"Siapa sih dia?"
Setelah stacy angkat kaki, tak lama kemudian lay teman dan juga seorang dokter kepercayaan sehun kini berada dikediamannya memeriksa keadaan ella.
Sehun jarang sekali menghubunginya, namun akhir-akhir ini menjadi sering berurusan dan bertemu. Ini sudah ketiga kali dalam waktu belum seminggu dengan kejadian yang serupa.
"Apa kau tidak memberinya makan dan istirahat? Sebenarnya apa yang terjadi dengan gadis ini ?"
Ya. Kesehatan ella memburuk setiba di brooklyn. Pola makan dan tidur yang dikatakan lebih dari tidak teratur membuat fisiknya melemah, belum lagi kejadian-kejadian berat lain yang menimpanya tanpa henti mengikis fisik dan juga batinnya.
Wajar saja sebagai manusia biasa, tubuhnya pasti memiliki batas.
Bayangkan diri jadi ella ? Kita pasti akan sulit tidur lelap atau sekedar menelan makanan dengan nikmat.
Lay
Setelah kedatangan pertamanya mengobati ella, seharusnya saat ini gadis itu masih dalam masa pemulihan, namun dua hari setelahnya tiba-tiba sehun datang ke rumah sakitnya membawa gadis itu dengan babak belur parah, dan itu baru tiga hari yang lalu dan gadis ini sudah terbaring lagi?Mata lay menaruh curiga, sehun tidak pernah seperti ini sebelumnya pada wanita asing, mengurusi atau menyiksanya? Entahlah..
Hanya saja.. bagaimana bisa tuan pewaris perusahaan kelas dunia membuang waktunya untuk hal seperti ini?
"Lupus..jika terus begini kemungkinan dia akan mengidapnya".
Sehun melirik diam setelah kalimat yang lay lontarkan. Ia membuang diri menyudut cemas.
Gadis itu terus terluka bersamanya tapi ada apa dengan raut wajah itu? Seharusnya sehun menerima untuk dikonseling. Dia semakin mencemaskan.
Orang-orang terdekat sehun memang selalu cemas terhadapnya setelah kejadian yang menimpanya 2 tahun lalu itu. Namanya saja yang masih oh sehun namun segala yang ada didirinya sudah berubah semenjak itu.
"Kendalikan dirimu, oh sehun"
Pandangan lay gusar menghela nafas menepuk pundak temannya itu.
*****
Sehun terus terjaga sepanjang hari, duduk disamping kasur tempat ella yang masih berbaring tak sadarkan diri, rintihan yang sesekali keluar dari bibirnya dan air mata yang mengalir dipelipisnya dalam pejam membuat wajah sehun memandang simpati, sesekali ia mengelus pinggiran rambut dikening ella dan menatapnya terpatri.
Perasaan apa ini?
Mengapa tiba-tiba dadaku menciut melihatnya menderita.
Ada apa denganku?
*****
Ella
Mataku terbuka, pertama kali yang dapat kulihat sebuah botol tergantung mengeluarkan cairan melalui selang tipis yang menjalar ketanganku.Bukankah keadaan ini sudah berlalu ? Suasana dan tempatnya benar-benar sama persis.
"Hey.. are you okay ?"
Ucap seseorang yang kini hadir dari balik pintu. Ia juga seseorang yang sama seperti waktu itu, hanya saja caranya bicara sangat berbeda.
Lisanku mengkaku.. Mataku masi berproses untuk terbuka sempurna. Ia berjalan menujuku, berdiri mengambil nampan berisikan makanan dinakas sebelah kasur tempatku berbaring, tak tau sejak kapan benda itu berada disana.

KAMU SEDANG MEMBACA
SONDER | OSH - Oh Sehun (REVISI)
Fanfic🇰🇷Seoul - 🇺🇸Brooklyn Oh sehun berubah menjadi pria dingin semenjak kematian dua orang yg paling berarti dihidupnya. Jung Ella gadis ceria pemberani berubah menjadi lemah dan putus asa setelah bertemu dengan oh sehun. Bahkan lukaku belum sembuh...