Happy Reading!!!
________
Jantung Jongin berdetak lebih cepat dari biasanya saat mendengar suara Sehun mendekat, menatapnya dan pria itu masih mengenakan celana namun tidak dengan bajunya, menatap bingung kearahnya yang diam dengan rasa takutnya.
Sehun menatap Jongin serta Yujin bergantian lalu beralih menatap Haowen yang masih batuk disertai tangisnya dipangkuan Jongin.
"Ha-Haowen tersedak susunya sendiri dan maafkan aku" ucap Jongin setelah sadar ketika Sehun menatap Haowen dengan menundukkan kepalanya. Lalu Yujin mengambil alih Haowen untuk menenangkannya.
"SEHUN KENAPA KAU BERHENTI"
Baru saja Sehun ingin membuka suaranya tapi suara melengking Sejeong menyelanya. Jongin menatap Sejeong yang datang dengan wajah sebalnya, mungkin kegiatan mereka tertunda setelah mendengar tangisan Haowen tadi. Sedangkan Sejeong yang mendekat itu bingung melihat Haowen yang menangis.
"Haowen kenapa Yujin?" tanya Sejeong beralih menatap tajam baby sitter putranya itu.
"Hanya tersedak susu" saut Sehun.
"Apa?!" kejut Sejeong lalu menatap nyalang Yujin.
"Dasar tak berguna, aku memperkerjakan mu untuk mengurus anakku bukan membuatnya menangis sialan" tambahnya lalu mengambil Haowen dari Yujin yang menunduk minta maaf.
"Anu.. Itu bukan salah Yujin, aku--"
"Jadi kau yang membuat Haowen seperti ini?"
Jongin menunduk dan mengangguk samar.
"Cih.. Inikah istri yang kau nikahi Sehun? Mengurus anak ku saja tidak becus apa lagi nanti dia mengurus anaknya sendiri"
'Aku tidak bisa punya anak' batin Jongin menyauti ucapan yang menusuk hati nya itu.
"Dan lagi jika kau tidak bisa mengurus anakku, jangan sok mau mengambil Haowen dari baby sitternya.. Yujin mulai sekarang jangan pernah ijinkan dia mengajak Haowen, jika aku melihatnya ku pecat kau dan tak ada gaji untukmu, Paham!" ancam Sejeong dan Yujin mengangguk lalu menatap Jongin seolah ia minta maaf.
"Sehun, Sebaiknya kau ceraikan saja istri tak becus mu itu" ucap Sejeong lalu pergi menuju ke kamar nya bersama Haowen yang sesenggukkan digendongannya begitu pula Yujin yang mengikutinya dari belakang.
Lain lagi dengan Jongin yang masih betah menunduk menahan isakannya, tangannya masih menggenggam tissu yang tadi digunakan untuk membersihkan mulut Haowen. Melihat kepergian Sejeong diikuti Yujin, Sehun beralih menatap Jongin.
"Kau tak apa?" tanya Sehun.
Jongin mengangguk tak menjawab.
"Kau punya mulut untuk bicara bukan?" ujar Sehun dengan nada dinginnya.
"Iya, aku tak apa.. Aku kembali kekamar dulu" pamit Jongin berdiri dan pergi.
Sehun hanya menatap kepergiannya bahkan dari belakang Sehun dapat melihat Jongin mengusap mata kanannya. Ia menghela nafas, dengusannya semakin kasar saat samar-samar mendengar tangisan Haowen yang semakin keras. Mau tak mau ia pun menyusul ke kamar Sejeong untuk menenangkan putra nya.
###########
Beberapa jam kemudian, Jongin terbangun dari tidurnya. Rupanya dirinya langsung tertidur setelah lelah menangis, bahkan ia tidur dengan posisi tubuh duduk dengan tubuh bagian atas bersandar diranjang. Kepala nya pusing dengan lehernya yang pegal bercampur jadi satu.
Termenung sejenak lalu menghela nafas, saat hendak berdiri dirinya terhenti ketika pintu kamar terbuka masuklah Sehun kedalam.
"Kau baik-baik saja?" tanya nya.
KAMU SEDANG MEMBACA
Priority? [HunKai]
FanfictionHUNKAI 🐺🐻 #2 in sejong 01/07/2020 #1 in kimkai 25/12/2022 #1 in kimjongin 22/09/2023
![Priority? [HunKai]](https://img.wattpad.com/cover/212726370-64-k645814.jpg)