Wendy sampai dikelasnya dengan keringat didahi.
"Wendy oppa, waeyeo?" Tny joy
"Anni, gwinchana" ucp wendy
Hari terus berlalu.
Sudah satu minggu wendy menghindari irene.
Dirumah pun sama. Penjaga dirumah tuan bae sangat ketat. Membuat irene kesal.
"Mom, kenapa daddy menambah banyak pengawal?" Tny irene
"Gwinchana sayang. Setelah kau memberitahu daddy soal teman daddy mau mencelakai daddy" ucp mom
"Ah, mwoyaa?" Gumam irene.
"Kenapa memangnya?" Tny mom
"Aku mau kehalaman belakang mom"
"Mom mau ikut kesana." Ucp mom
"Anni, aku kembali kekamarku saja" ucp irene
Mom menatap punggung irene.
"Yaaissh! Dia tdk mengaktifkan nmrnya" kesal irene
Irene melihat dari jendela kamarnya.
Ini sudah jam 10 malam.
"Yeri ah, besok kita pergi bersama yah"
"....
"Kita happy2. Aku sedang kesal"
"...
"Ajak sana dan jennie juga"
"....
"Arasso"
Irene menutup panggilannya.
Ia ambil buku lukisannya.
Ia menggambar sesuai dengan suasana hatinya saat ini.
"Gila! Kemana dia tdk terlihat satu minggu ini" gumam irene
Irene kembali mengambil ponselnya. Ia hubungi nmr wendy.
Irene keluar kamar.
"Mom?" Ucp irene
"Kenapa sayang?"
"Mom, aku mau jujur. Aku mulai menyukai seseorang" ucp irene
"Mwo? Jinjaa? Apa seulgi?"
"Anni mom, laki2 lain" ucp irene
"Kita harus checkup lagi ke dokter" ucp mom
"Mom, aku mau laki2 itu"
"Siapa memangnya? Daddy akan mencarinya" ucp mom
"Anni, dia ada disekitar kita mom. Jinjayeo"
"Nugu?"
Dad pulang.
"Apa yg kalian bicarakan. Apa tdk tidur?"
"Omoo? Sayang, ini irene mulai merasakan cinta dihatinya"
"Dad, jinjayeo" ucp irene
"Wah, itu kabar bagus. Seulgi berhasil"
"Anni, kata irene bukan seulgi"
"Terus siapa?" Tny dad
"Dad, aku menyukai laki2 itu" ucp irene menahan tangisnya
Dad dan mom saling menantap.
"Sayang, seulgi selalu ada didekatmu kan?"
"Daddy ambil foto2 irene dikamar. Dad, balikin foto itu jaebal" gumam irene
Flashback.
"Dimana irene?" Tny dad
Pagi hari. Sesudah malam irene mengurung wendy dikamarnya.
Ternyata dad dan mom tdk pergi. Ia berada dikamar. Dan mengirimi pesan kalau mereka sudah dibandara.
