part-9

33 6 0
                                        

Gadis kecil tengah dikepung oleh banyaknya lelaki seumurannya,bermain-main dengan cara yang salah.ahh tidak,mereka tengah membully gadis itu.

"Yuju tidak memiliki orang tua"
"Yuju tidak memiliki orang tua"
"Yuju tidak memiliki orang tua"

Itulah yang dikatakan oleh semuanya,gadis itu sudah menutup telinganya,tapi entah mengapa rasanya suara itu menembus kegendang telinganya.

Mereka mengepungnya hanya untuk meneriaki status yang seharusnya tidak dipermasalahkan,Yuju hanya bisa menangis menggeleng.berteriak untuk tidak mendengarkan ucapan mereka.

Tapi tetap saja,itu seperti angin yang berhembus ditelinganya.
"Hei!apa yang kalian lakukan" teriak lelaki kecil dengan tangguhnya.

"Tidak perlu ikut campur,apa kau mau seperti Yuju?" tantangnya,lelaki kecil itu menekatkan dirinya,ia berjalan mendekati Yuju.

"Aku tidak takut dengan kalian,jangan ganggu Yuju atau aku akan membunuh kalian" semuanya tertawa saat ia melontarkan hal yang seharusnya mereka takuti.

"Kami tidak takut" ia semakin geram,lelaki kecil itupun mengambil batu dan melemparkan mereka secara bruntal,mengenai semuanya sampai darah keluar diwajahnya.mereka berlari dan menangis.
.
.
.
"Dasar anak tidak punya etika!bisa-bisanya memukul temannya sendiri" ocehan dari seorang ibu yang merupakan salah satu korban timpukannya.

"Vernon,ayo minta maaf" itu ibu panti.

"Maafkan aku" Vernon menunduk,ia menyesali perbuatannya.

"Cih!kau sudah membuat anakku terluka,aku tidak akan memaafkanmu!lebih baik aku melaporkannya" sang Ibu sudah mengekuarkan ponselnya.

Vernon dan ibu panti sudah ketakutan,Vernon memeluk ibu panti dan terus meminta maaf.
Yuju berlari kecil sembari membawa dua Ice Cream menghampiri mereka.

"Jangan laporin Vernon,ia tidak salah" teriak Yuju,ibu itupun menatap tidak suka.

"Hyunjin tadi membullyku,dan Vernon hanya membantu.apa dia salah?" Ibu itupun terkejut,ia menatap Hyunjin dengan penuh emosi rasa malu.

"Anak ibu yang memulainya" ibu panti dengan sopan membela,ibu itupun pergi menarik tangan Hyunjin dan pergi begitu saja.

"Makasih Yuju" Vernon tersenyum.

Yuju pun juga "Ini untukmu,makasih sudah membantu"  Yuju menyodorkan Ice Creamnya untuk Vernon.

Ibu panti tersenyum,bangga pada kedua anak asuhnya ini.
"Vernon janji akan jagain Yuju terus,jadi Yuju tidak perlu takut"

+00+

Vernon berada dirumahnya,semenjak SMA dia memutuskan untuk keluar dari panti dan hidup sendiri.untuk biaya hidupnya,tentu saja masih diurus oleh panti.hanya saja Vernon juga bekerja tapi ia simpan uangnya.

Tepat dikamarnya yang cukup gelap,ia melihat dinding yang terdapat beberapa foto.diantaranya Ada foto cantik Yuna yang tengah tersenyum hangat,ada juga foto Jimin yang ia ambil saat bersama Yuna ditaman,serta foto Hoshi dan juga Ayah Yuna.

Itu semua bisa dibilang incaran bagi Vernon,ada tulisan-tulisan disetiap foto.ia tersenyum saat melihat foto Jimin,dengan note Dibunuh atau pergi!

"Aku sudah memperingatimu,lihat saja.sampai kapanpun kamu tidak akan bisa mendapatkan Yuju dariku"

+00+

suddenly became a stalkerTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang