1| HILANG

36 7 5
                                        

Nakal

"Anak nakal!"

"Aduh bu! aduh maaf!" Seruku karena ibuku terus memukulku dengan sapu yang dipegangnya.

"Mau jadi malin kundang kau ya!?" Hardik ibuku menjewer telingaku.

"Aduuuuuhh ibuuu sakiitt" Teriakku.

Demi patrick yang tidak pintar-pintar, jeweran ibuku benar-benar sakit! aku tidak tahu tangan ibu itu terbuat dari besi atau apa tetapi jewerannya seketika membuat telingaku memerah.

Padahal aku hanya tak sengaja menghilangkan baju biru kesayangan ibu, Salah ibu sendiri menyuruhku menjemur pakaian. Alhasil aku lupa memakai sarung tanganku, dan baju biru milik ibu yang kusentuh pertama kali menghilang seketika.

"Ampun buuu nggak sengaja!" Ibu terus saja menjewer telingaku.

"Nggak sengaja katamu hah! padahal itu baju kado dari ayahmu saat ulang tahun ibu tahun lalu!" Teriak ibu marah

"Cari sampai ketemu!"

Hah... akhirnya ibu melepaskan jewerannya dari telingaku. Dapat kulihat dari kaca telingaku berubah menjadi merah. Dasar ibu tegaaaaa!

Mau aku cari kemana baju ibu, akupun tak tahu kemana perginya benda-benda yang kupegang itu menghilang. Tapi, aku memiliki rahasia kecil yang akan kuberitahukan kepada kalin. Hmm, sebenarnya setelah benda yang kupegang itu menghilng, satu minggu kemudian benda itu pasti kembali ke tempat awal benda tersebut menghilang.

Aku tidak tahu ada apa di dalam tanganku ini, tetapi aku sangat senang memiliki kekuatan seperti ini, yah ada sedihnya juga sih seperti saat ibu memarahiku tadi. Huh! menyebalkan.

Jangan tanyakan bagaimana caraku mandi, tenang saja hanya tangan kananku yang memiliki kekuatan seperti itu. Sehingga saat mandi kupakai sarung tangan agar sabun ibu tidak menghilang.

Dan sarung tangan ini merupakan pemberian nenekku saat aku ulang tahun diusia kelimaku! Tepat saat semua benda yang kusentuh tiba-tiba menghilang.

Aku tidak tahu nenek mendapatkan sarung tangan ini dari mana, karena tak lama setelah ulangtahunku nenek meninggal dunia. Dan aku, menjadi salah satu orang yang menangis kencang saat itu. Bukan apa-apa, aku sangat menyayangi nenek, sehingga saat kepergiannya seolah ada yang kurang.

Baiklah, aku ingin mengistirahatkan diriku sejenak karena aku lelah setelah menjemur pakaian dan dimarahi ibu tadi. Lagipula besok hari pertamaku masuk di Sekolah Menengah Atas. Aku sudah selesai menyiapkan semuanya, karena aku sangat excited terhadap hal-hal baru.

tok tok tok

Baru saja aku merebahkan tubuhku diatas kasur empuk milikku ini, ketukan pintu terdengar, aku langsung beranjak dari kasur dan membuka pintu kamarku.

"Kak Geo!" Ujarku senang saat kubuka pintu kamar ternyata yang datang adalah sepupuku.

Baiklah akan kuperkenalkan dia, Namanya Geo Suvgrata sepupu jauhku yang sekarang tinggal di Amerika karena ia kuliah disana, lagipula ayahnya juga mendirikan bisnis di negara maju itu.

"Hai Nana" Kak Geo melambaikan tangannya, masih dengan senyuman lebarnya. Ngomong-ngomong Nana itu panggilan kecilku.

Aku langsung menghambur ke pelukannya, "Lama bangeettt" Seruku tertahan.

"Kakak habis ujian semester, baru dapet kesini karena kakak juga ambil kelas waktu liburan" Ujarnya membalas tak kalah erat pelukanku.

"Yaahh padahal besok aku udah mulai sekolah loh" Aku mengurai pelukanku. Menarik tangan Kak Geo agar masuk ke kamarku.

"Bagus dong" Kak Geo melihat sekeliling kamarku, tidak ada yang berubah sejak dulu, memang aku menyukai warna biru.

"Yaaa kenapa kakak baru dateng sekarang ngga dari kemarin-kemarin huh!?"

"Kan Kakak bilang ada kelas tambahan" Jawabnya kemudian merebahkan tubuhnya dikasurku.

Aku duduk di sisi ranjang, membiarkan Kak Geo beristirahat sejenak.

Kudengar sepertinya ibu memanggiku, aku bergegas keluar kamar setelah melihat Kak Geo sudah jatuh tertidur. Pasti sangat lelah.

"Panggil Geo suruh makan dulu" Ujar ibu.

"Kak Geo-nya lagi tidur ibu" Jawabku, aku tidak tega juga membangunkan Kak Geo yang kelelahan.

"Ibu kok ngga bilang kak Geo mau kesini?" lanjutku.

"Sebenernya Geo udah telpon kemarin cuma ibu sengaja nggak ngasih tau kamu biar suprise!" Jelas ibuku.

"Suprise apanya, biasa aja tuh" Jawabku malas.

"Yasudah Ibu suruh Geo pulang aja"

"Jangaaan hehehe" Cegahku sambil cengengesan.

"Ya, yasudah bawa ini ke kamarmu" Ibu memberiku nampan berisi sepiring nasi dengan lauk ikan dan sayur asem, sementara di sebelahnya ada jus jeruk dingin.

Baru saja aku mengambilnya, ibu menarik lagi nampannya. Aku mengernyit bingung.

"Kau... sudah pake sarung tanganmu 'kan?" Selidik ibu.

"Sudah kok bu" Aku mengangkat tangan kananku didepan muka ibu sambil melambai-lambaiknannya. Ibu menyodorkan kembali nampan itu, dengan cepat aku menerimanya.

Tidak hilang, karena aku memakai sarung tangan spesial dari nenek ini.

Sebenarnya, sarung tangan itu berwarna putih dan ada logo seperti tongkat kecil dibagian punggung sarung tangan tersebut, tetapi setelah kupakai sarung tangan ini seketika berubah warna seola menyatu dengan kulitku. Tampak seperti tangan manusia asli tanpa menggunakan sarung tangan. Tak heran ibu menyelidiku seperti itu, karena sarung tangan ini memang seperti di desain cocok untuk tanganku. Dan kurasa ada kekuatan lain di sarung tangan ini karena tidak bisa menghilang saat menyentuh tanganku dan seolah menyatu dengan kulit tangan saat kupakai.

Aku menapaki tangga menuju kamarku kemudian kubuka pintu kamar dan terlihat kak Geo masih terlelap, aku meletakkan nampan di nakas lalu duduk di sofa dan menonton tv sambil menunggui sepupuku itu terbangun.

«§»

its MAGICTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang