Mine

8.5K 761 62
                                        

Warning..!!
Siapin guling atau bantal atau kerupuk atau apapun yang bisa di gigit.

----------------------------------------------------------

"Gulf, besok kita akan ke Chiang mai untuk bertemu investor serta mengunjungi proyek hotel yang sedang dibangun. Aku harap semuanya dipersiapkan secara matang dan lengkap"

Gulf membaca pesan teks yang dikirimkan oleh Mew. Hampir saja ia tersedak oleh makanan nya.

"Hah? Besok? Tapi aku tidak tahu apa saja yang harus dipersiapkan" gerutu Gulf sambil mengacak rambutnya.

"Ada apa sayang? Kenapa wajahmu terlihat bingung?" Ibu Gulf memandang anaknya dengan perasaan khawatir.

"Mae, lihat ini. Pak Mew bilang kalau besok kami harus ke Chiang Mai untuk meninjau proyek. Dan mungkin juga harus menginap beberapa hari. Aku tak bisa meninggalkanmu sendirian Mae" rengek Gulf

"Tidak apa-apa sayang, pergilah. Mae tidak apa-apa. Kau sudah susah payah mendapatkan pekerjaan ini" Ibu Gulf memegang tangan anaknya dengan penuh kasih.

"Tapi Mae, bagaimana kalau kaki mu tiba-tiba sakit lagi?" Tanya Gulf.

"Mae tidak akan kenapa-kenapa. Mae janji" Ibu Gulf tersenyum

Hati Gulf merasa lega sekaligus khawatir karena meninggalkan ibunya. Ya Gulf hanya tinggal berdua dengan ibunya sejak ayah Gulf meninggal. Kakak Gulf tinggal di luar negeri bersama suaminya.

Setelah menyusun pakaian serta berkas-berkas yang diperlukan, Gulf pun akhirnya berniat untuk tidur karena hari sudah semakin larut. Namun sebelum itu ia iseng membuka media sosial dan mencari nama Mew Suppasit.

Gulf membaca satu persatu postingan Mew. Ada 1 caption yang sangat menarik perhatian Gulf.

"Bagaimana bisa seekor harimau bisa jatuh cinta pada seekor kelinci manis"

Gulf tertawa membacanya. Ia menekan tombol follow lalu meletakkan HP nya di nakas samping tempat tidurnya. Gulf tak sabar untuk menantikan hari esok.

..KEESOKAN HARINYA..

"Gulf..."

"Gulf..."

Sebuah suara yang sangat familiar membuat Gulf terbangun dari tidurnya.

"Phi mew...ini masih pagi.." Gulf mengusap matanya seperti anak kecil.

"Gulf..bangun..atau aku akan mencium mu" kata suara itu lagi.

"Cium saja kalau kau berani. Aku tidak takut" Gulf memajukan bibirnya

Kriiiinggggggg.......

Suara alarm menggema diseluruh ruangan. Gulf terkaget dan segera melemparkan jam diatas meja dengan menggunakan bantalnya.

"Shia...kenapa aku bisa mimpiin Phi Mew sih? Aaarrhhhh" Gulf menggeleng kuat.

Dengan wajah yang masih merah akibat mimpi tadi pagi, Gulf pun tidak nafsu untuk sarapan. Ibunya sudah pergi bekerja paruh waktu di sebuah cafe sebagai kasir, padahal Gulf sudah menyuruhnya berhenti.

Ketika hendak mengunci pintu rumah dan mencari taksi untuk ke bandara, sebuah mobil berhenti tepat di depan halaman rumahnya. Seseorang keluar dari mobil dan membuka bagasi belakang

"Masukkan kopermu cepat, sebentar lagi pesawat kita akan berangkat" ucap Mew

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.


"Masukkan kopermu cepat, sebentar lagi pesawat kita akan berangkat" ucap Mew.

Gulf masih termenung di depan pintu. Ia masih bingung bagaimana Boss nya itu bisa tau alamat rumahnya. Mew yang melihat Gulf termenung segera mengambil inisiatif sendiri. Ia menghampiri Gulf dan menarik koper beserta si pemilik koper.


Setelah memasukkan koper milik Gulf ke bagasi. Mew membukakan pintu untuk Gulf. Melihat Gulf masih kebingungan, Mew mendekatkan wajahnya pada telinga Gulf.

"Masuk ke mobil atau aku akan mencium mu" Mew tersenyum nakal.

Seketika Gulf tersadar dan badan nya memanas. Ia melihat ke kanan dan wajah Mew sangat dekat dengan nya. Telinga Gulf pun memerah. Gulf segera masuk ke dalam mobil dan duduk diam.

Sepanjang jalan ke bandara, tidak ada sepatah katapun yang keluar dari mulut keduanya. Gulf takut untuk memulai pembicaraan. Sampai sekarang ia merasa telinganya masih memerah.

"Kau sakit? Apa perlu kita ke dokter dahulu untuk memeriksa keadaanmu? Wajahmu terihat seperti lobster yang baru selesai direbus" ucap Mew sambil tertawa pelan

Gulf memegang wajahnya dan menepuk pelan agar merahnya berkurang. Namun bukan nya menghilang, wajahnya semakin memerah karena Mew mengusap keringat di wajah Gulf dengan tisu.

"Kau berkeringat banyak sekali" Mew tertawa pelan

"Sini tisu nya phi, aku bisa sendiri kok" Gulf mengambil tisu dari tangan Mew.

Setibanya di bandara, Mew mengurus tiket dan boarding pass keberangkatan, sedangkan Gulf menunggu di dekat pintu keberangkatan.

Setibanya di bandara, Mew mengurus tiket dan boarding pass keberangkatan, sedangkan Gulf menunggu di dekat pintu keberangkatan

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.


"Oh Tuhan..ciptaan Mu ini sungguh sangat indah. Aku sudah tak sabar ingin memeluknya" batin Mew

Gulf melambai ke arah Mew dan Mew mambalasnya dengan senyuman. Mereka pun memasuki ruang keberangkatan.

Tak lama kemudian seluruh penumpang di harap masuk ke dalam pesawat. Mew berjalan di depan sedangkan Gulf di belakang karena sibuk menikmati pemandangan bandara. Mew yang geram melihat Gulf berjaan terlalu lama lalu mundur dan menggandeng tangan Gulf.

"Kau lambat seperti siput. Nanti kau hilang dan aku juga yang repot" ujar Mew.

Gulf hanya bisa terdiam melihat tangan nya ditarik seperti itu. Terasa hangat dan ada sesuatu yang menggelitik di perutnya.

Sepanjang perjalanan Gulf hanya tertidur. Kursi VIP yang dipesan oleh Mew terasa sangat nyaman. Kini posisi Gulf berganti dan kepalanya ada di bahu Mew. Hembusan nafas Gulf perlahan membuat bulu kuduk di lehernya berdiri. Mew mencoba menahan dirinya tapi tidak bisa.

"Oh Tuhan..Kuatkan aku..wajahnya, kulit coklatnya, bibirnya semua sangat indah" batin Mew

Tak kuat menahan diri lagi, Mew pun mengecup pelan pucuk kepala Gulf, namun tiba-tiba Gulf terbangun.

"Kita sudah sampai phi?" Tanya Gulf.

Mew yang ditanya malah jadi salah tingkah.

"Sebentar lagi Gulf, lap air liur mu atau semua orang akan menjadikanmu pusat perhatian" Mew berusaha menenangkan dirinya sendiri dengan melempar lelucon.

"Phi Mew ihh...Gulf gak ileran" Gulf memukul pelan bahu Mew.

Melihat tingkah lucu Gulf membuat Mew semakin ingin mendekatinya.

Setibanya di Chiang Mai, Mew dan Gulf langsung menuju hotel untuk meletakkan koper mereka.

"Kita akan satu kamar supaya lebih hemat" ujar Mew

"Hah?? Sekamar??" Batin Gulf

Segala fikiran berkecamuk di dalam otak Gulf. Bulu kuduk Gulf merinding membayangkan jika apa yang ia mimpikan tadi pagi tiba-tiba terjadi.

"Kau tenang saja, aku tidak akan menggigit" Mew tersenyum jahil.

------------------------------------------------------
Bagaimana??
Masih kurang manis??
Nanti malam menjelang Tharntype The Series 2 tayang, kita main-main dulu disini ya..
See you

My Nerd Boy ( Tamat )Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang