Part-4

30 7 2
                                        

Hijaunya rumput ditaman belakang sekolah,menyejukkan sepasang mata yang melihatnya.cuaca yang indah juga ikut serta,dengan angin yang berhembus pelan.

Sejak Yuna ketakutan tadi,Jimin mengajaknya ketaman belakang sekolah.suasana sepi ikut menghanyutkan pikiran masing-masing,membuat mereka kembali canggung.

Mata Jimin yang tak pernah diam pun selalu bergerak,menatap Yuna yang tengah menundukkan kepalanya.entah apa yang ada dipikiran mereka,tapi saat ini.mereka seperti patung yang bernafas.

Jimin menarik nafas dalam,ia pun menghadap Yuna. "Yuju-yaa,kenapa kau tiba-tiba berteriak?" tanyanya lembut.Yuna pun menatap sendu Jimin.

"Aku tidak tau,setiap malam aku selalu memimpikan bayangan-bayangan aneh itu" pungkas Yuna,Jimin semakin bingung.

Ia pun menatap wajah Yuna yang penuh dengan kekhawatiran,tanpa ragu ia meraih tangan kiri Yuna dan menggenggamnya.
"Yuju-yaa,tidak perlu takut.aku ada disini untukmu"

+00+

Yerin yang sendari tadi merasa risau terlihat jelas diwajahnya,sepasang mata yang tak pernah diam untuk memandang pintu kelas selalu membuatnya resah.sejak tadi Yuna belum juga masuk kekelasnya,padahal pelajaran sudah dimulai.

Eunha yang bingung dengan Yerin pun menatap heran,ia ikut serta menatap pintu yang terbuka lebar tanpa ada seseorang yang lewat.dengan wajah bingungnya ia pun menatap Yerin.

"Yerin,apa yang kau lihat?" tanyanya dengan berbisik,berpadu dengan suara Guru yang tengah menjelaskan,Yerin pun berbicara dengan pelannya.

"Yuna belum kembali sejak Jimin mengajaknya"

Eunha membulatkan matanya,ia pun melihat kursi kosong yang berada dipojok. Perasaan panik pun terbuat juga oleh Eunha.

"Bagaimana ini?Yuna bisa dihukum" resah Eunha,Yerin pun menatap sendu bangku kosong tempat dimana Yuna duduk.berfikir keras apa yang harus ia lakukan.

Tiba-tiba saja Yerin mengangkat tangannya "Bu,Izin ke kemar kecil" ucapnya,Sang guru yang berhenti sekejap karna panggilan Yerin pun mengangguk.

Eunha tentu saja bingung,ia menatap temannya frustasi,berharap ia menjelaskan apa maksudnya pergi tanpa mengajaknya.

Tanpa peduli pada siapapun,Yerin bangkit.ia melewati Guru dengan sopan dan bergegas keluar kelas. "Yuna,Kembalilah"

+00+

Yuna terhanyut dalam sikap manisnya Jimin,selama ini ia tidak pernah bercerita tentang masa sulitnya,tapi saat ini ia tengah ditangani oleh seorang Park Jimin.

Tangan yang masih berpaut itupun dilepas oleh Jimin,tangan kekarnya mengelus pelan pucuk rambut Yuna "Jangan bersedih Yuju-yaa,Jimin ada disini"

Siapa yang tahan dengan sikap manisnya?sedingin apapun itu,jika sudah dihangatkan oleh sifat lembut seperti Jimin tentu saja Yuna bisa luluh.

Tapi disisi lain hatinya menjanggal,perasaan ingin percaya pada seorang Park Jimin selalu ditepi oleh sikap takutnya pada orang lain.

ia pun menatap Jimin ragu,entah ia harus percaya atau tidak,hatinya masih bingung.

"Yuna~" panggilan yang membuat kedua insan terkejut pun berteriak kencang,dari kejauhan yang hampir sampai pada pijakkanya,Yuna pun bangkit menyambut kedatangannya.

suddenly became a stalkerTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang