TAKUT ROLLER COASTER?

55 31 1
                                        

"Bisa kok mom, tungguin 15 menit ya" ucap Riri dengan nada khawatir

"Iya Ri" ucap mom Indah dan langsung mematikan telponnya
Dengan secepat kilat Riri menuju ke kamar untuk mengganti baju. Setelah mengganti baju Riri pun pamit pada ibu nya dan berangkat ke rumah Jack. Setelah sampai di rumah Jack Riri pun langsung masuk

"Assalamualaikum mom" ucap Riri sambil menyalami tangan mom Indah

"Waalaikumsalam Ri, kamu langsung ke kamar Jack aja ya Ri" ucap mom Indah

"Iya mom" ucap Riri

Tok tok tok

"Masuk aja ga di kunci" ucap Jack dengan suara yang sedikit gemetar, lalu Riri pun masuk ke kamar Jack dan langsung menyamperi Jack

"Astagfirullah kamu kenapa?" Ucap Riri pada Jack

"Dingin Rii" ucap Jack, setelah mendengar kata itu, Riri pun langsung menarik selimut sampai ke dada Jack

"Tidur ya sayang" ucap Riri sambil mengusap kepala Jack

"Iya tapi kamu di sini aja jangan pergi" ucap Jack

"Iya Aku di sini" ucap Riri

"Usap kepala aku Ri, aku nyaman" ucap Jack

"Ni anak masih sakit aja masih mau modus" gerutu Riri, lalu Riri pun terpaksa mengelus-ngelus kepala Jack. Setelah Riri mengusap kepala Jack, tak di sangka-sangka ternyata demam Jack sedikit turun

"Kaya nya kalo aku sakit, kamu harus ada di sisi aku deh Ri" ucap Jack

"Iya, kalo kamu sakit, aku pasti jagain kamu kok tenang aja" ucap Riri lembut

"Janji ya Ri" ucap Jack

"Ga janji ya sanyang" ucap Riri

"Riri jahat" ucap Jack sambil membalikkan badannya

"Aku pulang ya" ucap Riri menjahili

"Jangan" ucap Jack sambil menampilkan muka yang memelas

"Iya engga, tapi kalo udah malem aku pulang, soalnya takut di marahin sama ibu" ucap Riri

"Iya" ucap Jack.

Sementara itu Nisa dan Etam

Ketika mereka baru saja nyampe di alun-alun bandung, ternyata hujan mulai turun.

"Udah hujan sayang" ucap Etam kepada Nisa sambil melepas jaket nya dan melindungi kepala mereka dalam satu jaket

"Kebiasaan si Nugroho mah sambil modus" gerutu Nisa

"Dari pada kehujanan" ucap Etam

"Mending ke masjid agung aja dari pada deket-deket gini" ucap Nisa

"Iya sayangku, cintaku, bangsaku, negriku" ucap Etam

"Ish apa sih" ucap Nisa salting. Lalu mereka pun menaruh di masjid agung.

"Dingin" ucap Nisa pada Etam sambil menyandarkan kepalanya ke bahu Etam

"Lebih deket sini" ucap Etam

"Pasti mau modus si Nugroho mah" ucap Nisa

"Katanya dingin" ucap Etam, lalu Nisa pun lebih mendekat kepada Etam dan tanpa di sangka, Etam merangkul tubuh Nisa

"Tuh kan modus" ucap Nisa

"Ya udah kalo gamau" ucap Etam

"Iya-iya mau, soalnya kalo deket kamu aku nyaman hihi" ucap perempuan bermata hitam itu. Setelah hujan agak reda

"Sayang, hujanya udah reda. Kamu mau ke yogya kepatihan, atau ke lapangan? Tapi kalo ke lapangan, rumput nya basah" ucap Etam pada Nisa

"Ke yogya kepatihan aja, kita main game master mau?" Ucap Nisa

"Iya" balas Etam, lalu setelah sampai di yogya kepatihan, mereka pun menuju ke game master

"Mau isi saldo berapa mas?" Ucap mba kasir

"Mau ngisi dua ratus ribu aja mba" ucap Etam. Tak lama kemudian mba kasir memberi sebuah kartu kepada Etam yang tak lain itu adalah kartu untuk bermain, karena jika tak ada kartu itu mereka tidak bisa main.

"Mau main apa yang?" Ucap Etam pada Nisa
"Mau main mesin capit boleh ya?" Ucap Nisa sambil membikin muka yang sangat menggemaskan bagi Etam

"Apasih yang engga buat kamu" ucap Etam sambil mencubit pipi perempuan yang mempunyai rambut pendek dan mata hitam yang sangat indah itu. Lalu mereka pun menuju mesin capit yang ada boneka berbentuk sebuah bola, dan Nisa pun mencoba nya

"Ih bentar lagi masuk tau" ucap Nisa kesal karena percobaan pertamanya gagal

"Sini biar aku yang main" ucap Etam. Saat pertama kali Etam mulai main ternyata boneka nya dapat

"Nih buat kamu" ucap Etam

"Makasih Beckhamm" ucap Nisa girang

"Iya Nisa" ucap Etam

"Aku mau naik roller coaster sayang" ucap Nisa

"Mending kita pilih mainan yang lain aja ya" ucap Etam

"Cie takut ya" ucap Nisa meledek

"E-engga kok" ucap Etam. Lalu mereka pun menggesek kartunya, dan langsung main

"Aaaaaa mamah Etam belum kawinn" ucap Etam saat roller coaster mulai berjalan dengan cepat

"Masa kalah sama cewe" ucap Nisa meledek

"Di bilangin naik yang lain aja ih Nisa mah, aaa mau turun aja Nisaa" ucap Etam

"Bentar lagi-bentar lagi" ucap Nisa. Setelah mengatakan itu, tak lama kemudian roller coaster pun berhenti.

"Masa takut sama roller coaster" ucap Nisa

"Gak takut sama roller coasternya cuma takut ketinggian aja" ucap Etam

"Masa" balas Nisa

"Ah udah ah, mending kita main yang lain aja" ucap Etam.

Lalu mereka pun main sampai saldo di dalam kartu nya habis. Tak terasa ternyata saat mereka sudah keluar dari yogya kepatihan, ternyata sudah maghrib, lalu mereka pun melaksanakan sholat di masjid agung sebelum mereka pulang. Setelah selesai mereka pun pulang dengan motor sport Etam

"Bagus banget Bandung kalo udah malem" ucap Nisa

"Iya bagus, apalagi kalo liat nya bareng bidadari kaya kamu" ucap Etam

"Gombal" ucap Nisa sambil menyandarkan kepalanya di bahu Etam

"Jangan marah-marah dan jangan pernah ninggalin aku ya Nis" ucap Etam

"Iya in sha allah" ucap Nisa Lalu mereka pun sampai di rumah Nisa, dan Etam pun langsung pulang karena capek.

KIARI GUSTIN[Revisi]Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang