Like and vote
Hai aku farel, sekarang aku ingin berbagi pengalamanku
Langsung saja...
Aku lahir di keluarga berkecukupan, papa merupakan atasan di sebuah perusahaan terkenal dan mama seorang wanita karir yang mempunyai bisnis lain, aku anak tunggal maka dari itu aku dapat perhatian yang sangat dari kedua orang tua-ku, aku mempunyai 2 ART, yang satunya bernama bi asih dan satunya lagi pak arman sebagai tukang kebun serta sopir pribadi papa.
Pak arman merupakan orang yang ramah serta baik, dia juga cukup ganteng diumurnya yang menginjak 50 tahun, badannya yang atletis dan ada sedikit bulu di dadanya, kulit sawo matang, kumis serta alis yang lebat, tinggi kuperkirakan 175cm-an, tato di bagian dada bergambar api dan satunya sepertinya berbentuk seperti bunga anggrek dibagian dadanya dekat putingnya.
Pada suatu malam, di umur aku yang baru menginjak kelas 6 sd dan saat itu papa dan mama menghadiri acara pernikahan temannya, aku disuruh untuk diam dirumah saja karena takut akan acaranya berlangsung larut. Aku meng-iyakan saja dan memang aku malas untuk ikut ke acara seperti itu.
Saat malam itu aku makan sendiri, bi asih pulang dan pak arman tinggal karena memang keluarga pak arman dikampung jadi dia memilih tinggal dirumahku saja
Dia menyiapkan makan malam dan rasa masakannya tidak begitu buruk, namun aku merasa sedikit kantuk setelah meminum susu buatannya.
Aku tersadar, dan aku sudab berada dikamarku namun dengan rasa dibagian bawab sedikit basah, seperti lengket di sela - sela pantatku dan saat aku beranjak bangun aku merasakan sangat perih di daerah selangakang dan pantatku, cukup berusaha dengan keras aku untuk bangun dan melihat ada darah di sprei kasurku, aku takut dan berteriak memanggil papa dan mama, namun tidak ada sahutan, aku lanjutkan memanggil pak arman sembari menangis menahan rasa sakit di daerah pantatku.
Pak arman datang dengan bertelanjang dada dan sedikit berkeringat kuliat karna adanya pantulan lampu mengenai bagian dadanya
" Pak ini kok ada darah " tanyaku
" Wahh ini gapapa, mungkin tadi dik rafa ngompol, gapapa pak arman ganti spreinya dulu ya " jawabnya
" T-tapi pak, bagian pantatku sakit kayak perih " tanyaku lagi
"Ohh itu gapapa, itu namanya kamu udah dewasa " jawabnya
Aku yang masih bingung dan pak arman sibuk mengganti spreiku
" Pak, rafa takut, ajak ke dokter ya "
" Hmm rafa mau sembuh? "
" Ya pak "
" Nah rafa tu gaboleh bilang ke mama papa, karena kalo ini dibilang tar dia malah semakin sakit "
Dengab bodohnya aku percaya
" Jadi rafa janji ya jangan bilang ke mama, papa atau bi asih, soalnya kalo rafa bilang tar malah semakin sakit, rafa gamau kan kalo semakin sakit " cecarnya
" Gamau pak " jawabku
" Yasudah sekarang istirahat tidur, besok aja ilang itu " suruhnya
" Iya pak " aku turuti katanya
Besok paginya aku milih diam saja, dan mama papa mengatakan akan pergi keluar kota beberapa hari dan mereka menugaskan pak arman menjagaku, aku mengiyakan saja karna aku tau pak arman adalah orang baik
Malam datang, mama papa sudah berangkat siang tadi, sekarang aku makan dikamar karena bagian pantatku masih sakit. Sama seperti kemarin aku mengantuk setelah makan malam, namun aku sadar saat aku merasakan ada orang yang mengisap kontolku, aku membuka sedikit mataku melihat kondisi kamar yang gelap dan ada sosok besar yang berada di bagian bawahku sibuk menghisap dan menjilat bagian bawahku, sosok itu adalah pak arman
" PAK ARMAN NGAPAIN PAK! " TERIAKKU
Pak arman langsung berdiri dari kesibukannya menjilat kontolku dan menyumpal mulutku
" Ini pengobatan dek rafa, pak arman bakal ngasik kamu terapi biar cepet sembuh "
Aku yang berontak saat tangannya menyumpal mulutku
" Udah dek farel, nikmatin aja, mumpung dek rafa udah sadar "
Pak arman membuka celananya dan mengeluarkan kontolnya yang kuliat itu panjang dan besar
" P-pak arman mau ngapain pak!? "
Aku teriak berontak namun tenaga pak arman lebih besar akhirnya aku pasrah
" Ini bikin lagi bapak obatin dek, enak kok, bisa bikin dek rafa cepet sembuh "
Dia langsung mengarahkan kontolnya ke lubang pantatku
Saat kepala kontolnya mendekati lubangku, terasa geli dan rasa perih datang lagi
" Ahhhhhh sakit pak jangan "
Pak arman tidak menghiraukan dan tetap mencoba memasukan kontolnya ke lubang anusku
Sekejap kurasakan benda itu amblas masuk dan teriakanku dibarengi benda tumpul itu berada di dalam anusku, air mataku mengalir dan perih kembali kurasakan
Pak arman mulai memaju mundurkan pinggulnya, erangan kecil mulai keluar dari mulut pak arman, aku mulai merasakan keenakan, masih terasa perih namun ada rasa enak yang tidak bisa aku gambarkan
" Shhh ahhh p-pak pelan...pelan " erangku pelan
" Kan enak, udah bapak bilang enak dek, kamu diem aja bapak obatin sampe sembuh " jawabnya
Cukup lama dia bercinta dengan gaya itu, pak arman memintaku untuk mengulum kontolnya, awalnya aku tolak karena takut dan jijik, tapi pak arman memaksaku dan lagi, aku kalah tenaga, tenagaku yang sudah habis dari tadi melawan pak arman.
Aku ragu membuka mulut dan juga aku mencium bau aneh walau belom memasukan kontolnya ke dalam mulutku tapi pak arman tetap memaksaku untuk mengulum kontolnya dan akhirnya benda panjang itu masuk, aku hampir tersedak, ada rasa aneh seperti asin, lengket, amis bercampur jadi satu. Aku bahkan tidak bisa mengulumnya sampai full, hanya setengah, ukurannya besar sekali sampai rahangku terasa sedikit nyeri.
Pak arman memaju mundurkan pinggulnya lagi, aku yang tidak siap, sempat tersedak namun pak arman tidak memperdulikan, dia seperti kesetanan bercinta denganku
Keringat banjir membasahi badannya, mengkilap, dia memerintahkan ku untuk menjilati ketiak dan putingnya, sama seperti tadi aku menolak, aku jijik, apalagi itu adalah kali pertamaku, namun pak arman menarik kepalaku dan membenamkannya di dadanya yang berbulu itu, aku bahkan bisa melihat tampak dekat tatonya yang mengkilap terkena cahaya meja belajarku.
" Isep puting pak, dek farel, enak kok, kayak ngisep putingnya mama kamu dulu, tapi ini gak keluar susu "
Aku ragu namun penasaran juga, aku buka sedikit bibirku, seperti mengecup putingnya dan rasa yang aku rasakan diawal adalah asin keringat pak arman, namun pak arman menarik kepalaku dan dia berjalan ke arah celananya, dia mengambil seperti bubuk yang dia suruh aku menghirupnya
" Dek farel, ini obat buat di hirup, kamu bisa sembuh dengan cepat, ayo dihirup ya " paksanya sambil mengelus pucuk kepalaku
" Mm bneran pak? " Pikiran polosku masih bermain dan aku ikuti saja perintahnya
Namun, setelah itu aku merasakan badanku panas, seperti aku merasakan geli dan panas secara bersamaan, kepalaku kunang-kunangan seperti mabuk dan aku seperti lemas
Pak arman menarikku lagi dan menyuruhku untuk menjilat ketiaknya, untuk kali ini aku nurut saja tanpa perlawanan, aku seperti orang mabuk, aku jilat dengan nikmat dan lembut sampai pak arman mendesah, bulu yang lebat dan tidak terlalu bau, selayaknya bau laki - laki dewasa
Pak arman mendesah.....
To be continued....
Hola hola my lovely readers
Sepertinya mimin sudah lama tidak menyapa kalian hehehehe
Jujur mimin sempat kehilangan minat buat nulis dan fokus real life, mimin juga niat ngapus ni cerita and start making something new di akun ini cuma kasian juga, so mimin tambahin aja sekarang ceritanya, sorry kalo random, kemungkinan " web " bakal lanjut soon juga
Dan semoga kalian suka cerita ini, sambungannya masih mimin buatin, ditunggu aja
AND..karena mungkin kalian yang suka baca cerita kayak gini jadi mimin bakal buatin
Mungkin 5/6 an cerita berbeda yang bakal mimin upload nantinya
Intinya ditunggu aja, soalnya mimin lagi balikin niat buat ngelanjutin ini cerita...
So ditunggu aja
Follow nih sama jangan lupa vote ama like biar mimin semangat lagi nulis
Again, thank you and maaf lama gak nyapa kalian hehehehe
❤️❤️❤️❤️✌️
KAMU SEDANG MEMBACA
Pengalaman
RomantizmBerisi cerita yang berbeda-beda 18+ mohon kebijakannya dalam membaca *Perhatian, mohon maaf bila ada kesamaan nama, tempat,situasi, atau apapun itu Terimakasih Selamat membaca
