"Benarkah?bagaimana wujud wajahnya?"
Taehyung Kim,sang wajah tampan.tengah berdiskusi dengan seseorang yang bertubuh tinggi serta memakai topi hitam yang menutupi setengah wajahnya.
"Aku tidak melihat,tapi sepertinya dia sedang mengincar Park Jimin" jawabnya yang membuat Taehyung terkejut.
"Ya!apa maksudnya mengincar Jimin?apa dia tau siapa Jimin?"
Sang lawan bicara menggeleng,tersenyum lelah dengan menunjukkan dimple miliknya "kau tau?seseorang akan gila jika sudah berurusan dengan cinta.sepertinya itu yang dialami oleh temanmu itu"
Taehyung mengacak rambutnya kasar "bicara yang benar Joon!aku tidak paham dengan ucapanmu!"
Lelaki bernama Joon itupun membuka topi hitamnya,mengacak frustasi rambut hitam lekat miliknya.
"Ayolah Taehyung,apa aku harus menjelaskannya?"
Tatapan yang diberikan Taehyung semakin dalam,Joon membuang muka dan mengembuskan nafas berat.
"Cinta?ya itu permasalahannya.sepertinya lelaki berbaju hitam itu terus mengincar Yuna karna ia mencintainya,atau?Yuna pernah menolaknya dan dia tidak terima?"
"Lantas kenapa Jimin harus diincar olehnya?"
Joon tersenyum "seperti yang kubilang,dia selalu mengawasi Yuna dan akhir-akhir ini, Yuna bersama Jimin bukan?"
Taehyung membulatkan matanya,terkejut dengan apa yang dikatakan oleh Joon ini.
"Celaka"
+00+
Mobil merah dengan kelajuan yang cukup tinggi,sedang berlaju ditengah kesepian malam.ditemani suara kendaraan,yang bahkan terdengar begitu kencang dari mesin.
Ingatan yang ia ucapkan pada ayahnya, selalu terbayang dipikirannya.
Flashback~
"Jika kau masih berani untuk keluar rumah,lebih baik kau pergi dan jangan pernah kembali kerumah lagi!"
Jimin tersenyum ngeri "baiklah,Jangan pernah mencari anak brandalanmu ini Ayah!"
Jimin langsung saja keluar rumah,tanpa menghiraukan tangisan Ibu yang sudah banjir dipipinya,ia tau ini adalah hal bodoh tapi ayahnya terus saja mengekangnya.
Samar-samar ia dengar tuan Park berbicara pada istrinya "biarkan saja,ia akan kembali lagi nanti"
Jimin membanting stir mobil penuh amarah,ternyata mengambil keputusan tanpa pemikiran panjang terlalu sulit.
Disisi lain ia senang karna bebas keluar,tapi disisi lain ia sedih jika ibunya terus menangisinya. "Ayolah Jimin,kenapa kau sangat bodoh!" teriaknya.
+00+
Lelaki paruh baya yang saat ini masih dengan keadaan diikat,tengah menunduk pasrah.berhari-hari ia tidak makan bahkan tidak minum ia tahankan.
Rasa sakit diambang kematian sepertinya sudah dekat dengannya,bibir pucat bergetar hebat.Terdengar samar hal yang ia ucapkan terus menerus setiap harinya,terdengar kata maaf yang tak ada habisnya.
"So-Hyeon,Maafkan aku"
Terus saja tanpa berhenti,hal-hal yang ia pikirkan saat ini sepertinya wanita bernama Soo Hyeon itu.
Suara langkah kaki yang hampir sampai dihiraukan olehnya,sibuk dengan ucapannya sampai-sampai dua lelaki mendatanginya.
Saat suara tawa yang bahkan bergema diruangan kosong ini,ia pun berhenti berucap dan mengangkat paksa kepalanya,rahang keras melancip karna rasa amarah didirinya.
KAMU SEDANG MEMBACA
suddenly became a stalker
Novela Juvenil"Aku mencintaimu Yuna" "Cinta?" "iya,maukah kamu menerimaku?" "aku akan menerimanya Jika kamu tau segala hal tentang diriku" seorang Choi Yuna yang memiliki kepribadian dingin dan sifat yang begitu tertutup.membuat lelaki Park yang begitu mencintain...
