08--somebody else

77 24 217
                                        

ᴬᵏᵘ ʳᵃˢᵃ ᵏᵃˡⁱᵃⁿ ᵗᵃʰᵘ ᵇᵃᵍᵃⁱᵐᵃⁿᵃ ᶜᵃʳᵃ ᵐᵉⁿᵍʰᵃʳᵍᵃⁱ ᵏᵃʳʸᵃ ˢᵉᵒʳᵃⁿᵍ ᵖᵉⁿᵘˡⁱˢ :⁾
ᴴᵃᵖᵖʸ ʳᵉᵃᵈⁱⁿᵍ~
.

.




Sudah seminggu semenjak kejadian perkelahian antara Jimin dan Jungkook berlalu. Membawa perubahan pada perilaku Jungkook,
Semuanya berubah drastis, benar saja apa yang Jungkook ucapakan pada hwara saat hari itu terjadi, ingatan nya dengan cepat memutar ulang ucapan Jungkook yang seolah masih terus berteriak di dalam kepalanya yang mendadak kosong.

Anggap saja kita tidak pernah saling mengenal.

ucapan itu terus berputar-putar, menghantui, bahkan membuat sang empu merasa resah setengah mati. Dan saat netra cerah itu menangkap presensi Jungkook yang berjalan dengan tatapan kosong. Jantung nya mulai berdenyut nyeri, telinga nya bahkan tak mendengar sapaan, tidak ada rangkulan, ataupun candaan yang biasa Jungkook lakukan. Ia benar-benar berubah menjadi pria dingin dengan sifat yang berubah drastis belakangan ini. Seperti Jungkook yang bukan ia kenal, sungguh.

Hwara mengerjap lembut, merasakan matanya kian memanas saat mengingat sifat Jungkook yang berubah karena sebuah kesalah pahaman, dan malangnya gadis itu belum sempat menjelaskan apapun. Jungkook seperti sudah menutup semuanya untuk sang gadis, matanya, telinganya. Dan Apakah mungkin, hatinya juga sudah mulai menutup sedikit demi sedikit?

Hwara menatap butiran salju yang turun dari langit secara perlahan. Pandangan nya menerawang lebih jauh ke luar jendela kamar milik nya, Menatap ke arah rumah yang berada di seberang kamar nya dengan pandangan sendu. Ia tak bisa berbohong jika kini, dirinya tengah merindukan sosok jeon Jungkook.

Bahkan balkon yang berada di seberang rumah nya terasa hampa dan kosong. Biasanya jeon Jungkook akan menyuruhnya berdiri di balkon milik nya, saling mengirim pesan karena jika berteriak akan membuat tetangga melempar semua perabotan rumah mereka. Lalu saling melambaikan tangan dengan perasaan bahagia yang menyelimuti.

Ini kali pertama mereka bertengkar lebih dari sehari. Bahkan sudah seminggu, gadis itu tersenyum miris saat perlahan memori nya menghantar pada kepingan kejadian masa lalu. Dimana setiap adegan pertengkaran nya dengan Jungkook yang di sebabkan oleh hal-hal sepele berputar-putar di dalam kepalanya. membuat rindu semakin memuncak hingga menyesakkan kembali dada.

Ia kemudian meraih ponsel nya yang sejak tadi tergeletak begitu saja di atas meja, menekan ikon room chat dan Melihat pesan yang ia kirim kan pada Jungkook tadi pagi, namun tak kunjung mendapatkan balasan. sama seperti ia mengirimkan pesan beberapa hari yang lalu. Jangankan membalasnya, pemuda itu bahkan tidak membaca pesan nya sama sekali. Hwara menatap nanar saat spam chat yang ia kirimkan tak ada satupun mendapatkan balasan.

Monday. 08.30 am.

Jung bisa kita bertemu?

Aku bisa menjelaskan semuanya padamu, Jung.

Tuesday. 11.00 pm.

Jung, kau sudah tidur? Aku tidak bisa tidur sekarang..

Jung, bisakah kau membuka balkon mu sebentar? Aku menunggu mu.

Wednesday. 01.54 pm.

Jung~~~
Jungkook!
Ya kau kemana? Kenapa tidak menjawab pesan ku?

Saturday 08.34.pm

Jung, aku merindukan mu. Selamat tidur.

Evanescent Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang