Galang dan yang lain nya sudah siap di tempat cafe, galang sudah berpakaian rapih serta tempat cafe yang di dekorasi menjadi cantik dan indah di sekelilingnya banyak bunga. Namun sudah 1 jam lamanya ia menunggu, tapi Aletta belum juga datang.
Galang menatap ica, vanny dan shella yang sedang sibuk selfie katanya ga mau kehilangan moment ini, apalagi tempatnya juga bagus, " aletta kok belum datang juga ya? " ujar galang khawatir
" di jalan kali, kena macet " ujar shella
" iya kali ya " ujar galang sambil memberi kalimat penenang untuk dirinya sendiri
Sedangkan di tempat lain Aletta sudah datang di tempat yang Galang kirimkan tadi, Tapi baru saja memegang pintu masuk ke cafe itu, Aletta mulutnya dibekap oleh kain yang telah diberi obat bius, lalu diseret ke mobil.
" ini anaknya udah pingsan? " salah satu orang bertanya
salah satu dari mereka mengacungkan jempol " okee, aman "
Wajah mereka tidak terlihat ditutupi oleh masker topeng.
" ini kita mau bawa kemana? "
Seseorang yang sedang menyetir pun menjawab " gue tau 1 tempat, kita bawa ke taman kanak - kanak yang udah ga kepake "
Sampailah mereka di tempat kanak kanak yang disebutkan, tempatnya sudah lusuh persis seperti tidak pernah di pakai. Sepertinya sekolah ini sudah lama tidak dipakai dan digunakan, dan jarang jarang orang orang yang lewat disini.
" masuk bawa dia kesini! " perintahnya
" lo beneran mau bawa kesini? kok tempat nya serem amat " ujar salah satu seseorang itu
" udah bawa aja , jangan banyak omong! " sentaknya
Mereka membawa Aletta masuk, dan mendudukkan aletta di bangku dan mengikat badan Aletta di bangku.
Setelah diikat tubuh aletta, salah satu dari mereka menepuk pipi Aletta " bangun sialan! "
Aletta mengerjapkan matanya lalu membuka matanya dilihatnya ada 3 orang yang memakai topeng " lo siapaaaa?!!!!! " teriak Aletta, ia kaget saat membuka mata dilihatnya tubuhnya diikat di tempat gelap dan ada 3 orang yang memakai topeng
" Kita adalah " ujar mereka sambil melepaskan topeng
Aletta kaget sekali saat melihat wajah mereka.
" ya bener banget, kita geng wadai " ujar maudy
Aletta tidak menyangka, memangnya mereka sangat membenci Aletta atau bagaimana, mereka sampai melakukan hal senekat ini.
" gausah pura pura kaget gitulah, ta kita disini mau bunuh lo! " ujar maudy tertawa jahat
Gladis dan Inka kaget saat mendengar penuturan maudy.
" maudy apaan sih lo, gak ada ya bunuh - bunuhan kayak gitu, kita cuma mau nyekap aletta aja cuma mau gagal galang nembak aletta " teriak gladis marah
" iya, gue juga gak mau sampe ngebunuh " ujar Inka
Maudy tertawa terbahak bahak, namun bagi gladis dan inka tawa itu terasa menyeramkan.
" tapi gue serius soal ngebunuh aletta, dan kalian berdua harus ikut sama rencana gue! " ujar maudy teriak dan melotot marah
" lo bukan maudy yang gue kenal, sorry gue gak mau ngebunuh anak orang dan gue gamau dihantui rasa bersalah seumur hidup gue " ujar gladis sembari menatap maudy kecewa
" gue juga gak ikutan " ujar inka, benerkan firasat Inka kalau maudy itu jahat, " pantesan aja aura nya suram " ujar inka dalam hati
Maudy menggelengkan kepala sembari tertawa " gak segampang itu " ujar maudy sambil mengeluarkan pisau di saku celananya, maudy memegang pisaunya dan mengelilingi area pisau dan area yang tajamnya pun ia pegang dan telusuri " awww " jeritnya karena tangan nya terluka dan berdarah, tapi setelah itu ia tertawa, " kalian liat kan, tajem banget nih pisau " ujar maudy sembari menunjuk ke arah gladis dan inka menggunakkan pisau
Maudy menatap gladis dan inka " masih gak mau ikut rencana gue? " sambil tersenyum jahat
" gue gak bakalan sudi ikut rencana lo, bitch! " teriak gladis
Maudy melotot marah menatap gladis " lo bilang gue apa bitch? lebih jalang lo sialan! ngejar alvaro tapi alvaro nya udah gak suka sama lo! " ujar maudy menjambak rambut gladis
Gladis hanya bisa meringis, ia sungguh menyesal pernah mengenal maudy yang ternyata monster, dan Inka yang melihat gladis dijambak oleh maudy pun tidak terima, ia mendorong maudy, maudy yang tidak terima dengan perlakuan Inka langsung mendorong Inka dengan kencang hingga inka kepalanya terbentur ke meja hingga berdarah.
" Inkaaaaaaaa " teriak gladis dengan suara parau
Maudy menyeret gladis ke dekat inka, tak peduli inka kepalanya berdarah, maudy mengikat gladis dan inka.
" gue nyesel pernah kenal sama monster kaya lo " teriak gladis
Maudy jongkok untuk sejajar dengan gladis, ia menjambak rambut gladis dan menamparnya " berisik lo! heh asal lo tau aja, gue juga gak sudi kali temenan sama lo, lo cuma gue manfaatin doang, lo aja yang tolol gak nyadar " ujar maudy dengan tertawa
Maudy memundurkan langkahnya dan melihat 3 orang yang ia sekap, ia bertepuk tangan girang " akhirnya, btw makasih ya gladis atas bantuan lo udah bantuin gue biar bisa nyekap aletta disini coba aja lo nurut sama gue, lo ga bakalan gue siksa juga sayangnya lo gak nurut "
" galang mau nembak gue? " gumam Aletta
Tapi sayangnya gumaman aletta itu terdengar oleh maudy, dan maudy langsung menghampiri Aletta.
" iya, kenapa? lo udah ngerasa cantik anjing hah?!!! " teriak maudy marah
" gue punya salah apa sih sama lo maudy, perasaan gue gak pernah ganggu lo " tanya aletta, karena setahu aletta ia tidak pernah cari masalah sama maudy, entah hal apa yang membuat maudy menjadi seperti ini.
Maudy tertawa " pertanyaan yang bagus " ujar maudy sambil menganggukkan kepala " lo mau gue ceritain dongeng gak? "sambung maudy
" gak " teriak Aletta
Maudy menjambak rambut Aletta " harus mauuu! " ujarnya sebelum melanjutkan ucapan nya " dulu waktu kecil ada gadis kecil dia jelek, dijauhin banyak orang tapi dia punya keluarga harmonis hingga suatu hari si jelek itu berubah jadi cantik dan ngerebut cowok yang gue sukaaa! dan lo itu siapa orangnya? " ujar maudy sambil menjambak aletta dengan kencang
Maudy menatap aletta marah " LO ANJING!!! ORANGNYA LO! "
dengan susah payah aletta berbicara " kok gue?! "
Maudy melepaskan jambakan pada aletta " lo liat wajah gue, inget inget gue siapa " ujar maudy
Aletta mengernyit bingung " Lo maudy kan? "
Maudy tertawa dan menggelengkan kepalanya " tet tot jawaban salah, gue
temen tk lo Gisa Floreta "
Aletta kaget " hah? ko bisa?!! lo" ujar aletta
" kenapa? kaget hmmm? " ujar maudy " wajar sih, gue Gisa Floreta dari kecil gue benci lo, walaupun lo jelek dan dijauhin banyak orang, tapi lo selalu dapet kasih sayang dari orang tua, sedangkan gue cantik disukai banyak dan pinter gue tetep gak pernah dapet kasih sayang orang tua, gue dibuang sampe akhirnya Tantenya Adzriel rawat dan jaga gue sampai gue ganti nama jadi Maudy Anastasya, dan puncaknya yang bikin gue bener bener benci sama lo ngerebut orang yang gue suka yaitu Galang " teriak maudy marah
Aletta tidak menjawab ia masih shock dengan fakta yang maudy lontarkan
Maudy berucap lagi " dan sebenernya gue yang suruh adzriel deketin lo, nanti pas lo udah baper dan cinta mati, gue suruh adzriel ninggalin lo, dan sialnya adzriel malah suka dan cinta beneran sama lo dan untungnya gue pinter gue ancem adzriel kalo gue bakalan bunuh diri " ujar maudy sambil tertawa " makanya belakangan ini dia jauhin lo, dan satu lagi lo gak pantes buat galang sialan, cuma gue yang pantes sama galang "
Aletta menggelengkan kepala tak percaya bahwa maudy segila ini " lo gila maudy sumpah "
Maudy malah tertawa senang " ya makasih, gue anggap itu pujian buat gue "
🌸🌸🌸
Next?
Salam Hangat,
Angsaaa 🌼
KAMU SEDANG MEMBACA
THE UGLY GIRL
Dla nastolatkówmemangnya harus cantik dulu? supaya mendapatkan cinta -Aletta best cover : @vii_graphic ⚠️ DON'T COPY MY STORY⚠️ PLAGIAT? CEPET MINGGAT!!!!
