sampai di ketahui oleh Mia.Air matanya lolos begitu saja,hatinya terasa begitu hancur atas hinaan dari Mia.

ALAN & ALINTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang