D U A P U L U H D E L A P A N

59.9K 3.6K 149
                                        

Happy reading ❤️
Kalo ada kesalahan atau typo Harap beritahu di Kolom komentar ya.
Jangan lupa vote dan komen.
***

Sampainya di mansion Daniel, Hana masih diam. Ia tidak menangis hanya terisak.

"Hana, ayo turun" ajak Reyhan membuka sabuk pengaman. Hana menoleh ke Reyhan.

"Apa Daniel ada di dalam?" tanya Hana pelan.

"Tidak, dia tidak ada di dalam. Dia tidak pulang ke mansion malam ini" ujar Reyhan. Hana mengangguk.

Ia dan Reyhan keluar dari mobil dengan bodyguard Daniel membawakan belanjaan Hana.

"Nah lo tidur aja ya, besok pagi-pagi gue ke sini untuk jemput lo Keluar dari mansion ini" ujar Reyhan saat telah sampai di depan pintu kamar Daniel. Lalu ia mengambil ponselnya dan memperlihatkan ke Hana chat room dia dan Daniel.

Daniel

Daniel:
Besok suruh wanita itu keluar dari mansion gue sebelum gue balik ke sana.

Hana paham ia hanya mengangguk. Reyhan tersenyum lalu mengusap rambut Hana sayang.

"Tenang, ada gue. Gue bakal terus di sisi lo, tenang saja" ucap Reyhan menenangkan Hana. Hana lagi-lagi mengangguk, ia masuk ke dalam kamar tanpa mengatakan apa-apa, ia juga sulit untuk membuka mulut. Reyhan yang melihat itu hanya tersenyum maklum. Lalu berlalu dari mansion Daniel.

Setelah didalam kamar, Hana kembali menangis histeris. Ia memukul dadanya yang terasa sakit.

"Sakit banget Ya Allah" lirih Hana

"Terus perhatian dan kata-kata manis kamu selama ini hanya ucapan tanpa perasaan?"

"Kamu benar-benar tega"

Hana mengeluarkan sesuatu dari tas kecilnya yang di pakai ke restoran tadi.










































Surat keterangan kanker darah.

"Aku tadi mau ngasih ini buat kamu, tapi kamu lebih dulu memberiku kejutan yang sangat istimewa bagi kamu, tapi tidak bagi aku"

"Aku telah punya penyakit kanker darah dan gagal ginjal. Kanker darah ku sudah stadium akhir. Aku ingin menghabiskan waktu terakhir ku bersama mu. Tapi sepertinya kamu tidak akan pernah mau"

"Aku sakit Daniel... Aku sakit... Tak pernahkah kamu mencintaiku sedikit saja?"

Hana menangis meraung-raung. Ia mengelamkan kepala di pelipatan tangan, ia duduk di ranjang.

"Ayah... Ibu... Sebentar lagi aku akan menyusul kalian. Tenang saja"

Setelah berkata seperti itu, Hana menidurkan dirinya setelah berdoa terlebih dahulu.

***

Pagi pun telah tiba, kini Hana sudah membereskan pakaian dan make up dia. Juga pemberian Daniel sebagai kenangan.

Sambil menangis lagi ia menarik koper keluar dari kamar tersebut. Tapi sebelum itu ia memandang se isi kamar Daniel dulu.

Dan air matanya kembali mengalir deras.

"Aku cinta kamu Daniel, banget... Aku harap kamu gak bakal nyesel nantinya. Selamat tinggal cintaku" lirih Hana. Tak lama ia menghapus air matanya lalu turun ke bawah untuk berpamitan pada seluruh maid dan bodyguard.

"Maid" panggil Hana dengan suara serak.

Seluruh maid menoleh dan terkejut dengan Hana yang sedang menyeret koper, apa lagi matanya sembab.

BROKEN HEART [END]Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang