part-13

22 6 0
                                        

"Gimana?apa Yuna menjalankan apa yang aku perintahkan?" tekannya,lelaki yang tengah menunduk itupun mengangguk.

"Sudah,mereka menjadi sepasang kekasih sekarang"

Hoshi,ia mengpalkan tangannya.Woojin yang sudah memberi informasi tentang apa yang ia inginkan menunduk takut.

"Bagus,walaupun aku benci melihat mereka bersama.setidaknya itu akan membuat Jimin datang keperangkapku"

Woojin menggigit bibir bawahnya,dengan nada bicara yang terbata-bata ia angkat biacar "a-aku ti-tidak akan dalam masalah kan?"

Hoshi yang tadinya berposisi membelakangi Woojin kini berbalik untuk menatapnya,kedua netra tajam beradu pada bidikan yang pas.

"Cih!penakut!"

Woojin menunduk,hanya itu yang ia bisa lakukan jika berhadapan pada Hoshi.seketika suasana menjadi lebih tegang saat ada deringan ponsel Hoshi berbunyi.

Dengan cepat ia mengangkatnya,itu dari ayahnya.ia menaiki alis kirinya "adaapa ayah?"

"....……."

"Apaa?!"

+00+

Jimin dan Yuna tengah menyantap makanan disebuah restoran yang tak jauh dari sekolahnya,sudah waktu jam sekolah pulang,mereka segera pergi untuk makan bersama.

Wajah senyum Jimin tak habis ia pancarkan,berbanding terbalik dengan Yuna yang menatapnya sendu.tidak tau apakah ia harus senang ataupun sedih,yang terpenting ia tau bahwa dirinya sangat kejam.

Melahap makanan sembari menyambar tatapan pada sang kekasih,Jimin benar-benar bahagia untuk sekarang.

"Jimin-aa" panggil Yuna yang langsung disauti Jimin dengan tanggapan ceria.

Saat menatap wajah polos Jimin,Yuna menjadi tidak kuasa untuk menatapnya.berniat ingin bertanya tapi dengan cepat ia berubah pikiran.

Yuna tersenyum kaku dan menggeleng,Jimin mengelus pelan pipi mulus Yuna dan ikut tersenyum.
"Apa namaku terus berada dipikiranmu sekarang?" ucap Jimin.

Yuna mengangguk dan tersenyum kembali,Jimin semakin gemas dengan kekasihnya ini.ia membereskan dirinya dan meletakkan kedua tangannya didagu.menatap kasih pada Yuna yang berada didepannya.

"Tidak perlu dipikirkan,aku akan terus bersamamu.Yuju-yaa"

Yuna tercekat,seperti ada kupu-kupu yang terbang dihatinya.begitu hangat ucapan yang Jimin katakan padanya,entah apa yang harus ia rasakan,hatinya masih ambang beradu maut dengan pikirannya.

Yuna lagi-lagi hanya tersenyum,menatap lekat wajah Jimin yang begitu polos menatap dirinya.
"aku tidak tau apakah kamu akan tetap bersikap seperti ini,jika tau kebenaran menyakitkan dibalik semua ini"

+00+

Disebuah perusahaan yang begitu besar,gedung bertingkat dengan nama yang tercantum besar diatas bertulis DEAR CHOI.sang pemilik atau kerap dipanggil CEO oleh semua pekerja disana,tengah berhadapan pada seseorang yang merupakan pekerja kepercayaannya.

Seperti membicarakan hal serius,sang pekerja mengangguk paham saat Ceonya memberi arahan atas tugas yang diberikannya.

"Laporkan semuanya,dan aku ingin semua dipercepat" tegasnya.

suddenly became a stalkerTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang