14 - the shadows

441 100 46
                                    

Votement yaa^^

AUTHOR POV

.

Mungkin bagi sebagian besar orang, pernikahan kedua berarti membuka lembaran baru untuk mewujudkan kehidupan yang lebih baik dari sebelumnya. Tapi itu tidak berlaku untuk Dahyun, karena sebenarnya ,jauh di lubuk hatinya, nama Wonwoo masih tertulis jelas.

Walaupun sudah berusaha untuk mencintai Mingyu, tapi nyatanya bayang-bayang Wonwoo selalu hadir dalam hidupnya. Wonwoo adalah satu-satunya orang yang paling mengerti perasaannya, tak pernah egois dalam hubungan, dan selalu membuat Dahyun merasa begitu berharga.

Bahkan saat upacara pernikahan di altar,  untuk seperkian saat ia membayangkan Wonwoo lah yang ada diposisi Mingyu.

"Dahyun-ah, kenapa kau menangis?,"

Sontak Dahyun mengelap air matanya sendiri, bahkan ia tidak sadar jika Mingyu sudah dibelakangnya, melihat dirinya dari pantulan cermin di meja rias itu dengan tatapan khawatir.

Mingyu memberanikan diri untuk berjongkok dan melihat wajah Dahyun dari dekat, "Aku tidak akan meminta jatah untuk malam pertama jika kau takut pada hal itu, berhentilah menangis."

Ya, memang benar tidak ada yang sempurna di dunia ini. Mingyu mungkin mempunyai segalanya , harta, tahta , dan fisik yang terlampau bagus. Tapi sebenarnya pria itu sangat awam dari kata 'Peka' .

Dahyun menangkup sebelah pipi Mingyu dan mengelusnya pelan, entah kenapa ia tidak bisa memandang Mingyu seperti ia memandang Wonwoo, dalam artian tulus dari hati. Padahal Mingyu sangat baik padanya , tapi entah kenapa sulit sekali untuk memberikan sepenuh hatinya pada pria bermarga Kim itu. "Mingyu, mianhae,"

"Wae? Apa kau teringat Wonwoo lagi? " tebak Mingyu dengan raut wajah datar yang semakin membuat Dahyun merasa bersalah.

Mingyu menunduk, ia sudah tau jika Dahyun masih sangat mencintai mendiang Wonwoo, terlihat beberapa kali saat mereka bersama, tak sengaja Dahyun memanggilnya 'Wonu-ya' , dan bukan hanya itu, terkadang Dahyun memasak makanan favorit Wonwoo untuk dirinya.

"Aku tau sulit untukmu melupakan Wonwoo, tapi apakah benar-benar tidak ada tempat untukku dihatimu?"

Dahyun menambah satu tangannya lagi untuk menangkup pipi Mingyu, ini kali pertamanya ia melihat raut kepasrahan di wajah tampan itu, tapi bagaimanapun perempuan tidak akan pernah bisa membohongi perasaan yang ia alami.

"Saat kau menerima lamaranku, kau tau betapa senangnya aku saat itu. Kau adalah perempuan pertama yang membuat aku luluh, kesederhanaan mu telah menarik ku lebih jauh. Persetan dengan status janda mu, aku hanya berpikir jika aku harus mendapatkan mu bagaimanapun caranya , dan hari ini finalnya, aku berhasil mempersuntingmu dihadapan pendeta , keluarga, serta beratus-ratus tamu yang datang."

Tanpa di duga, mata Mingyu mengeluarkan bulir bening , apa yang Wonwoo miliki hingga Dahyun masih mencintai pria itu bahkan ketika kematiannya.

Apa kesungguhan yang ia tunjukkan masih belum cukup? Untuk pertama kalinya juga Mingyu mengeluarkan air mata didepan seorang perempuan.

Mingyu melepaskan kedua tangan Dahyun dari wajahnya dengan pelan, lalu mulai berdiri, ia menghapus air mata sialan yang keluar begitu saja.

Hiraeth [M]Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang