28. Dilabrak lagi

1K 80 20
                                        

Gladis

Gladis berjalan dengan ceria menghampiri kelas Alvaro, kini gladis sudah naik derajat statusnya dengan alvaro bukan teman lagi tapi udah  jadian alias pacaran.

Tapi saat masuk ke kelas Alvaro ramai sekali kayak yang lagi ghibah heboh gitu apalagi cowok cowok juga ikut nimbrung.

Gladis yang penasaran pun menghampiri salah satu dari mereka " eh zal, ada apaan nih tumben rame gini? "

Rizal tertawa " lo kudet ya dis? musuh lo tuh si Aletta jadi cantik banget, ni cowok cowok pada nimbrung pada pengen jadiin Aletta pacarnya."

Gladis menyerngit " ah masa, halu kali lo, si gorbon ke sekolah mana pernah tampil cantik kalo tampil dekil sih sering "

"eh serius, lo kalo gak percaya samperin aja anaknya"

Gladis hanya diam sembari memikirkan, ah rasanya seperti tidak mungkin si Gorbon Kuman itu jadi cantik, bisa sih jadi cantik tapi cuma di MIMPI! . Gladis menghampiri bangku Alvaro bersama teman temannya sedang mengobrol.

" Hai sayang "ujar Gladis sembari bergelayut manja di tangan Alvaro

Alvaro menatapnya seperti risih dan menghempaskan tangan gladis yang bergelayut manja di tangan alvaro.

Gladis menyerngit heran dan sedikit tidak suka dengan perilaku Alvaro menghempaskan tangannya " kenapa sih? " ujarnya jengkel sekaligus kesal

" Kita putus "sahut Alvaro

Gladis kaget dong kenapa putus tiba tiba padahalkan tidak ada masalah "ke..kenapa"ujar Gladis bergetar

Alvaro tersenyuk sinis "lo bukan lagi yang tercantik, gue sekarang gak tertarik lagi sama lo, gue lebih tertarik sama Aletta musuh lo yang udah jadi cantik"

Gladis menggeram marah dan menampar Alvaro " Brengsek lo! "

Alvaro hanya diam dan tersenyum yang terlihat menjengkelkan dimata Gladis.

Gladis langsung pergi ke toilet wanita dan menghubungi teman temannya untuk datang.

Tak lama setelah itu Maudy dan Inka datang. Gladis sedang berjongkok menangis karena perkataan Alvaro tadi membuat ia sakit hati.

Inka memeluk Gladis " lo kenapaa dis? "

" iya lo kenapa, tiba tiba nangis gini "

" jadi gini--" Gladis pun menceritakan peristiwa tadi kepada Inka dan Maudy, dan mereka mendengarkan dengan baik.

" ih parah banget tuh si Alvaro, udah jangan nangis brengsek tuh diaaa "ujar Inka mencoba menenangkan Gladis

" kenapa gak lo labrak aja si Aletta terus kasih dia pelajaran lagi kayaknya itu orang gak kapok kapok "ujar Maudy mengompor ngompori

" Loh kenapa gue harus labrak Aletta? "

" yaiyalah, permasalahan nya itu semua ada di Aletta dia yang berubah dan dia juga yang bikin Alvaro berpaling kan dari lo "

Gladis mengangguk membenarkan dan tiba tiba menjadi marah pada Aletta setelah mendengar penjelasan dari Maudy "bener juga, dia harus gue kasih pelajaran, gue diemin malah ngelunjak"

" loh ini jelas salah Alvaro loh dy, dis, kenapa lo sangkut pautin sama Aletta "ujar Inka heran, karena menurutnya penjelasan maudy tidak masuk akal dan logika seharusnya yang disalahkan itu Alvaro yang sudah jelas jelas tidak punya pendirian.

" udah deh ka, ikutin aja rencana kita jangan banyak protes "jawab Gladis.

Inka yang sahabatan dari dulu dengan Gladis nengangguk saja agar sahabatnya bahagia, ohiya mereka kenal Maudy pas mopd, dan Inka rasa Gladis banyak berubah semenjak kenal Maudy, ya Inka mah sih sebernarnya kalo bully bully gitu cuman ikut ikutan doang, karena kalau ia tidak ikut pasti Gladis akan mendiaminya jika tidak ikut serta bully.

THE UGLY GIRLCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang